
Rudi membuka lemari tua itu terdapat beberapa barang yang tertata rapi, penglihatan rudi terhenti di sebuah buku catatan kecil bertuliskan HARIANKU😑.
Rudi perlahan membuka harian itu membacanya dengan sangat antusias. Halaman perhalaman di bukanya tiba-tiba air matanya jatuh dengan tak terduga, rudi benar-benar merasa sangat sedih atas apa yang sudah di jalani oleh gadis kecil itu dengan tubuh kecilnya dia membanting tulang hanya untuk sesuap nasi tak ada sanak keluarga yang membantunya orang-orang yang menyayanginya telah pergi. Dia membolak-balik halaman demi halaman berhenti di 3 halam terakhir yang berisi tentang kemalangan yang menimpanya karena di sebabkan oleh rudi.
tanggal xx bulan x..
Ya allah apa salahku sehingga aku bisa bernasib malang seperti ini tak cukupkah kau mengujiku selama ini? Kau mengambil ayah dan ibuku dengan cepat dengan membawa adikku yang belum lahir bersamanya menghadapmu, kemudian nenekku yang menyayangiku juga dengan cepat kau ambil, aku tetap bertahan, aku tak pernah menyerah mencoba segala yang aku bisa untuk bertahan di dunia yang kejam ini.
Ya allah...
Kenapa aku tak kau beri firasat bahwa hari itu semua yang aku pertahankan akan runtuh seketika, aku berniat menolongnya karena merasa kasihan dengannya namun apa yang aku dapatkan hanyalah balasan yang sangat tak terduga, dia merampas kesucianku tanpa belas kasihan, dia menghinaku tanpa bertanya dengan jelas, setelah dia menodaiku, dia melemparkan segepok uang tepat di wajahku hingga membuat dahiku berdarah, apakah semua orang kaya seperti itu? Selalu memandang rendah kami yang hanya orang miskin tak berdaya, aku memang butuh uang tapi tidak dengan cara seperti itu, harga diriku benar-benar sudah tak ada lagi siapa lagi yang mau menerima seorang gadis yang telah ternoda sepertiku. Ayah ibu maafkan anakmu yang tidak bisa menjaga diri dengan baik, nenek aku telah sampai di titik terendah di hidupku apa yang harus Ku lakukan??
Tanggal xx bulan x...
Ya allah apa yang terjadi padaku mengapa perasaanku sangat tak karuan, kepalaku sering pusing dan perutku sering sakit apakah karena kejadian seminggu lalu yang tak bisa kulupakan ini sudah hari ke 8 aku tak masuk kerja, aku merasa malu bertemu dengan para sahabatku, aku ingin menenangkan diri agar merasa lebih baik tapi mengapa perasaan ini benar-benar sangat tidak enak.
Ya allah ternyata aku hamil dan anak ini adalah anak pria itu, sore ini aku memberanikan diri membeli tes kehamilan sebanyak 5 buah tapi hasilnya sama semua, dia harus bertanggung jawab aku akan mencoba mencarinya berdasarkan papan nama ini.
Tanggal xx bulan x..
Ya allah lelaki yang menodaiku bernama rudi hendrawan dia seorang pengusaha kaya yang sudah beristri, apa yang harus kulakukan jika aku datang untuk meminta pertanggung jawaban apa yang akan terjadi pasti istrinya tak akan menerima, aku bisa mengerti karena aku seorang perempuan, apa aku harus menggugurkannya tapi anak ini tak bersalah tapi jika aku membiarkannya lahir dia akan lahir tanpa ayah dan itu akan jadi omongan tetangga. Apa yang harus ku lakukan?
Tanggal x bulan x...
Ya allah aku memutuskan untuk melahirkan anak ini dan akan memberinya semua kasih sayangku, sehingga dia tak akan merasa kekurangan kasih sayang, aku yakin suatu saat ada lelaki yang akan menerimaku apa adanya.
Tanggal x bulan x...
Ya allah aku akan meninggalkan rumah ini, apakah ayah dan ibu serta nenek akan marah padaku? Tapi jika aku tak meninggalkan kota ini aku akan menjadi omongan tetangga.....
Buku catatan itu berakhir begitu saja, rudi benar-benar hancur dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar badannya gemetar peluhnya bercucuran air matanya makin deras "arrgghhh..." dia menjerit dengan sangat putus asa sopir dan tukang kunci buru-buru masuk dan menjumpai sang bos dalam keadaan kacau.
"bos ada apa?" sang sopir sangat cemas melihat bosnya seperti itu, tak mendengar jawaban dari bosnya dia menelpon sekretaris rudi.
"halo, pak sekretaris tolong ke sini pak bos gawat" ucap pria itu dengan nada cemas.
yang di seberang telfon kaget "hahh..kalian di mana kenapa dengan bos".
"di rumah gadis yang dia suru selidiki beberapa minggu lalu coba kamu kesini" pinta si sopir.
begitu menutup telpon, sang sekretaris buru-buru berangkat ke tempat bosnya berada tak butuh waktu lama dia tiba di tempat itu mendapati bosnya yang sangat kacau dia bergumam "sebenarnya ada apa dengan bos".
belum sempat dia bertanya rudi berseru dengan wajah acak-acakkan "budi, dia sudah pergi, aku terlambat,, aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar,, budi aku sangat berdosa" kata-kata rudi tercekat dia tak mampu melanjutkannya kemudian dia memberi sebuah buku catatan tersebut pada pak budi "kau baca ini di 3 halaman terakhir dan kau akan mengerti".
dengan penuh hati-hati budi membuka catatan dan mulai membacanya seketika matanya terbelalak reflek dia berteriak "bo..bo..bos apa yang telah kau lakukan?" kemudian dia melanjutkan membacanya dan berteriak lagi "bos...dia hamil dan sudah pergi entah kemana?".
rudi hanya menggeleng "pokoknya kita harus mencarinya apappun caranya kau mengerti" pinta rudi pada sekertarisnya.
....
lalu mereka pulang kekantor rudi langsung kerumah tanpa menjumpai siska yang entah di mana dia tak peduli lagi, rudi mengunci diri dalam kamarnya dengan rasa bersalah yang amat besar "mila kamu di mana sih? Kenapa pergi? Aku akan bertanggung jawab...kenapa tak mencariku padahal kau sudah tau siapa aku.
hari sudah mulai gelap dan rudi belum keluar dari kamarnya, siska yang habis bersenang-senang sudah pulang bermaksud untuk masuk ke kamar bersih-bersih namun pintu terkunci dia menggedor dan bertanya pada pelayan "apa tuan sudah pulang".
pelayan mengangguk dan berkata "iya, nyonya dari siang tuan sudah ada tapi langsung masuk kamar dan belum keluar sampai sekarang makanannya pun tak mau di makan".
siska hanya mengangguk dan menyuruh pelayan pergi.
__ADS_1
"mas buka pintunya aku mau masuk untuk bersih-bersih" pintanya pada rudi namun tak ada jawaban berulang kali siska menciba namun tak ada jawaban dia pun memutuskan untuk ke kamar lain "huh..kenapa sih aneh".
setelah pagi rudi turun dan sudah berganti pakaian lalu langsung ke kantor tanpa sarapan siska yang bertanya pun hanya di diamkan. Berminggu-minggu ke adaan itu terus berulang siska sudah tak tahan "mas kamu kenapa sih,,akhir-akhir ini jadi aneh..aku ini butuh perhatian kamu loh aku lagi hamil anakmu".
rudi hanya diam dia mengepalkan tangannya sambil berlalu tapi di tahan oleh siska "kamu nggak boleh kemana-kemana sebelum jawab pertanyaanku..kamu kenapa".
akhirnya rudi bicara "aku nggak apa-apa, kamu nggak usah perduli" rudi pun berlalu.
siska hanya mengangkat bahunya "ya udah, toh uang belanjaanku masih sama".
...
rudi banyak diam sudah berjalan beberapa bulan dia selalu seperti itu semua telah berubah kecuali dia tetap mengerjakan tugasnya sebagai bos di kantor setelah itu dia selalu datang kerumah mila berharap ke ajaiban kalau-kalau mila sudah pulang, dia juga mengerahkan seluruh usahanya untuk mencari mila tapi tetap nihil bahkan dia sudah meminta bantuan alex dan nita dan menceritakan kejadiannya, pasangan suami istri itu sangat terkejut, alex bersedia membantu begitu pula dengan nita dia menggunakan koneksinya sesama dokter di setiap daerah dan kota mungkin saja mila memeriksakan kandungannya di salah satu rumah sakit kenalan namun hasilnya nihil.
mila bak di telan bumi, rudi sangat putus asa. Tak terasa waktu lahiran siska dan nita sudah tiba yang berarti mila juga sudah akan melahirkan karena mereka hamil bersamaan hanya berbeda sebulan antara mila dan siska. Rudi benar-benar sangat hancur mengingat anaknya yang akan lahir dari kandungan mila namun entah di mana bagaimana ke adaannya.
siska melahirkan seorang anak perempuan dan nita melahirkan anak laki-laki bersamaan dengan siska di rumah sakit yang sama.
...
di sebuah desa terpencil di pedalaman sumatra mila berjuang melahirkan anaknya di bantu oleh bidan di desa tersebut dengan sekuat tenaga akhirnya dia melahirkan seorang anak laki-laki, mila tersenyum dan menangis bersamaan "selamat datang nak, ibu akan memberimu semua kasih sayang yang ibu miliki, kita akan berjuang bersama ya sayang" dia mencium kening anaknya dengan penuh kasih sayang.
mila datang ke sebuah desa terpencil di sumatra di sini dia bekerja sebagai buruh tani, mila tinggal bersama seorang nenek yang sebatang kara, nenek tersebut sudah menganggapnya sebagai anaknya karena sang nenek tak memiliki anak sampai suaminya meninggal.
....
tak terasa 7 tahun berlalu rudi tak kunjung menemukan mila, mila tak pernah kembali kerumahnya rudi selalu menyuruh orang membersihkan rumah mila dengan keyakinan suatu saat mila akan kembali lagi. Rudi sudah mulai bisa menerima kenyataan tapi tak pernah putus berusaha mencari mila.
anak siska juga sudah berumur 7 tahun yang di beri nama lala, demikian dengan anak alex dan nita sudah berumur 7 tahun mereka memberinya nama bryan sekarang nita sudah mengandung anak kedua mereka.
siang itu rudi sibuk dengan dokumennya aktivitas berjalan seperti biasa, sorenya rudi mengajak budi untuk meninjau sebuah proyek di sebuah distrik kawasan elit, tiba-tiba budi datang dengan buru-buru "bos...i..i..tu." dengan terbata-bata berusaha memberitahukan bosnya apa yang dilihatnya. budi yang tadinya berkeliling distrik singgah di sebuah restoran dan mendapati siska yang lagi bermesraan dengan seorang pria lalu buru-buru memberitahu bosnya.
budi menceritakan perihal yang dilihatnya, kemudian mereka menuju ke restoran tersebut melihat siska dan pria itu yang hendak keluar restoran, rudi menyuruh sekretarisnya mengikuti arah mereka dan sampai di sebuah hotel, mereka masih terus mengikuti siska tanpa sepengetahuannya, sebenarnya selama ini rudi sudah mengumpulkan berbagai macam bukti untuk menceraikan siska karena dia sudah tak tahan dengan kelakuan siska yang sangat tak tahu aturan begitupun dengan budi yang sudah sangat jengah dengan kelakuan nyonya bosnya itu, dengan semangat dia mengikuti semua arahan bosnya untuk menangkap basah siska menyempurnakan bukti yang sudah ada selama ini.
kemudian brak bunyi pintu yang di dobrak mengejutkan siska yang tengah beradegan panas dengan selingkuhannya, melihat rudi dan budi siska jadi sangat ketakutan dan gugup "ma..mas...aku bisa jelasin..ini gak seperti yang kamu lihat" siska berusaha mengelak meski sudah bugil bersama lelaki itu, sifat sangat tak tahu malunya itu membuat budi dan rudi sangat jengah, rudi sudah tak tahan "hey, ****** kamu pikir baru kali ini aku tau kau sering tidur dengan pria lain, aku sudah tau semuanya dari pertama hingga akhir serta anakmu yang entah punya siapa itu" muka rudi memerah.
siska melotot "apa maksudmu mas aku nggak pernah seperti itu, itu hanya tuduhan yang nggak berdasarmu, dan lala adalah anakmu bukankah malam itu kita berhubungan intim kamu jangan sembarangan bicara, aku wanita terhormat, aku seorang artis papan atas kenapa aku melakukan itu, yang kamu lihat sekarang hanya salah paham" siska benar-benar tak mengakuinya dia masih menyombongkan dirinya dengan angkuh walau sudah tertangkap basah. Budi yang melihat siska benar-benar sudah sangat ingin mencekik wanita itu hingga mati "wanita ini benar-benar tak tahu malu, dan sangat tak tahu aturan apa sih yang di ajarkan orang tuanya" budi menggelengkan kepalanya karena heran kok ada ya wanita seperti itu sudah salah masi sangat arogan.
Rudi menggeretakkan giginya menahan emosi mukanya sudah sangat merah padam tatapannya seakan seperti pedang yang siap membunuh mangsa "aku tidak menidurimu malam itu, aku hanya membuatmu mabuk, aku sama sekali tak pernah menyentuhmu sekalipun, bagaimana bisa lala anakku, kau bersyukur aku masih menyayanginya seperti anakku sendiri" lalu rudi berlalu dari kamar hotel itu dengan marah semua yang terpendam selama ini sangat banyak saatnya menyelesaikan ini.
"budi, kamu hubungi pengacaraku urus semuanya kamu pasti mengerti maksudku aku sudah sangat lelah dengan semua ini" pinta rudi pada budi, segera budi mengerjakan tugasnya.
tak lama kemudian rudi sampai di rumah di susul oleh siska yang menangis tersedu-sedu "mas kamu nggak bisa kayak gini aku istrimu dan lala tanggung jawabmu" di bersih keras membantah. Para pelayan tak berani ikut campur mereka juga tau kelakuan nyonya rumah selama ini dan mereka hanya diam, lala yang masih kecil tidak tahu apa yang terjadi dan hanya melanjutkan kegiatannya, yah lala tumbuh menjadi anak manja dan menyebalkan, banyak pelayan yang kewalahan dengannya sifat sombongnya menurun dari ibunya.
rudi tak perduli dengan keluhan siska dia hanya duduk diam menunggu pengacara dan budi yang akan mengurus semuanya. Tak lama kemudian pengacara bersama budi telah datang siska yang melihat sedikitnya telah mengerti bahwa dia akan di ceraikan, pengacara dan budi menjelaskan semuanya pada siska beserta bukti yang mereka kumpulkan dan tak bisa dibantah begitu semua bukti di serahkan di pengadilan pasti tak ada bantahan lagi dan mereka langsung bercerai namun bukan siska namanya kalau langsung menyerah "mas kamu nggak akan bisa menceraikanku, perusahaan atas namaku kalaupun kita bercerai perusahaan itu akan jadi milikku, dan akau akan membawa lala" ancam siska.
rudi tak mengubris siska dan hanya memrintah budi "budi selesaikan semua, aku ingin dia keluar malam ini dari kediaman ini". Tanpa pikir panjang rudi langsung mengiyakan. Siska benar-benar tak berdaya semua usahanya sia-sia, pelayan yang meilhatnya hanya menggeleng "huh...akhirnya kita akan bebas dari nenek sihir bersama putri sihirnya itu" pelayan lain hanya mengangguk mereka sudah tau semuanya dan menungu tuan mereka bergerak dan akhirnya mereka lega hari yang di tunggu telah tiba.
...
siska dan rudi akhirnya bercerai perusahaan yang atas namanya ternyata telah berganti hak tanpa sepengetahuannya dan itu di lakukan rudi saat dia mabuk dulu yang tanpa sadar menandatanganinya. Walau konpensasi yang di berikan rudi lumayan besar cukup untuk dia dan anaknya siska masih tak puas.
saat siska menyendiri di sebuah cafe dia terkejut melihat seorang anak yang mirip wajah rudi "siapa anak itu kenapa dia sangat mirip rudi" namun itu hanya melintas sekilas sesaat kemudian siska kembali melamun.
...
mila telah kembali ke kota ini namun tidak berani kerumahnya takut akan bertemu pria itu lagi, dia membeli sebuah apartemen sederhana untuk tempat tinggalnya bersama anaknya dan nenek yang merawatnya. Mila sudah memiliki sedikit penghasilan berkat kerja kerasnya di desanya itu dia sudah punya perkebunan yang lumayan luas karena memang selama ini dia kuliah di bagian pertanian jadi tak sulit baginya untuk memulai usaha dengan bertani seolah tuhan membantunya usahanya yang tadinya hanya sepetak tanah kemudian selalu bertambah. dia telah menjadi seorang bos walaupun tak terlalu besar namun cukup untuk dia dan keluarga kecilnya, dia memutuskan untuk kembali karena anaknya sudah bersekolah, di desa itu pendidikan masih di bawah rata-rata. Sebenarnya sudah masuk 2 tahun dia kembali namun tak berani kembali ke rumhanya mungkin suatu saat.
__ADS_1
...
perceraian rudi dan siska menyita banyak waktu rudi tak terasa sudah 2 bulan dia tak pergi ke rumah mila namun selalu menyuruh orang mengawasinya. Siang itu rudi dan budi makan di sebuah cafe tiba-tiba ada seorang anak yang menyapanya "hay paman, kenapa wajahmu sangat mirip denganku...apakah kau ayahku?" rudi yang mendengar itu seketika kaget dan menyemburkan air yang di minumnya sampai mengenai budi yang duduk di hadapannya, lalu perlahan dia berbalik melihat anak tersebut di ikuti oleh budi mereka sontak sangat kaget dengan anak itu "bo..bo..bos dia siapa?" tanya budi yang sangat kebingungan memang benar anak itu sangat mirip bosnya.
rudi yang melihat anak itu langsung terdiam.
flash back...
mila dan indra sedang jalan-jalan, saat lapar mereka mampir di sebuah restoran "bu aku lapar ayo kita makan, cacing di perutku sudah berdemo" wajah cubby indra memelas agar ibunya mau membawanya makan dan mila mengiyakan "baiklah tuan kecil". Mereka berdua menuju resto tersebut saat masuk indra tak sengaja melihat rudi dan kaget dengan wajah rudi yang mirip dengannya ia sangat penasaran namun dia menahan rasa ingin tahunya. Sehabis makan ibunya pamit ke toilet sebentar, dan buru-buru indra menuju ke arah meja rudi dan budi.
flash back of..
rudi masih dalam ke adaan kaget dan dia sadarkan oleh pertanyaan anak kecil itu lagi "paman aku bertanya padamu, apakah kamu ayahku?".
budi yang melihat bosnya linglung langsung menyadarkannya dengan menendang pelan kaki bosnya yang ada di bawah meja. Sontak rudi sadar dan bertanya pada anak itu "eh..kamu anak siapa nak dan namamu siapa?".
"nama saya indra paman saya anak dari..." belum selesai dia mengucapkan kalimatnya terdengar ibunya memanggil dari arah meja mereka, budi, rudi, indra meoleh secara bersamaan.
indra menunjuk ke arah ibunya "itu ibuku paman, namanya.." belum sempat dia menyebut nama ibunya rudi seketika berteriak "mila" indra kaget dan begitu pula dengan mila yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh, seketika menemukan arah suara mila langsung tercekat, badannya gemetaran, keringat mulai bercucuran ingin rasanya ia berlalu dari tempat itu namun seakan ada yang menahannya, mila membatu, rudi berlari ke arahnya di susul budi yang menggendong indra.
"paman, kenapa paman itu kenal ibuku?" tanyanya dengan polos.
"oh...itu ayahmu.. Kamu benar dia memang ayahmu" jawab budi apa adanya. Seketika indra bersorak "hore...aku sudah punya ayah".
mila yang melihat kedatangan rudi benar-benar ketakutan. Rudi langsung memeluknya "mila kemana kamu selama ini, aku selalu mencarimu, menuggumu untuk pulang kerumahmu, menjelaskan semuanya, aku mau bertanggung jawab untukmu, kenapa kau pergi" rudi gemetaran dan memeluk mila dengan erat.
mila yang berada di pelukannya seketika kaget dengan pernyataannya namun masih dalam keadaan ketakutan "a..a..apa maksudmu kau sudah beristri bagaimana kau akan bertanggung jawab, aku dan anakku sudah tenang kau jangan mengusikku lagi susah payah aku bangkit jangan kau dorong lagi, dan jangan mencoba mengambil anakku. Dia adalah anakku yan susah payah ku besarkan kalau kau berani bertindak, kali ini aku akan melawan dengan segala kemampuanku walau nyawa taruhannya, bahkan kalau memungkinkan aku akan membunuhmu" suara mila terdengar bergetar dan emosi tapi di dalamnya ada semacam ke khawatiran.
mendengar jawaban mila, rudi perlahan melepaskan pelukannya dan membelai rambut mila, namun mila menepis tangannya bahkan mendorongnya.
"mila tolong dengarkan aku, ku mohon..." rudi bersujud dan bersimpuh di kaki mila tanpa perduli pada orang-orang yang memperhatikannya, budi hanya diam saja dia tau apa yang sudah di lakukan bosnya dan apa yang di alami mila.
melihat semua itu mila bersedia mendengarkan apa saja yang akan dikatakan oleh rudi, kemudian mereka berpindah ke tempat yang privasi, budi hanya mengikuti langkah meeka sambil menggendong indra.
rudi menceritakan semuanya perihal pernikahannya dan kehilafan malam itu bahkan tentang perusahaan pemberian pun dia ceritakan. Budi membantu bosnya berbicara "nona apa yang di katakan bosku semuanya benar kalau kau tak percaya, coba kau tanya saja pada orang-orang di sekitar bos saya".
mila hanya terdiam, dia melihat ke arah pria itu memandang ke dalam matanya dan melihat ketulusan serta derita yang di tangunggnya selama ini, dalam hati mila berbisik "hidupnya sangat sulit, ku kira penderitaanku sudah sangat berat ternyata tak ada apa-apanya di banding dirinya, aku hanya melarikan diri tanpa tau itu semua" mila hanya diam dan berdiri secara perlahan "tolong berikan aku kesempatan berpikir" pintanya pada rudi.
rudi mengiyakan dan mila pamit pulang bersama indra, rudi ingin mengantarkan pulang namun mila menolak dia ingin menata hatinya dulu, berpikir apa yang terbaik.
mila berlalu di tengah perjalanan dia memutar mobilnya menuju arah rumahnya yang dulu.
rudi mengikuti langkah mila keluar dari restoran, rudi dan budi kaget dengan mila yang punya mobil sendiri dan dilihat dari pakaiannya sepertinya mila sudah cukup baik keadaannya. Namun yang bikin rudi penasaran apa yang sudah terjadi pada mila, sepeninggal mila mereka kembali ke kantor di dalam mobil rudi diam namun sekali-sekali dia tersenyum, budi yang melihat itu seraya berkata " udah bisa senyum bos, sudah 8 tahun aku tak melihat bos tersenyum lagi, apakah sudah lega?" budi yang seorang sekretaris tau bagaimana keadaan bosnya itu.
rudi mengangkat alisnya "belum bisa di bilang lega sih bud,, soalnya dia belum jadi istriku" jawabnya sambil tersenyum, dalam hatinya dia bertekad akan menikahi mila karena semenjak melihat poto mila dulu dia sudah jatuh cinta.
budi yang mendengarnya hanya bisa diam dan bergumam "bos semoga sukses".
di tempat lain mila sudah sampai di rumahnya dan benar ada seorang penjaga yang berada di depan rumahnya dan langsung memberikan kunci rumah mila apa yang di katakan rudi benar dia mengawasi rumah mila selama ini keadaan rumah tak berubah seperti saat di tinggalkan bahkan sangat bersih tak seperti rumah yang di tingalkan 8 tahun lamanya. Mila memeriksa semuanya dan menemukan semua barang masih di tempatnya, buru-buru dia membuka lemari mencari buku hariannya. Dia membuka buku harian itu melihat buku harian tersebut sudah di sambung oleh rudi berisikan tentang penantian rudi selama ini perjuangannya mencari mila.
dada mila sesak merasa tak percaya setelah membacanya mila keluar menemui penjaga "sudah berapa lama kamu berjaga di sini?".
"ini sudah masuk tahun ke 8 nona, kami ada beberapa orang selalu bergantian menjaga rumah ini" jawabnya dengan nada sopan.
kemudian ada seorang tetangga lama mila lewat dan melihat mila "ah,,,nak mila sudah pulang".
mila mengiyakan dan berbasa-basi.
__ADS_1
"em..nak mereka selalu mengawasi rumahmu selama ini dan ada seorang lelaki yang sering bermalam di sini semenjak nak mila pergi hampir setiap hari dia datang" ucap bibi tersebut. Mila tertegun dan pamit untuk masuk ke rumahnya menyajikan kopi untuk penjaga tersebut karena di rumahnya semua tersedia karena memang rudi sering bermalam di situ, mila mulai menanyakan soal rudi dan penjaga itu menceritakan persis yang di ceritakan rudi mila hanya diam. Indra yang capek sudah tertidur mila telah memberitahukan perihal rumahnya ini.