
selepas makan siang semuanya berkumpul di halaman belakang kali ini pemain bertambah selain Indra dan Bryan juga beberapa pelayan ikut di ajak main mereka bermain segala macam permainan sampai tak terasa sudah petang, Nena dan elen yang membawa baju ganti ikut dengan meiling untuk membersihkan diri begitupun semua orang, selepas mandi Nena, elen serta meiling berganti pakaian karena rambut mereka basah selepas berenang tadi mereka mengeringkannya dengan hairdryer milik meiling, setelah itu mereka keluar kamar menuju ruang keluarga untuk belajar bersama karena masing-masing punya PR.
sampai di ruang keluarga sudah ada Bryan, Indra, pak Alex serta Bu Nita.
Bryan dan Indra tercengang melihat wajah Nena yang nampak sangat cantik seperti gadis yang sudah ABG dengan rambut yang terurai panjang dan halus seperti habis perawatan apalagi Nena memang cantik dengan kulit putih bersih dengan bulu halus, bibirnya yang merah alami dan matanya yang bulat sempurna, bulu mata lentik dan alis yang tidak tipis juga tidak tebal, ada kumis halus di atas bibirnya yang menambah manisnya dengan hidung mancung, selama ini Bryan dan Indra hanya melihat Nena yang di kuncir setiap bertemu ini pertama kalinya mereka melihat Nena dengan rambut terurai pakaiannya di padu-padankan antara merah dan hitam hingga membuat nya terlihat bersinar pakaiannya sederhana dan tidak bermerek namun Nena pandai memadu-madankan pakaiannya beda dengan elen dan meiling yang pakai baju bermerek harga yang tidak murah.
pak Alex dan Bu Nita pun kagum sampai-sampai Bu Nita melontarkan pertanyaan yang buat Nena tercengang "Nena suka di bawa sama mamamu ke salon buat perawatan ya, soalnya kulitnya bagus dan halus, rambut nya juga wah sangat indah, terus bajunya merek apa sih bagus banget".
Nena hanya tertawa kecil dan menjawab seadanya "hahaha... tidaklah mam uang dari mana buat ke salon saya saja kalau nggak ikut bibi sama Paman nggak bisa lanjut sekolah, orang tua saya hanya petani di desa dengan ladang seadanya, dan untuk pakaian ini saya beli sama bibi di pasar Minggu bajunya 25rbu sementara celana 30rbu itupun beli sekalian harganya di korting karena saya nawar yang tadinya sepasang 55rbu korting jadi lempeng 50rbu jadi 5rbunya bisa buat yang lain".
Nita dan Alex yang mendengar jawaban Nena manggut-manggut "masa, berarti kamu benar-benar alami...kalau sudah besar dan boleh nikah...jadi mantu mama yah... lagian kan sudah panggil mama papa" pinta Nita pada Nena yang masih kecil dan Alex pun menimpali "iya nih papa setuju, kalau Nena jadi mantu papa akan sangat bagus sudah cantik, cerdas, baik, jujur pula".
Indra melongo mendengar perkataan pasutri itu "wah Nena hebat masih jauh sudah dapat restu" goda Indra pada Nena.
meiling juga tidak mau kalah "ah bagus,,juga punya kakak ipar baik dan cerdas bisa klop sama aku...tapi tunggu apa kakak tak akan terlalu tua kalau nunggu Nena gede?" Nena berpikir keras.
"yah nggak terlalu tualah mei,,, coba lihat papa dan mama kak Indra bedanya 10 tahun kelihatan serasi apalagi mereka yang cuma beda 8 tahun" timpal Indra atas apa yang di katakan meiling.
"benar itu sayang, kakek sama nenekmu bedanya 13 tahun Loh" Alex ikut menimpali.
"asyik aku punya kakak ipar sesuai keinginan dan kemauan ku" meiling bersorak kegirangan.
Bryan yang mendengar semuanya mukanya memerah orang yang di sukai olehnya di setujui keluarga tanpa di minta, Ingin sekali dia memutar waktu agar cepat mengikat Nena.
di sisi lain Nena tak terlalu menggubris karena dia menganggap itu hanya candaan saja lalu dia mengajak elen dan meiling untuk bergegas mengerjakan PR sekolah mereka, PR meiling berbeda dengan punya elen dan Nena karena mereka beda sekolah. para orang tua dan kakak berada agak jauh dari tempat mereka mengerjakan PR, Nena membantu kedua sahabatnya jika ada yang tidak terlalu mereka pahami dengan sabar dan ikhlas dia memberikan penjelasan yang mudah di mengerti oleh ke dua sahabatnya itu.
"wah... Nena kamu sangat hebat bisa membantuku mengerjakan PR tanpa harus menyontek, aku bisa menjawab hanya dengan penjelasan darimu, bahkan penjelasanmu lebih mudah di mengerti daripada guru atau guru les privat yang biasa mengajariku" meiling benar-benar kagum dengan keahlian sahabatnya itu.
"iya... Nena memang hebat semenjak aku temenan sama dia aku bisa mengerjakan tugas yang tadinya tidak bisa aku kuasai, kata orang tuaku semenjak ada Nena dan aku temenan sama dia banyak hal positif terjadi padaku aku yang tadinya peringkat 15 - 20 di sekolah sekarang aku masuk 5 besar Loh karena aku sering belajar sama dia, Nena itu tidak akan memberi contekan tapi penjelasan yang mudah di pahami, jika ada penjelasan guru yang tidak ku pahami pasti aku minta bantuannya, dia juga sering membantu teman-teman yang butuh bantuan, anak yang paling bodoh di kelaspun akan mengerti jika Nena yang membantu menjelaskan nya, dia nggak pilih-pilih teman yang di bantu semuanya dia bantu sehingga sekelas sayang padanya jika Nena sakit banyak yang akan menjenguknya, guru juga sayang padanya sampe sekuriti dan tukang bersih-bersih juga kenal dengannya padahal dia baru masuk 2 tahun masuk sekolah itu, kata ibuku semenjak berteman dengan Nena aku jadi anak yang penurut dan tak manja, kamu tau nggak mei dulu aku tuh anak yang bandel dan manja maklum aku belum punya saudara aku akan marah jika keinginanku tidak di penuhi, yah semenjak Nena selalu menasihati dan memberi pengertian padaku aku mulai berubah dalam waktu yang cukup singkat, ibu bilang Nena seperti malaikat" elen Bercerita panjang lebar dan sangat memuji sahabat kesayangannya itu.
"wah..hebat dong andai aku bisa jadi tetangga kalian pasti aku juga bisa sama kalian terus" meiling manyun dia juga ingin pindah rumah ke samping rumah Nena biar bisa main dan belajar tiap hari.
"hey kalian mau cerita atau mengerjakan tugas sih...ayo bentar lagi malam" Nena menggelengkan kepalanya melihat ke 2 sahabat yang sedang memujinya itu, menurutnya itu berlebihan.
di tempat yang para orang dewasa berkumpul dan mengobrol mereka memuji kehebatan Nena karena mereka mendengar apa yang di ceritakan elen "wah... benar-benar hebat anak ini kalau Nena setiap hari main Dengan meiling pasti akan ada dampak baik untuk meiling, anak kita hebat dalam memilih sahabat ya pah?" ibu Nita senang dengan Nena.
"iya mah untuk apa berteman dengan anak orang kaya yang biasa di manja nanti dampaknya akan buruk bagi anak mei apalagi rata-rata orang tua sekarang karena gila kerja sampai semua kemauan anak dituruti agar tak mengganggu aktivitas mereka padahal itu salah mengurus anak hanya mengandalkan pengasuh dan pelayan jadinya anak akan manja dan tak mandiri" Alex menyetujui ucapan istrinya.
"mama cantik tau nggak Nena itu punya jadwal yang lumayan padat setiap hari coba sebentar nanti mama tanya apa aja aktivitas nya seharian" Indra menyarankan agar Nita menanyakan apakah yang pernah dikatakan oleh elen itu benar atau tidak karena Indra merasa itu berlebihan untuk ukuran anak sekecil itu.
__ADS_1
Nita mengangguk, Bryan sendiri seperti biasa tak banyak bicara dan hanya diam sesekali melirik kearah Nena, tak lama setelah itu meiling dan 2 sahabatnya itu telah selesai mengerjakan PR mereka, 3 anak kecil itu merapikan semua peralatan tulis yang mereka gunakan dan ke berkumpul semua orang.
"sudah selesai mengerjakan Pr-nya?" tanya Alex pada anak-anak itu mereka hanya mengangguk.
"mah aku senang deh dengan penjelasan Nena aku bisa menyelesaikan tugas sendiri dengan sangat mudah dan cepat" meiling tak bosan-bosannya memuji Nena karena ini pertama kalinya mereka mengerjakan tugas sekolah bersama.
"oh..ya bilang makasih loh sama Nena"
"na... makasih ya kamu benar-benar baik" mei memeluk sahabatnya itu.
"sama-sama...kita kan teman yah harus bisa saling bantu dong" Nena tersenyum senang bisa membantu temannya.
"El...kamu juga lumayan pandai tadi kamu juga membantuku makasih ya.. kalian sahabat terbaik yang pernah aku miliki" meiling memeluk elen dan Nena bersamaan.
para orang dewasa sangat terharu melihat pemandangan itu.
"oh...ya mama masak makan malam dulu ya?" Nita pamit ke dapur. sepeninggal Nita semua orang asyik bercanda tak lama berselang Nena berdiri "semuanya aku ke dapur dulu ya siapa tau mama Nita butuh bantuan".
semua orang bingung untuk apa anak kecil di dapur, kecuali elen dan meilin yang biasa saja karena mereka tau Nena bisa masak.
pak Alex yang bingung lantas bertanya perihal Nena yang menyusul istrinya ke dapur "nak elen kenapa dia nyusul mama Nita ke dapur?"
belum sempat elen bicara meiling buka suara "hah... kalian jangan ngeremehin Nena kecil-kecil gitu dia jago masak mau kue, cemilan atau makanan sehari-hari.. nggak percaya tanya elen".
"iya papa Alex, kak Indra dia memang jago soal masak, masakan mamaku aja kalah enak loh" elen memuji sambil membayangkan rasa masakan Nena yang enak.
semua orang melongo tak terkecuali Bryan "hah..,? beneran?" bahkan bertanya saja kompak dan elen hanya mengangguk.
"wah...bro Nena paket komplit akan jadi istri dan menantu impian itu" Indra menepuk bahu sahabatnya itu dan Bryan hanya tersenyum, pak Alex juga tersenyum " oke kita akan tau sebentar lagi..tapi kenapa dia mau bantuin mama mei?".
"karena Nena nggak suka duduk diam tak melakukan apapun" elen dan meiling menjawab dengan kompak sambil tertawa.
....
di dapur Nita di kejutkan oleh kedatangan Nena "eh... Nena mau apa kalau butuh sesuatu tinggal bilang saja".
"nggak butuh apa-apa mah, cuma males saja kalau hanya duduk dan tak melakukan apa-apa, daripada nganggur mending bantuin mama masak, ada yang bisa Nena bantu?"
Nita agak kaget dengan jawaban Nena namun dia senang Nena mau bantu "memang nggak apa-apa, di dapur bahaya Lo bisa kena pisau atau minyak panas".
__ADS_1
Nena menggelengkan kepalanya "nggak apa-apa ma aku terbiasa masak kok, walau cuma sajian sederhana tapi bisalah".
Nita dan pelayan di situ terheran-heran "yah sudah kamu bantu bibi motong sayur yah" Nita membiarkan Nena membantu karena Nena bersih keras.
Nena pun menuju meja tempat pelayanan memotong sayuran, ada berbagai macam jenis sayuran, Nena mengambil talenan dan pisau ia mulai memotong sayuran dengan lihainya tak butuh waktu lama sayuran sudah hampir selesai semua orang di dapur di buat melongo pelayan yang memotong sayuran itu terhenti karena melihat lihainya Nena memotong sayuran "nak kamu benar-benar bisa motong sayur dengan baik" puji bibi pelayan.
"wah.... menantu masa depanku hebat" Nita bertepuk tangan di ikuti semua orang di dapur dan mereka di kagetkan oleh suara tambahan yakni Indra, Bryan dan Alex pun bertepuk tangan.
"wah gila bisa lihai gitu yah motong sayur doang" Indra sangat kagum dan di iyakan oleh pak Alex dan Bryan.
flashback on..
di ruang keluarga meiling dan elen asyik bermain boneka dan bercerita sementara 3 pria dewasa itu masih penasaran setengah tak percaya dengan perkataan ke dua anak yang sedang main boneka itu.
"dari pada penasaran mending lihat langsung yuk" Indra menyarankan dan yang lain hanya mengangguk. merekapun menuju dapur sesampainya di dapur mereka melihat Nena yang lagi motong sayuran mereka sontak sangat kaget sampai kehabisan kata-kata.
flashback off..
"apa sih kak Indra ini biasa saja kan udah tiap hari di kerjain orang yang nggak bisa kalau tiap hari padi juga akan bisa" Nena berpikir itu tak seberapa di banding pamannya yang tiap hari motong sayuran untuk di masak dan di jual dan mengajarinya adalah pamannya.
"oke-oke lanjutkan masaknya.. nanti terlambat makan malam nya" Nita mengajak semua orang melanjutkan kegiatan mereka dan trio pria duduk di depan sambil melihat keadaan di dapur sekalian mau menonton Nena yang masak.
setelah selesai memotong sayuran Nena melihat salah satu pelayan yang bagian membersihkan ikan dan dia menuju kesana dan membantunya "bi...bisa Nena bantu" dan pelayan hanya mengangguk, buru-buru Nena mengambil pisau dan pinset, Nita yang melihat itu lantas bertanya "sayang pinset buat apa ?" Nita tak mengerti untuk apa pinset saat membersihkan ikan.
Nena hanya tersenyum "buat keluarin duri ikan ma" mendengar jawaban Nena semua orang hanya mengangguk walaupun bingung mereka tak bertanya hanya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Nena mengambil ikan dan meletakkannya di talenan dan mulai membersihkan sisiknya pertama Nena meraba setelah itu dia mengambil teflon dan memanaskan air namun tak sampai mendidih kira-kira 1 menitan kemudian mematikan kompornya, mereka yang melihat hanya bisa menantikan salah satu pelayan berbisik "air panas itu buat apa ya?" dan yang lain hanya menggeleng tanda tak tau.
setelah air diangkat Nena merendam ikannya sebentar lalu diangkat kemudian dia mengambil sendok lagi-lagi semua bingung dengan apa yang dilakukan gadis ini, setelah ikan di keluarkan dari rendaman dia menggunakan sendok untuk mengeruk sisiknya "Bu..sini dekat sini...maaf sebelumnya bukan mengajari tapi hanya ingin berbagi sedikit tips membersihkan ikan bersisik keras seperti...saya lihat bibi tadi ke susahan jadi saya berikan tipsnya" lalu Nena menjelaskan dengan sabar semua pun menyimak bibi yang di ajarkan itu manggut-manggut tanda mengerti, begitu mulai mengeruk sisik ikan semua orang tepuk tangan karena sisik ikan yang tadinya susah di bersihkan jadi mudah terlepas "dek..kenapa ngeruknya mesti pake sendok" bibi juga menanyakan perihal sendok.
"Bu...kenapa pakai sendok agar kulit ikan tak terkelupas kalau pakai pisau kan kadang sisik dan kulit ikan akan terangkat secara bersamaan, coba lihat kalau pakai sendok kan ikannya tetap bagus" Nena menjelaskan dengan baik.
semua orang kembali tercengang tak terkecuali Bryan dia tersenyum lebar "gadis kecil kau selalu mengejutkan" gumamnya dalam hati. Nena melanjutkan pekerjaan nya setelah bersih ikannya di belah oleh Nena sebelum melanjutkan dia bertanya pada Nita "mah ikan ini mau di buat apa aja".
"mau buat semur, goreng, panggang sama pesmol...kenapa sayang?" Nita ingin tau kenapa Nena menanyakan itu.
"soalnya mau Nena kerjakan sesuai sajian nanti" lalu dia melanjutkan membelah ikannya setelah ikan terbelah dengan sempurna si bibi pelayan memuji "wah dek kamu hebat yah...ikannya bisa terbelah dengan baik tanpa menempel di tulang kamu belajar dari mana?"
Nena tersenyum "otodidak Bu, karena sering mengerjakan hal ini tiap hari soalnya bibi saya jualan makanan"
bibi itu hanya manggut-manggut, semua orang hanya geleng-geleng kepala sampai yang lain melupakan pekerjaan mereka karena serius memperhatikan Nena.
__ADS_1