Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
zidanpun setuju


__ADS_3

Serius bangget mi, tanya Nila sambil tersenyum pada Zidan.


Nila memanggil mamanya Zidan dengan sapaan Mami dan papanya Zidan dengan sapaan dedy.


iyaa,,ma mau ngomong apa?


Hmm,,Mama sudah lama mengagumi sosok dari pada anaknya om Danil dan ibu maryam. Mereka mempunyai anak angkat yang sekarang lagi kuliah.


ooh adik angkatnya farel ,teman satu kuliah saya dulu yaa? Zidan tengah asyik menikmati nasi yang dimasak oleh bik Naimah.


iyaa saya kenal, ,,,jawabnya santai.


hmm,,,jadi Mama sama Papa sudah sepakat untuk melamarnya sebagai calon istri kamu.


Nila dengan kaget mendengar langsung muak dengan pembicaraan itu. Mi,dady? apa-apaan ini,zidankan belum memikirkan pernikahan lagian zaman apa ini main jodoh-jodoh, siti nurbaya saja deh. jawab Nila dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


Sayang,mamikan lagi tanya sama abang kamu,kalau dia tidak mau yaa tidak masalah yang penting mami dan dady udah puas , karena sudah mengutarakan niat Mami and Dady, apapun jawaban dari abang kamu Mami fine- fine saja. jawab mamanya Zidan sambil tersenyum pada Nila.


Kalau Zidan terserah sama Mama dan Papa, Zidan ikut saja. jawab Zidan sambil tersenyum pada Nila.


ihhh,,,jawab Nila cuek dan memalingkan muka kearah Zidan


Alhamdulillah kalau begitu Zidan ,Mama dan Papa jadi lega mendengar jawaban dari kamu nak.


Abang zidan serius dengan jawaban itu? tanya Nila tak yakin. Bukannya Abang tidak suka nikah muda? Nila terus mendesak sepupunya untuk merubah kata-kata yang diucapkan pada kedua orang tua Zidan.


Apa bedanya dijodohkan dengan berpacaran setelah nikah, malahan lebih baik dan dianjurkan dalam agama. Mami dan Dedy dulu juga dijodohkan,bahkan kami saling tak kenal. Alhamdulillah pernikahan kami langgeng dan ada abang kamu. Jelas papa Zidan sambil tersenyum pada Zidan dan Nila. Mama Zidanpun tersipu malu.


oke sayang,hati- hati dijalan yaa? ucap mamanya pada kedua anak-anaknya.


Nila dan Zidanpun berangkat menuju kantor,dalam perjalanan keduanya saling diam.

__ADS_1


Ada apa ini? biasanya kamu paling banyak ngomong kalau lagi dalam mobil? tanya Zidan dengan tersenyum pada Nila.


lagi bad mood saja, lagian tidak ada hal penting yang harus dibicarakan! jawab Nila dengan lugas.


oke deh, kalau begitu bagaimana kalau kita singgah dulu disana dan beli gula manis,beserta jagung pop corn, bujuk Zidan pada sepupunya yang tengah ngambek.


Nilapun tersenyum, tau saja cara redakan bad mood orang. Nila mencubit manja sepupunya dan tersenyum.


Setelah membeli beberapa bungkus pop corn merekapun beranjak dan menuju kekantor. Sesampai dikator merekapun fkus pada tugasnya masing-masing yang sesekali mereka melakukan sharing informasi yang berkenaan dengan projek yang tengah mereka kerjakan.


Rumah Tuan Daniel


sayang kalau makan pelan-pelan lah,jangan terburu-buru nanti tersedak lho. Ucap mamanya yang sedari tadi memperhatikan Zarina.


iyaa ma,Zarina buru-buru karena sore ini ada janji dengan teman kampus, sambil melirik jam ditangannya. Yaah telat 2 dua puluh menit, oke maa, Zarina pergi dulu yaa?

__ADS_1


muaaah,,,satu ciuman dipipi mamahnya dan langsung menuju pintu keluar.


Mamanya hanya bisa menggeleng-geleng kepala atas apa yang ia saksikan barusan.


__ADS_2