
Ruangan rumahpun dipenuhi beberapa hiasan dari tangan tim dekorasi. Putih dan krem membuat isi ruangan tamu terasa elegant , kini tiap sudut- sudut dipenuhi bunga-bunga.
Zarina berjalan perlahan antara yakin dan tidak atas apa yang akan terjadi beberapa jam kemudian. Ia akan bertunangan dengan orang yang tidak pernah dekat dengannya. langkah kakinya terasa kaku ketika melewati ruangan yang biasanya bermain lari-lari dengan kak farel, kini hanya kenangan yang akan tersimpan dimemory.
mama ,papa zarina ,sibuk dengan telfon masing-masing,karena ini adalah momen pertama putri kecilnya akan bertunangan. Wajah kebahagiaan sangat terlihat jelas pada kedua raut orang tuannya.
Ya Allah kalau itu yang membuat mereka bahagia, semoga kebahagiaan itu akan selalu terlihat diwajah mereka sampai kapanpun. Hamba ridha atas semua kehendakmu. ucapnya dalam hati sambil melihat kearah orang tua sambungnya.
Penata rias pun tiba,,dek, saya kak susan yang akan mempoles adek untuk menjadi permaisuri Mr Zidan,ucap nya tersenyum pada Zarina. Kak susan adalah teman Zidan satu sekolah,sejak kuliah mereka berpisah karena Susan kuliah dibagian tata rias.
Zarina didandan senatural mungkin,wajah nan imut dan berlesung membuat kak susan ikut terpana. Ia memang jarang merias diri .hanya beralaskan bedak bayi dan parfum . Tapi wajahnya yang putih bersih sudah mewakili kecantikan yang natural. Iapun termasuk perempuan incaran kaum Adam diperkulihannya.
__ADS_1
Tamu-tamu kerabat dekat sudah memenuhi rumah, kini yang ditunggu-tunggupun tiba yaitu keluarga Ziddan. Hanya saja Nila tidak terlihat bersama keluarganya.
Zarina memegang kedua tangan mama dan papanya, sambil menuruni tangga satu persatu, wajah terseyum manis pada tetamu yang tengan memandang ketigannya, bak raja yang sedang menuruni putri permaisuri, hiasan Batik coplel membuat keduanya semakin berwibawa.
Zidan melihat kearah Zarina dengan tersenyum lepas, Zarina terlihat sangat cantik. Seh-seh dari tadi matanya terus keatas yaaa? ucap mamanya Zidan pada anaknya sambil berbisik.
Zidan hanya tersenyum malu dan tunduk.
Tertua dari pihak Zidanpun langsung memasuki acara peminangan kini kedua belah pihak saling balas berbalas pantun,sesekali tawa para undangan dari kerabat terdekat.
Zarina hanya tertunduk dan terasa bagaikan mimpi disiang bolong, seisi rumah terlihat bahagia,hanya saja dirinya tidak merasakan apapun.
__ADS_1
setelah selesai proses penyerahan tukar cincin tunangan. Tertua dari pihak zidan satu per satu memuji kecantikan zarina.dan mereka mendoakan mereka agar segera menjadi pengantin. Suasana menjadi rame,dan penuh tawa.
mama dan papannya zidanpun tersenyum pulas atas pertunangan anaknya.
oh yaa,rencana pernikahan kapan? tanya salah satu dari tante zidan ditengah cengrama.
insya Allah minggu depan jawab mama Zidan dengan tersenyum. mama Zarina juga ikut menjawab ya Allah kamu gak sabaran yaa mau ambil anak saya secepatnya? ucapnya dengan gelak tawa.
Zarina sangat shok mendengar jawaban spontan dari calon mertuanya. Tapi ia tidak bisa berkata apapun,
Setelah semua niatan hajad selesai satu persatu berpamitan dan suasana rumah menjadi sepi. Adek istirahat saja dulu nak,adekkan kecapean dari tadi terima tamu. Ucap sang mama sambil memeluk anaknya, Ya Allah sayang mama sangat senang dan bangga pada adek, adek terlihat seperti putri tercantik didunia ini.Puji sang mama sambil mencium kening anaknya.
__ADS_1