
embun menyapa dengan lembut, matahari mulai menampakkan diri dengan gagahnya, tanda hari telah di mulai.
Mila keluar rumah untuk menghirup udara segar pagi hari belum selesai dia melangkah kan kakinya keluar rumah dia di kejutkan oleh seorang pria yang berbaring di sebuah bangku panjang di teras rumahnya dan orang itu adalah Rudi yang memutuskan untuk menunggu semalaman. Rudi masih tertidur Mila melangkah menuju kepada seorang penjaga dan bertanya "pak kenapa di ada disini ?"
"oh...si bos dari semalam di sini nona dia ingin masuk tapi melihat keadaan sudah senyap karena nona dan tuan kecil sudah tidur, dia memutuskan untuk tidur di sini"
Mila menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sang penjaga itu, Mila tidak mengerti kenapa Rudi seperti itu, Mila berniat membangunkannya namun Rudi sudah bangun. pandangan mereka bertemu seketika Mila langsung membuang pandangannya kearah lain.
Rudi memulai percakapan "Mila bisa kita bicara"
Mila hanya mengangguk, mereka melangkah masuk ke dalam rumah, mereka duduk di bangku tamu Rudi bertanya "Mila bagaimana kalau kita menikah sekarang, aku sudah benar-benar siap untuk menikahimu sekarang , bagaimana denganmu?" Rudi memang tidak ingin basa-basi lagi karena inilah yang dia inginkan, berharap Mila berpikiran sama dengannya. Mila hanya diam mendengar permintaan Rudi, dia memandang Rudi dengan saksama, "begini mas, aku ingin bertanya apakah kamu mau bertanggung jawab karena merasa bersalah atau apa, kalau hanya untuk rasa bersalah aku katakan bahwa aku sudah memaafkanmu, aku tak bisa menikah dengan seorang pria hanya karena merasa bersalah atau karena ingin bertanggung jawab, aku ingin ketulusan hati dan cinta murni bukan karena tanggung jawab, kalau soal Indra aku tak akan melarangmu untuk bertemu dengannya aku sudah memaafkanmu, aku sudah menerima semua takdir hidup ku ini" Mila tidak mau mengenang masa lalu lagi karena apa yang di alami Rudi juga berat dia hanya akan fokus pada satu tujuan yaitu hidup dengan baik bersama nenek dan juga Indra.
Rudi yang mendengar jawaban Mila tersenyum senang "apa kau tak membaca buku harian mu lagi, aku sudah jatuh cinta padamu sejak awal aku melihat fotomu dan membaca harianmu itu, jadi bolehkah kita mencoba membina hubungan yang baik?".
..."mas tolong beri aku waktu, nanti aku akan menghubungimu, kau pulanglah dulu, aku janji akan memberi jawaban secepatnya " Mila berniat mendiskusikan semuan dengan nenek beserta anaknya....
....
Rudi pamit pulang, dan Mila bergegas masuk ke dalam rumah berniat membangun kan Indra namun dia mendapati anaknya itu berdiri di depannya dengan wajah sedih, Mila tidak mengerti kenapa anaknya bisa sedih dan bertanya " ada apa sayang?"
"mah, bolehkah aku punya ayah seperti teman-temanku sepertinya Paman yang tadi adalah ayahku" wajahnya di buat sememelas mungkin agar ibunya setuju.
"kamu dengar semuanya ya?" tanya Mila pada anaknya dan hanya di anggukan oleh Indra.
"dengar ya sayang, mama bisa saja menerima dia tapi itu tidak semudah yang kamu pikirkan dari pihak kita mungkin setuju tapi apakah dari keluarga nya juga mau menerima kita, Paman Rudi bukan cuma sendiri dia punya keluarga sendiri, jika mereka tak mau menerima kita masa kita harus memaksa, semua ada waktunya kamu tinggal menunggu saja oke?".
Indra mengangguk tanda mengerti. kemudian mereka keluar rumah menuju ke apartemen tempat nenek berada dan mendiskusikan semuanya. setelah sampai Mila mengutarakan semuanya pada neneknya sang nenek tersenyum senang "Mila, nenek menyetujuinya yang penting kamu bahagia dengan pilihanmu". Mila yang mendengar jawaban sang nenek tersenyum.
...
__ADS_1
di sisi lain Rudi sedang gelisah menantikan jawaban Mila, dia tak bisa fokus pada pekerjaan di depannya, Budi yang memperhatikan tingkah laku bosnya hanya bisa tersenyum kemudian terlintas dipikirannya untuk menggoda bosnya itu kemudian senyum jail terukir di bibirnya "bos aku khawatir Mila tidak akan menerima bos karena sudah punya kekasih lain walau bagaimanapun ini sudah 8 tahun lamanya tidak mungkin tidak ada yang singgah di hatinya iyakan apalagi Mila itu cantik dan sangat baik bak malaikat tak mungkin kan nggak ada yang suka?"
Rudi tersentak setelah dipikir-pikir apa yang di katakan oleh Budi benar adanya, kemudian dia memerintahkan Budi dengan wajah yang sangat menyeramkan "kau harus mencari tau tentang semuanya dan harus selesai dalam 1 jam sekarang".
Budi kaget dan langsung menyesali perbuatannya "sial, aku cari penyakit sendiri" gerutunya dalam hati tanpa basa-basi dia langsung mengerjakan tugas yang diberikan bosnya itu.
setelah Budi keluar Rudi langsung keluar kantor menuju rumahnya sampai di gerbang rumahnya dia mendapati sebuah mobil sedan yang di kenalnya, buru-buru dia menuju ke dalam rumah, sesampainya di dalam rumah dia mendapati semua orang senyap tanpa kata, merasa tak nyaman dengan keadaan itu dia lantas berkata "Mila kamu di sini dan siapa ibu ini?" tanyanya dengan bingung karena Mila belum memperkenalkan nenek Inah dengannya.
"oh...ini nek Inah yang menampung Dan merawat aku dan Indra selama di desa" Rudi manggut-manggut.
"oh ya apa kedatangan kalian kesini untuk menjawab semua permintaan dariku?" Rudi benar-benar mengharapkan agar Mila mau menerimanya.
Mila terdiam, melihat keadaan itu nek Inah yang angkat bicara "begini nak Rudi, Mila sudah menceritakan semuanya perihal kau dan dia dari masa lalu sampai permintaanmu menikah, soal nenek yah terserah indah asal dia bahagia tapi nak Rudi nenek ingin menanyakan apakah keluargamu mau menerima Mila bagaimanapun kami hanyalah orang miskin jauh di bawahmu perbedaan kalian sangatlah nampak bak langit dan bumi nenek tidak ingin setelah menikah Mila akan di tekan oleh keluargamu atau di sia-siakan olehmu jadi kamu harus minta persetujuan keluargamu dulu setelah itu baru kami akan memutuskan mau menerimamu atau tidak sebab Mila telah banyak menderita nak susah payah dia bangkit dari keterpurukannya nenek tak ingin dia menderita lagi".
Rudi benar-benar lega mendengar penjelasan nek Inah dari penjelasannya Rudi mengerti bahwa Mila benar-benar tak memiliki pria lain di hatinya, ke khawatirannya langsung lenyap begitu saja. Rudi benar-benar senang wanita yang di cintainya akan jadi istrinya sebentar lagi dan anaknya akan resmi menjadi anaknya kebahagiaannya tergambar jelas di wajahnya "nenek jangan khawatir saya akan mencintai Mila dan menjaga nya dengan baik saya berjanji dan untuk keluarga saya sudah tak punya orang tua saya yatim sejak kecil orang tua saya meninggal dalam kecelakaan, tapi saya memili keluarga angkat yang sudah saya anggap keluarga sendiri saya yakin mereka akan menerima Mila soalnya yang membantu saya mencari Mila adalah mereka nek".
mendengar jawaban Rudi nek Inah dan Mila saling pandang dan tersenyum "baiklah nak, kalian atur saja semuanya nenek akan bantu semampu nenek, toh nenek sudah tua hanya akan merepotkan kalau membantu banyak".
Rudi tanpa basa-basi langsung menjawab dengan mantap "it's no problem, biar gimana pun dia adalah penyelamat anak dan istriku, kau tenang saja sayang".
Mila terkejut mendengar jawaban Rudi yang di rasanya ngasal "hey, kita belum menikah kenapa kamu langsung main istri-istrian dan sayang-sayangan, dasar nggak waras".
seisi rumah tertawa melihat kejutekan jawaban Mila pada Rudi. salah satu pelayan berkata "tuan jangan buru-buru ntar juga jadi, kami akan merawat nyonya, tuan muda dan nyonya besar kelak" para pelayan hanya mengangguk setelah mereka berbincang beberapa kata dengan Mila mereka tau Mila orang yang baik dan akan jadi nyonya yang baik Indra juga tidak nakal dia anak yang penurut.
Rudi yang mendengar jawaban Mila hanya tertawa lepas. kepala pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka bergumam "ya Allah sudah lama saya tak melihat tuan tertawa selepas itu, semoga nyonya baru ini akan membawa kebahagiaan di rumah ini" tadinya dia ingin menelpon Rudi agar pulang ke rumah, belum sempat menekan tombol, yang mau di telepon sudah berada di depan rumah.
...
setelah Rudi memperkenalkan Mila pada Alex dan Nita beserta keluarganya yang lain mereka sangatlah menerima Mila dan senang dengan kebaikan Mila dan nek Inah, Indra yang baru pertama bertemu Bryan pun langsung akrab sampai Alex dan Nita heran anak sedingin Alex bisa cair juga berkat Indra yang ceria, mereka bermain sampai malam hari seolah Bryan mendapatkan harta Karun setelah pulang ke rumahnya dia selalu memuji Indra yang bisa berbagai macam permainan baik modern maupun tradisional, Bryan ingin agar pamannya Rudi cepat menikah dengan Mila agar dia dan Indra bisa bermain sepuasnya.
__ADS_1
di dalam kamar Alex dan Nita berbincang "Lex, Mila benar-benar baik dan cantik yah, pandai bergaul dan jujur orangnya". puji nita.
"iya sayang semoga Rudi akan benar-benar bahagia kali ini, anakmu juga kelihatan sangat bahagia mendapatkan teman baru, padahal selama ini banyak yang ingin berteman dengannya tapi selalu di tepis hingga banyak yang menjauhi dia, aku pikir dia akan jadi anak sedingin kutub Utara, aku heran kenapa Indra bisa langsung akrab dengan anak kita ya sedingin itu"
"yang aku dengar dari pendapat Bryan sih katanya yang mau berteman dengannya selama ini tidak tulus, begitu bertemu Indra yang ceria, polos dan tulus mau berteman dengannya, Mila telah mendidik Indra dengan baik. oh ya kata nek Inah anakku yang di kandunganku ini perempuan bagaimana dia bisa tau yah padahal kan kandunganku baru 3 bulan lebih belum besar aku aja yang dokter belum tau bahkan jika di USG 4D pun belum nampak dia mengelus-elus perutku tadi teman-temanku di rumah sakit saja belum banyak yang tau sebab belum ku beritahu toh belum nampak seperti orang hamil, terus aku tanya nenek tau di mana kalau aku hamil dan yang di dalamnya perempuan kan belum besar juga, katanya aku terlihat lebih cantik dan anggun saat kehamilanku yang kali ini, perbedaan perempuan hamil dan tidak katanya berbeda, yah aku mengamini saja" Nita juga berharap yang di katakan nek Inah benar adanya bahwa anak dalam kandungannya perempuan.
Alex mencium kening istrinya "mudah-mudahan yah sayang menurutku orang tua tak pernah salah, dulu ibu juga bisa langsung tau kalau anakmu laki-laki tanpa harus menunggu sampai di USG".
Nita manggut-manggut "oh ya sayang kita kasih kado apa untuk pernikahan mereka?"
"aku kasih obat kuat untuk Rudi biar bisa tahan lama, dan langsung jos hamil istrinya nanti" senyum jail terukir di wajah Alex.
Nita pun tak kalah jail "hehehehe...aku akan kasih hadiah pajama **** or lingerie pada Mila biar Rudi tambah semangat dan kita atur kamar untuk mereka, usahakan tak ada kain ganti selain lingerie di lemari" suami istri yang jail ini melakukan tos senyum jahat tergambar di wajah keduanya.
mereka pun tertidur sambil memikirkan kejailan yang akan mereka perbuat.
...
di sisi lain Rudi dan Mila yang berada di tempat berbeda sama-sama gelisah memikirkan pernikahan mereka yang sudah di sepakati untuk di lakukan secara sederhana dalam waktu dekat, Rudi melihat amplop coklat pemberian Nita dan Alex yang ternyata berisi tiket pesawat untuk honeymoon ke Eropa tadinya di tolak oleh Rudi namun Alex tidak perduli dan Rudi harus pergi untuk bulan madu itu "sial aku ingin beli sendiri kalah cepat dari keluarga jail itu, tunggu sebentar ini baru hadiah utama hadiah jahilnya belum ada, waduhhh...akan seperti apa balas dendam mereka padaku yah,,," Rudi mulai khawatir mengingat dia juga menjaili Alex dan Nita waktu itu, seketika dia berkeringat dingin "waduhhh..mati aku". mengingat Alex bukanlah orang yang mau berbaik hati memaafkan.
hari demi hari berlalu tibalah saat pernikahan semua merasa gugup termasuk sang pengantin, Rudi mengatur keamanan dengan ketat di bantu Alex dan Budi, Rudi hanya mengundang anak Siska namun tidak dengan ibunya Rudi khawatir jika Siska akan membuat keributan nanti.
benar saja Siska memaksa masuk dengan anaknya dengan alasan mendampingi anaknya namun tak di berikan izin oleh penjaga, akhirnya Siska dan anaknya tak bisa masuk, Siska mencoba berbagai cara namun gagal dia juga dia juga sudah menemui Mila untuk menghasutnya, untung Mila sudah tau semua perihal Siska jadi dia tak mempercayainya, Siska menyewanya jasa pembunuh untuk melenyapkan Mila dan Indra namun di gagalkan oleh orang suruhan Alex dan Rudi yang melindungi Mila beserta keluarganya dari jauh.
Siska benar-benar sangat marah semua rencana yang di jalankannya gagal total gara-gara Rudi dan Alex, Siska merasa tidak adil dengan semuanya "kenapa? kenapa? hanya aku yang menderita, sementara Rudi dan pelakor murahan itu bahagia, Alex juga bahagia dengan si ****** Nita itu, aku wanita yang paling terhormat malah mereka sia-siakan, awas saja kalian pasti akan menyesal" lalu Siska pergi dengan marah sambil menggandeng anaknya.
pernikahan berlangsung khidmat semua orang bahagia hanya keluarga terdekat yang hadir di sana tak ada orang lain.
flashback Bryan off...
__ADS_1
Bryan menghembuskan napasnya "drama bangat keluarga kalian ini".
dan berlalu meninggalkan Indra yang sudah tertidur.