
ya Allah Zarina, bagaimana bisa mama melepaskanmu untuk menjadi istri orang kamu masih terlalu kekanakan untuk menikah,sedangkan mama belum puas melihat kamu tumbuh dewasa.kata mamanya dalam hati dan merasa enggan atas perjodohan anaknya.
ma,,,kok melamun dimeja makan? ucap suaminya
eh iyaa hmm,,, Mama tidak bisa bayangin Zarina akan menjadi istri orang pa, Mama belum puas melihat anak-anak kita bermanja-manja dengan kita. Kini kita melepaskan anak perempuan kita untuk menjadi milik orang lain. Jelasnya dengan wajah sedih
Ya Allah ma,kok mikirnya kejauhan sekali,seolah-olah kita tidak akan berjumpa lagi dengan Zarina. Lagian kitakan belum musyawarah dengan anak kita. jelas suaminya dan tersenyum.
papa selalu begitu,tidak paham perasaan mama, saya ini seorang ibu pa,yang membesarkan anak-anak.wajar dong kalau saya merasa sedih. jawabnya sewot.
lhoh, kok papa yang kena marah? lagian papakan berbicara kejadian akan datang,apapun kondisi dan situasi Zarina dan Farel tetap putra dan putri kita. Jelasnya sambil tersenyum
sambil menyalami istrinya,ya sudah ma,papa berangkat kekantor dulu ya? kalau ada apa-apa call papa yaa? ucap suaminya dan meninggalkan ruang makan.
punya anak dan suami super sibuk ya gitu nasibnya ya nyonya, kata bik inah pada mamanya Zarina.
iya bik inah, sepertinya waktu berjalan begitu cepat bahkan sayapun belum puas melihat anak-anak tumbuh dewasa. yaaah mau gimana lagi mereka sudah punya pilihan hidup masing-masing.
ya Allah nyonya ini ngomong apasih, seperti mau nikahkan kedua anak saja.bik inah tersenyum mendengar perkataan majikannya.
__ADS_1
tiba-tiba telfon rumah berdering, bik inah langsung mengankat telfon.
nyonya, ada telfon dari nyonya Siti.
iyaa bik, Assalamualaikum Siti ?
iyaa,,
apa,,,
ohh,,,,
insya Allah.
ya Allah satu masalah belum selesai sudah ada tuntutan masalah kedua. Bagaimana cara saya sampaikan pesan ini pada Zarina? sangat berat rasanya Ya Allah.kata mamanya zarina dalam hati
ia sangat khawatir karena pihak keluarga Zidan mendesak untuk segera menjodohkan anaknya. Ia sendiripun sudah mantap berbisanan dengan keluarga Zidan hanya saja menunggu moment yang tepat untuk memgatakan pada Zarina.
Detik berganti Menit,Menit berganti Jam.
__ADS_1
Assalamualaikum ucap Zarina dengan membawa beberapa buku besar yang berjejeran ditanganya.
waalaikumssalam nak,ucap mamanya sambil menyalami Zarina.
ya Allah adek,kok bukunya banyak kali? kenapa tidak bawa trolly sekalian saja biar gak berat peganganya.ucap mamanya sambil tersenyum.
iyaa ni mah, besok hari terakhir adek siap ujian,jadi buku-buku yang sudah adek ikut ujian adek bawa pulang kerumah saja.
hmmm gitu yaa? berati besok hari terakhir adek ujian yaa?
iyaaa maa,,,kok wajah mama berubah begitu? apa ada hal penting yang mama mau sampaikan? ucap Zarina sambil memandang wajah mamanya.
ooh,,,ini,, tidak tidak ada sayang! semoga nilai adek bagus semua yaa? doa mama semoga adek selalu mendapat nilai yang baik.
tunggu,tunggu,, pasti mama ada sesuatu yang mama sembuyikan kan? ma jangan bohong pada adek, adek ini anak mama dan adek tau sifat dan perawakan mama ,kalau ada sesuatu yang tidak beres pada mama! ucap Zarina kesel pada mamanya.
Adek,,,hmmm
iyaa ma? Ada apa?
__ADS_1
se,,sebenarnya mama, mama
maa,kok dari tadi gak ngomong, adekkan jadi penasaran ini.