Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan

Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan
persiapan goes to Singapore 3


__ADS_3

selesai mengerjakan PR dan membantu bibinya menyiapkan barang dagangan bersama ayah dan ibunya Nena memeriksa kembali jika ada yang kurang, cemilan dan perlengkapannya sudah tertata rapi, kemudian dia menyusun schedule apa saja yang akan dilakukannya informasi tentang kegiatan apa saja yang akan di laksanakan telah mereka terima, kegiatan inti berlangsung selama 5 hari dan 5 hari sisanya untuk bersantai termasuk bertamasya atau mengunjungi tempat-tempat wisata populer di sana, ibunya membantunya membereskan barang-barang tersebut, selesai mengerjakan schedule dan membereskan sisa barang Nena membuka buku tentang Pramuka lalu menelpon elen "halo...El aku kerumah kamu yah kita belajar tentang Pramuka"


"baiklah...na aku tunggu yah".


kemudian Nena memunguti buku-bukunya dan menuju rumah elen berpamitan dengan ibunya.


...


di rumah Bryan semua orang melongo tak percaya "wah...gila menang Mulu hebat banget Nina" Indra mengacungkan jempolnya semua orang berseru "Nina hebat bangat kok bisa" Nina yang di tanyakan hanya tersipu malu.


Bryan beranjak ke kamarnya dan mengambil sebuah laptop dia ingin memunguji Nina apakah Nina jenius computer karena berdasarkan hasil pengamatan Bryan Nina selalu menciptakan skil baru dalam bermain game yang sulit untuk di lakukan profesional.


tak lama kemudian Bryan kembali dengan membawa laptop, semua orang kecuali pak Alex terheran-heran dengan apa yang di lakukan Bryan untuk apa dia membawa laptop "itu buat apa yan" tanya Nita heran dengan anaknya lain halnya dengan Alex yang sudah mengetahui maksud Bryan karena anaknya tak beda jauh dengan dirinya yang selalu penasaran dengan hal baru.


"Bryan coba kamu ambilkan proyektor biar kita bisa lihat dengan jelas apa yang bisa di lakukan oleh Nina" Alex menyarankan hal itu biar dia bisa melihat kejeniusan apa yang bisa Nina perlihatkan apakah sama jeniusnya dia dengan Nena kakaknya, belum sempat Bryan mengambil proyektor Indra terlebih dahulu membawanya kemudian mereka mulai mengutak-atik laptop dan proyektor tak lama semuanya sudah selesai.

__ADS_1


"dek..kakak pengen tau kalau kamu bisa main computer kalau emang iya, akan kakak berikan laptop baru untukmu ok" mata bulat menggemaskan Nina berbinar mendengar perkataan Bryan "beneran kak..kebetulan aku sudah lama pengen punya laptop semenjak di ajarin oleh kak Nena di warnet tapi ayah sama ibu nggak mampu beli, apa aja yang akan kakak ujikan sama Nina"


"yah.. mengoperasikan word, Excel, powerpoint dan yang lainnya ada batas waktu oke" Nina mengangguk dengan antusiasme yang berapi-api.


tak lama Bryan mulai memberikan tugas tersebut semua orang menantikan dengan sangat cemas.


satu persatu Nina mengerjakan tugasnya dengan cermat, tepat, dan cepat semua orang lagi-lagi tercengang kecepatan itu di luar dugaan Alex dan Bryan tak terkecuali kecepatan tangan Nina hampir menyamai kecepatan mereka hanya beda tipis 11:12 itupun masih sekecil ini kalau besar nanti akan jadi seperti apa dia kelak "benar-benar saudara sedarah" Nena yang mereka lihat waktu itupun sama jeniusnya namun bidangnya bukan di computer, Nena memang bisa mengoperasikannya namun tak selihai adiknya Nena jenius di bidang lainnya namun mereka sama-sama jenius, kemudian Alex menyarankan kepada anak bujangnya untuk menguji Nina untuk mengerjakan soal pengetahuan umum setelah selesai uji coba komputer dan Bryan pun menyetujui. kemudian dia membujuk Nina "dek...kakak boleh menguji kamu yang lain? kakak janji kalau berhasil Kakak kasih hadiah di luar hadiah laptop gimana?" Nina sumringah dan mengguk.


setelah pengujian pengetahuan umum Nina mereka pun kagum walaupun ada beberapa pelajaran yang tidak terlalu di kuasai Nina seperti matematika dan rumus-rumus lainnya , yah Nina lemah dibanding Nena di perhitungan walau nilainya di atas rata-rata kalau menurut pengamatan dia termasuk pandai walau tak sepandai Nena.


setelah semua selesai Bryan menepati janjinya laptop yang tadinya untuk hadiah ulangtahun temannya di berikan kepada Nina, Bryan akan menggantinya lain kali dan hadiah yang di janjikan ialah sebuah iPad edisi terbaru yang baru saja di pesannya karena dia sudah memastikan hasilnya Nina.


Nina yang menerima semua hadiah refleks mencium pipi Bryan saking senangnya "mmuachh...makasih yah kak..sudah lama Nina memimpikan semua ini akhirnya terkabul juga" setelah mencium Bryan Nina langsung bersujud badannya gemetar karena sangat senang air matanya mengalir deras dia sangat bahagia sampai-sampai meneteskan air mata dia menangis bahagia. Bryan yang di cium Nina dengan spontan terkejut namun dia langsung memeluk Nina "sama-sama semoga bermanfaat yah".


"ekhem calon ipar sudah setuju nih...hebat bangat kamu menggunakan cara ini untuk mendapatkan hati sang ipar" Indra mengacungi jempolnya semua orang hanya tertawa kecuali Nina dia berpikir sejenak mencerna perkataan Indra "HM...kakak suka sama kak Nena....kok Indra ngomong gitu...kalau iya... kakak musti banyak sabar kak Nena itu orangnya nggak peka nanti aku bantuin yah...tapi kayaknya susah deh kakak sama kami kan beda keyakinan apa bisa" Nina bertanya dan menjawabnya pertanyaannya sendiri Bryan mendengar perkataannya refleks bertanya "kenapa begitu nin?".

__ADS_1


"kak Nena pengen mencari yang seiman"


"ha..ha..ha..ha..wah jalan sahabat gue berat bangat" Indra tertawa lepas.


Bryan hanya diam tak bersuara.


setelah semuanya berlalu gak terasa malaam muali larut dan mereka menuju kamar masing-masing Nina dan meiling tidur sekamar.


pak Alex dan Bu Nita selesai beres-beres sebelum tidur mereka membicarakan beberapa hal "sayang kapan meiling berangkat ke Singapura" pak Alex memandang istrinya yang memakai skincare malam.


"besok lusa pagi jam 9"


"oh" pak Alex diam sebentar kemudian bertanya lagi "sayang gimana pendapat kamu tentang Nena dan yang di bicarakan Nina tadi"


Bu Nita meletakkan skincare yang selesai di gunakan pada tempatnya kemudian berjalan ke arah pak Alex, dia duduk di pangkuan suaminya "sayang,.apapun itu aku hanya ingin anak kita bahagia apapun pilihannya aku akan mendukungnya selama itu baik untuknya lagian selama ini kita kan berhubungan dengan kebanyakan orang Islam orang terdekat dengan kita selain orang tua kan Mila sama Rudi mereka sekeluarga beragama Islam kan jadi aku nggak keberatan" mendengar jawaban istrinya pak Alex diam sejenak kemudian dia Manggut-manggut "oh..ya sayang proyek cincin tunangannya gimana" pak Alex teringat cincin yang mau di berikan waktu dulu pada Nena namun belum sempat "MMM..aku ngobrol Ama ibu kamu, kata ibu lebih baik serahkan pada Bryan dulu terserah mau bagaimana dia memberikannya dengan cara apa.. soalnya menurut ibu kalau langsung orang tua nanti harus resmi kita kan nggak tau masa depan gimana jadi jalanin aja dulu" pak Alex mengerti apa maksud istrinya itu.

__ADS_1


sehabis berbincang mereka pun tidur, begitupun seisi rumah tak ada lagi gerak gerik semuanya sudah menuju alam mimpi Rudi, Mila dan Indra pulang kerumah mereka.


__ADS_2