Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan

Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan
masakan enak dan istimewa


__ADS_3

Nena melanjutkan mengerjakan ikan setelah terbelah kemudian Nena meraba-raba ikan itu setelah pasti dia pun mengambil pinset dan mulai mengeluarkan duri ikan satu persatu dengan cepat dan duri sangat mudah tercabut juga daging ikannya tak ikut terangkat. lagi-lagi semua orang melongo melihat cara Nena bekerja.


"jadi dia meraba tadi hanya untuk mengetahui Latak duri ikan itu, setelah itu baru di keluarkan...wah hebat" Alex terkesan dengan Nena kemudian melanjutkan apa yang di saksikan itu mereka menantikan yang selanjutnya. selepas duri ikan hilang Nena mengambil pisau daging dan mulai menyayat halus ikan tersebut setelah selesai dia menyabet halus bagian bawah dagingnya kemudian menarik secara perlahan lalu ikan pun lepas dari kulitnya dengan baik tanpa ada daging ikan masih menempel barang secuil pun bahkan si pelayan yang menyaksikan sampai memeriksa pakai kaca pembesar yang entah dari mana untuk melihat apakah ada daging ikan yang tersangkut lalu dia bertepuk tangan "wah nyonya bersih tanpa noda" tiba-tiba semua orang riuh bertepuk tangan.


"wow...gokil Nena udah kayak chef profesional" Indra berdiri tanpa sadar


"apasih kak, cuma itu aja kakek saya juga bisa" Nena malu dengan pujian Indra


"benar Nena kau terlalu hebat" timpal Alex sedangkan Bryan lagi-lagi terperanjat "gadis kecil" dia mengajukan 2 jempol pada Nena dan Nena mengucapkan terima kasih. Nena melanjutkan membersihkan ikan ada yang di belah dan ada yang di biarkan utuh semua kagum dengan keahliannya yang sangat hebat. setelah ikan bersih dia pindah di bagian daging yang masih belum di sentuh kemudian dia bertanya lagi pada Bu Nita "ma dagingnya mau di buat apa".


"itu buat steak, gulai dan semur daging" Nita menantikan apa yang di lakukan Nena lagi.


"bik di sini ada daun pepaya?" tanya Nena pada pelayan.


"oh ada.. neng buat apa?" tanya pelayan heran buat apa daun pepaya.


"buat ngilangin bau sama lemaknya bik"


"caranya gimana tuh" bibi bingung baru pertama dia dengar lalu Nena mempraktekkan secara langsung dia mengambil daun pepaya itu dan menggosokkan di tangannya lalu di gunakan untuk menggosok daging si pelayan memperhatikan dengan sangat baik, setelah selesai Nena mencucinya si pelayan kaget daging tersebut jadi bagus dan bersih lalu Nena mengambil jeruk dan membaluri daging itu, setelah itu dia mengambil daging yang lain di bersihkan dengan cara yang sama setelah semua bersih Nena mulai mencincang daging di pisahkan untuk setiap masakan, Nena mulai mengiris bagian yang akan di jadikan steak dengan pisau daging semua orang sampai menggelengkan kepala mereka karena heran ada anak sehebat itu setelah selesai dengan bahan masak mereka mulai pada bahan bumbu Nena mengambil wadah yang punya tutup dan memasukkan bawang putih, semua bawang putih dimasukkan kemudian meminta Bryan untuk mengguncangnya "kak Bryan boleh minta tolong".


"boleh, minta tolong apa?" Bryan senang dimintai tolong oleh Nena buru-buru dia menuju ke arah gadis kecil itu.


"tolong kakak guncang ini sekuat tenaga aku akan mengupas bawang merah" Nena kemudian mengupas bawang merah dengan cepat, Bryan mulai mengguncang wadah tersebut dan berhenti saat di minta oleh Nena


"cukup kak" kemudian Nena mengeluarkan bawang putih yang sudah terpisah dari kulitnya dalam sekejap bawang putih yang lumayan banyak sudah bersih, lagi-lagi semua orang terheran-heran "luar biasa" hanya itu yang bisa mereka katakan.


di tengah-tengah itu tiba-tiba Indra membisikkan sesuatu pada Bu Nita "mama cantik gimana kalau mereka di biarkan saja bekerja berdua lagian sebagian bumbu sudah bersih tinggal menghaluskan anggaplah kalau sedang menguji calon mantu masak, makan malam kan masih lama pasti masih sempat".


Nita dan Alex pun setuju "baiklah" Nita berjalan menuju Nena "Nena kepala mama sakit tolong gantikan mama yah nanti Bryan dan para pelayan yang akan membantu, mama akan mantau dari sana aja".


"baiklah, mama Nita" Nena sangat senang karena di percayai untuk memasak karena memang dia senang memasak.

__ADS_1


kemudian Nena mulai menghaluskan bumbu dan mengiris bawang merah, bawang putih dll. setelah bumbu siap Nena mulai memasak pelayan yang tadinya mau membantu hanya bisa diam karena semua dikerjakan sendiri "buk, dia sangat mandiri selepas bekerja dia langsung mencuci peralatan dan mengembalikan ke tempatnya, kalau kami masak peralatan yang kotor akan sangat banyak dia dari tadi barang yang di gunakan itu-itu saja kalau sudah selesai satu macam dia akan mencuci dan menggunakannya lagi juga pekerjaannya sangat bersih juga rapi...saya punya ponakan cowok seumuran dia, akan saya jodohkan dengan dia saja pasti sangat bagus punya mantu kayak dia" seketika pelayan itu mendapatkan tatapan maut dari ke dua majikannya itu dan Indra tiba-tiba tertawa "kamu cari mati bik".


pelayan itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal "memang kenapa?" salah satu temannya berbisik "hey kamu nggak perhatikan nyonya dan tuan sudah berencana menjodohkan dik Nena dengan tuan muda".


pelayan itu seketika ciut.


Nena dan Bryan sibuk berdua orang melihat mereka pada senyum-senyum sendiri "Haah... kenapa Nena masih kecil sih kalau nggak kan bisa di jodohkan dulu biar nggak keduluan ntar" Alex mendesah gelisah padahal waktu masih panjang.


tanpa mereka sadari hidangan sudah pada matang tinggal 1 hidangan lagi "sayang kenapa kamu tak mencicipi makanannya apakah keasinan atau apa karena dari tadi Nita tidak melihat Nena mencicipi makanan.


"mama Nita tenang saja Nena memang seperti itu kalau masak tapi hasilnya tetap enak" tiba-tiba elen dan meiling sudah di sini.


namun karena Nita kelihatan tidak yakin Nena meminta untuk mencicipinya "coba ibu cicipi siapa tau ada yang kurang" lalu Nita langsung mencicipinya setelah mencicipi dia langsung mencium pipi Nena dengan refleks "sayang kau luar biasa" Nena yang di cium terkejut dan tertawa lepas.


...


para pelayan mulai menyajikan makanannya untuk meja mereka dan meja majikan di rumah Bryan makanan pelayan dan majikan sama hanya mejanya saja yang berbeda. semua orang sudah duduk dengan tak sabar mau mencicipi masakan Nena. ketika semuanya sudah di sajikan tiba-tiba ada seseorang yang datang dan itu ternyata adalah nenek bryan dan meiling "halo semuanya, wah masakan hari ini banyak sekali apa nenek boleh gabung?"


"wah nenek datang...sama siapa nek? kakek mana?" meiling sangat senang dengan kedatangan neneknya.


"Loh Bu kenapa nggak ngasih kabar kalau mau datang" Alex kaget dengan kedatangan ibunya.


"nggak papa, ibu kangen aja dengan cucu" lalu semua anggota keluarga menyalami beliau termasuk Nena dan elen.


"wah siapa anak-anak manis ini?"


"oh.. Mereka temenku nek, yang ini namanya Nena dan yang ini elen...dan kalian ini adalah nenekku".


semua duduk di kursi masing-masing termasuk nenek, beliau melihat hidangan yang ada dia atas meja dengan saksama dan mengajak semua mulai makan tanpa basa-basi semua langsung makan, pada suapan pertama semua mata berbinar.


"wah ini sangat enak makanan resto sampe kalah" Indra Ampe kalap. makannya

__ADS_1


"ini siapa yang masak, seperti beda dari yang sebelumnya bumbunya meresap dan rasanya pas" nenek terkejut dengan rasanya.


"ini Nena yang masak buk bahkan masakan saya saja kalah, hari ini dia yang masak" Nita pun tak kalah kalapnya.


"wah benarkah" nenek ingin menanyakan banyak hal namun di urungkan karena makanannya benar-benar enak.


"wow...steaknya lembut namun tidak mentah seperti yang di resto yang biasanya hanya medium well..rasanya meleleh di mulut, na kamu buka restoran saja kamu jago masak loh pasti laku" Indra lagi-lagi memuji walau mulutnya penuh. semua makan dengan lahap meja makan di sapu bersih sama kuah-kuahnya pun bersih tak bersisa.


"wah...wah...Nena kamu yang terbaik sayang bisa-bisa mama gagal diet kalau makan masakan kamu...siapa sih yang ngajarin kamu masak?" Nita penasaran kenapa anak sekecil itu makanannya bisa enak.


"oh itu nenek yang mengajarkan, namun karena di rumah bahannya kurang jadi hanya menyajikan yang sederhana saja, mumpung di sini bahannya lengkap jadi saya mengerahkan upaya untuk memberikan yang terbaik...makasih ya mama Nita sudah mengizinkan Nena masak" Nena senang akhirnya dia bisa masak sesuka hatinya tanpa memikirkan kekurangan bahan.


selepas makan semua berkumpul di ruang TV nenek menanyakan perihal Nena yang memasak dan kemudian Nita menceritakan semuanya dengan antusias tanpa terlewatkan sedikitpun dari Nena datang hingga Nena masak sang nenek hanya terdiam tak mampu berkata-kata dan memandang ke arah Nena yang asik bermain game dengan meiling dan elen.


"Nita coba kau berikan saja padanya cincin warisan biar kita dia jadi istrinya Bryan di masa depan...kamu setuju kan Bryan?" entah apa yang dipikirkannya nenek sampai bilang begitu namun semua mengerti apa yang di maksud.


"Bu tau nggak cucu ibu yang seperti kutub Utara ini mencair gara-gara gadis kecil itu coba tanyakan pada cucumu Indra suruh dia ceritakan semuanya" Alex mengelus kepala Bryan, mendengar perkataan ayahnya Bryan tak membantah karena memang benar adanya.


lalu Indra mulai menceritakan awal pertemuan Nena dengan mereka berdua dari awal sampai sekarang dan perihal Nena berasal dari keluarga yang kurang mampu. namun sang nenek hanya tersenyum "Nita cepat kau berikan, cincin itu memang belum muat untuknya tapi bisa kan di jadikan buah kalung, kau gunakan kalungku yang paling ringan agar dia tidak terbebani memakainya" sang nenek benar-benar tak sabar menjadikan Nena cucu menantunya.


"buk jangan sekarang ntar kalo dia sudah paham arti cinta baru kita berikan" Alex khawatir itu hanya akan jadi sia-sia.


"nggak apa-apa papa bear saya yakin Nena bisa menjaga barang pemberian dan juga menjaga janji aku jamin" Indra setuju dengan nenek.


"baiklah, nanti akan kuberikan di waktu yang tepat, saat ada ayah mertua serta ayah dan ibuku ntar cari waktu buat ngumpulin mereka terus kita undang orang tuanya gimana?" Nita menyarankan dengan penuh semangat. semua orang mengiyakan.


"Nena, mei, elen sini ayo gabung mama mau nanya sesuatu sama Nena" 3 serangkai itupun mendekat.


"mama Nita mau tanya apa" Nena menanyakan perihal pertanyaan yang akan di tanyakan Nita.


"Nena bisa tidak berbagi cerita tentang kehidupan kamu sehari-hari dari masih di desa sampai di sini" Nena mengelus kepala Nena dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"oh..itu yah nggak banyak mah waktu masih di desa selain sekolah saya bantu ibu dan ayah bekerja di ladang walau hanya pekerjaan ringan macam menyiangi rumput, memupuk, dan mengusir hama, sambil menunggu panen ibu biasanya bikin kue dan cemilan untuk di jual saya yang akan menjajakan keliling dan juga menitipkan di warung-warung. jika waktu panen tiba saya bertugas menjual hasil panen pada pedagang karena ayah kurang pandai bernegosiasi pernah sekali karena saya sakit ayah yang bernegosiasi dengan pedagang tapi kena tipu dari situ ayah tak ingin lagi dan harus saya yang melakukan negosiasi itu, setelah pindah kesini saya membantu bibi sama Paman...saya bangun pukul 4 pagi dan membantu bibi menyiapkan barang dagangan selesai itu saya membersihkan semuanya bibi akan masak untuk makan siang saya kalau memang nggak sempat saya biasanya masak sendiri jika masih keburu kalau tidak keburu juga paling pulang sekolah baru saya masak sendiri sekalian untuk makan malam, tepat pukul 6 pagi saya mandi dan berangkat di pukul 06.15 saya sudah berangkat karena masih pagi datang ke sekolah saya kerja paruh waktu bantuin ibu kantin melayani pembeli, jam istirahat pun sama saya di berikan upah perminggu sekitar 250 ribu dari uang itu saya beli peralatan sekolah sisanya di tabung, sepulang sekolah saya makan dan istirahat sebentar pukul 14 siang saya mulai menggiling pakaian di mesin cuci menunggu cucian saya menyapu lantai dan halaman serta menyiangi rumput liar yang tumbuh lalu menyiram tanaman, selesai itu saya cuci tangan kemudian menyetrika pakaian yang di cuci kemarin dan di lipat kemudian di simpan , kelar itu saya akan masak makan malam setelah membersihkan peralatan masak, jika cepat kelar saya sempatkan main sama teman-teman pukul 5 sore saya mandi pukul 7 malam kita makan malam setelah itu mengerjakan tugas sekolah baik elen yang datang ke rumah atau saya yang kerumahnya selesai itu saya bantuin bibi buat menyiapkan dagangan buat besok sama Paman, tepat pukul setengah 10 malam saya tidur, bangun pagi ya seperti itu lagi" Nena bercerita panjang lebar dengan wajah penuh semangat.


berbeda dengan yang mendengarnya mereka semua melongo "Haah...banyak amat nggak capek na?" Indra terkejut ternyata yang di ceritakan elen hanyalah sebagian.


__ADS_2