Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan

Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan
kisah ayah indra???


__ADS_3

Aktivitas berjalan seperti biasa, semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, ibu nena pergi membantu bibi dan paman berjualan, ayah nena membelah kayu bakar di sela mengisi waktu luang di rumah paman dan bibi, ayah nena adalah seorang pekerja keras dia tidak terbiasa duduk diam di rumah, setelah pekerjaan membelah kayu selesai dia mengerjakan pekerjaan lainnya yang bisa di hitung pekerjaan berat, seperti memperbaiki kandang ayam yang sudah mulai rusak karena ayam bibi lumayan banyak setelah itu dia membersihkannya, selesai semua dia lalu memperbaiki genteng dll.


karena lelah nena bangun agak siang, dia bangun tepat jam 8 pagi niat hati ingin memasak namun semua sudah siap karena ibunya yang memasak sebelum berangkat membantu bibi, kemudian berlari kehalaman halamun sudah bersih malahan sangat bersih karena ayahnya menyiangi semua rumput yang ada di halaman rumah, nena duduk sambil bertopang dagu mengamati apa yang bisa ia kerjakan, mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan. Ayahnya yang sedari tadi mengamati anaknya dengan saksama kemudian bertanya "ada apa nak, kok kayak orang lagi susah?"


nena mengerucutkan bibirnya "bingung yah, mau ngapain nggak tau, kerjaan sudah beres semua".


"hm,,,kamu istirahat saja dulu toh berapa hari ini sudah sangat sibuk, kamu pasti capek, kalau memang mau cari kesibukan coba ulangi pelajarannmu atau persiapkan dirimu untuk ke singapura, kan banyak yang harus di persiapkan" beliau pak iwan mengelus kepala nena sambil tersenyum, dia tau anaknya sama sepertinya tidak bisa kalau hanya duduk diam.


kemudian nena mengiyakan dia pun buru-buru masuk kedalam rumah, pergi main dengan elen pun, elen sudah berangkat pagi ini kemakasar di jemput oleh meiling dan kak bryan.


.....


indra datang berkunjung ke rumah sahabatnya itu dengan wajah muram menahan emosi.


bryan yang melihat sangat terheran-heran "bro lu kenapa, wajah udah kayak cucian yang belom di setrika".


indra mengerutkan dahinya mendengar ucapan sahabatnya itu "biasalah bro, si lala sama ibunya cari masalah lagi, kalau datang dengan maksud baik gue sih gak papa ini datang-datang ngata-ngatain ibu gua lagi".


bryan sedikitnya sudah mengerti "emang kenapa lagi itu si nenek sihir sih?"


indra mengangkat sudut bibirnya "tante siska datang saat ayahku tak ada di rumah, dia bilang pada ibuku untuk segera pergi meninggalkan ayahku karena dia akan rujuk dengan ayahku, katanya lagi ibuku dan aku ngak ada hak atas semua harta yang di miliki ayahku, ibuku dinikahi oleh ayah saat sudah ada aku, dia bilang ibuku merebut suaminya, selalu dia kalau bertemu ibu pasti dia menyebut ibu pelakor" indra makin kesal.


bryan yang mendengarkan cerita sahabatnya dan teringat beberapa cerita ibunya dulu tentang rumah tangga tante siska dan om rudi.


flashback Bryan on..


Sebenarnya tante siska dan om rudi itu sepasang suami istri, om rudi hanyalah pemuda biasa yang bekerja sebagai manager keuangan di perusahaan milik kakeknya bryan yang sekarang beralih posisi menjadi milik ayahnya.


om rudi orang yang jujur dan sangat baik, berkat ketekunannya kakek memberikannya sebuah anak perusahaan yang bergerak di bidang industri fashion, walaupun itu hanyalah anak perusahaan fashion dari sekian banyak perusahaan fashion milik kakek namun itu bisa menghasilkan uang lumayan banyak. Sekarang perusahaan itu sudah berkembang kebeberapa bidang seperti properti dan pengolahan makanan.


om rudi sebenarnya menolak dengan keras namun kakek pun bersih keras memberikannya akhirnya dia mau menerimanya. tante siska adalah sahabat ibuku, tante siska adalah seorang aktris yang lumayan sukses, dia bisa bersahabat dengan ibu. ayahnya merupakan salah satu direktur di perusahaan milik kakek namun karena banyaknya kasus ayahnya tante siska yang bikin perusahaan merugi hingga miliyaran membuat kakek memecatnya. Ayah tante siska sangat gemar bermain judi dan suka menggoda wanita walaupun di rumah sudah punya istri yang cantik yang merupakan selebriti ternama dan jejak ibunya lah yang di ikuti oleh tante siska.


di kantor, ayah tante siska terlibat kasus korupsi dan penyogokan dan semua itu di temukan oleh ayahku dan om rudi, karena dulu ayahku masih bekerja sebagai di rektur keuangan. Karena tak bisa melampiaskan amarahnya kepada ayah yang merupakan anak pemilik perusahaan, ayah tante siska meluapkan semua kemarahannya pada om rudi, dan dari situlah dia sangat membenci om rudi.


suatu ketika tante siska dan ibuku datang keperusahaan, di sini posisinya ibuku masih tunangan ayah jadi sekali-kali dia datang keperusahaan, tante siska ngotot ikut dengan alasan ingin melihat-lihat namun ibuku tidak tahu kalau dia memiliki niat untuk merebut ayah dari ibuku, yah itulah tante siska dia bersahabat dengan ibu hanya karena punya maksud terselubung, dia langsung jatuh cinta saat melihat ayahku di suatu tempat dan mencari tahu ternyata ayahku sudah bertunangan dia menyusun rencana untuk mendekati ayah melalui ibuku.


saat di perusahaan ibuku dan tante siska menunggu di ruang kerja ayah, karena ayah sedang rapat, pada saat itu om rudi datang mengambil file. "eh, mba nita di sini, tuan alex masih ada rapat sebentar lagi selesai, saya pamit dulu" membungkukkan badannya dan berlalu.

__ADS_1


tante siska seketika terpesona dengan om rudi. Di situlah dia mulai mendekati om rudi tanpa tahu dendam ayahnya, tante siska ini agak serakah dia mendekati om rudi sambil sesekali mencoba medekati ayah, pikirnya "kalau nggak dapat yang satu yah, yang satu ini juga lumayan" seringai jahat menunging di bibirnya.


sebenarnya om rudi tak menyukai tante siska namun pada suatu hari dia melihat tante siska yang mencoba menggoda bosnya, di situ dia berusaha mengalihkan perhatian tante siska dengan memberikan perhatian hingga tante siska terbujuk akhirnya mereka menikah tidak lama setelah ayah dan ibu menikah.


namun sangat susah mendapatkan restu dari ayahnya tante siska, dia baru bisa menikahi tante siska dengan menandatangani surat pengalihan perusahaan pemberian kakek atas nama tante siska, baru itu ayah mertuanya setuju. sebelum pernikahan ayahku memberitahukan "rudi, tolong kamu pikirkan dengan baik, siska itu bukanlah wanita yang baik, dia masuk industri hiburan dan sesukses sekarang karena selalu tidur dengan para produser dan para direktur, dia selalu melakukan segala cara agar misinya sukses, dia sama seperti pelacur di luar sana" kening tuan alex mengerut.


"nggak papa bos saya trima dia apa adanya" dengan hati yang hancur, walau dia menikahi tante siska tanpa cinta namun dia akan mencoba untuk mulai mencintainya, namun kenyataan sangatlah pahit. Yah benar pak alex tidak tahu alasan pak rudi menikahi tante siska.


setelah menikah mereka sama skali tak bahagia tante siska masih melakukan semua hal kotor untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. saat tante siska hamil om rudi makin hancur karena selama ini dia tak pernah menyentuh tante siska kenapa bisa hamil, namun mengingat niatnya menikahi tante siska dia hanya menahan dirinya untuk tidak meninggalkannya, dia ingat betul bagaimana melihat melalui CCTV tante siska sedang berhubungan intim dengan selingkuhannya di rumahnya sendiri. Tanpa rasa bersalah bersalah, malam itu om rudi menghabiskan waktunya di sebuah bar dengan menenggak minuman keras, setelah setengah mabuk dia pergi mencari hotel untuk menginap. Tak setelah mendapatkan kunci kamar dia buru-buru mau masuk karena tak kuat lagi akhirnya dia ambruk seorang wanita pegawai hotel yang melihatnya langsung memapahnya ke dalam kamar dan membaringkannya seketika wanita itu ingin pergi om rudi menarik tangannya "hey mau kemana lepaskan dulu sepatuku".


tanpa banyak bertanya wanita itu melepaskan sepatu pak rudi dengan perasaan was-was takut pak rudi akan macam-macam dengannya, dia buru-buru melepaskan sepatunya lalu langsung bangkit namun usahanya gagal karena lagi-lagi pak rudi manariknya kali ini sangat kuat hingga dia kehilangan keseimbangannya dan jatuh menimpa tubuh pak rudi.


rudi menyeringai "apakah semua wanita selalu menggoda pria seperti ini, baiklah...." tanpa pikir panjang dia langsung menindih wanita itu, yang tadinya di atas tubunya kemudian sekarang sudah berada di bawah tubunhya.


wanita itu ketakutan dan berusaha melawan "tu..tuan tolong jangan sentuh saya, saya hanya pegawai rendahan di hotel ini".


rudi hanya menyeringai jahat di tambah dengan efek alkohol nafsunya sudah mulai bangun "heh...justru kalian para wanita selalu menggunakan segala cara untuk menggoda kami para pria dasar munafik".


wanita itu sudah gemetaran dan berusaha menahan tangis namun masih bersusaha melawan "tuan saya tidak tau anda punya masalah dengan wanita mana, tapi saya bukan orang itu, saya sungguh bekerja keras untuk bertahan hidup jadi tolong lepaskan saya".


rudi yang sudah di kuasai nafsu karena selama ini dia tidak pernah menyentuh wanita, nafsu yang selama ini di tahan akhirnya keluar juga dengan bringas dia mulai menyusupi setiap bagian tubuh wanita itu merobek pakaiannya tanpa perduli dengan perlawanan dari wanita itu.


setelah selesai dengan semuanya rudi mengeluarkan uang segepok dari dompetnya dengan nominal yang lumayan banyak lalu melemparkan ke wajah wanita tersebut "nih bayaranmu, ini kan yang kalian mau" langsung merebahkan diri karena kelelahan dan lama kemudian tertidur tanpa memikirkan wanita yang sudah di nodainya itu.


wanita itu berdiri perlahan lalu mengambil kemeja pria itu dan memakainya, kemudian berlalu meninggalkan hotel dengan keadaan yang sangat meyedihkan.


pagi datang rudi bangun dari tidurnya dan melamun sebentar kemudian terlintas di fikirannya tentang kejadian semalam "astaga apa yang telah kulakukan" dia mengamati sektarnya berharap masih menemukan wanita itu namun sayang dia hanya menemukan segepok uang yang di lemparkannya pada wanita itu semalam dan mendapati sebercak darah di atas seprei putih itu, "hah..kemana dia?...apakah sudah pergi?" lalu dia buru-buru mandi dan berganti pakaian mendapati kemejanya hilang dan hanya pakaian sobek wanita itu yang tersisa "astaga, kemejaku di ambil olehnya, iya juga sih pakaiannya sobek" diam sebentar dan memesan kemeja melalui pesan antar. Setelah berganti pakaian dia menuju ke resepsionis "mbak ruang CCTV di mana?".


"maaf pak buat apa ya?" tanya resepsionis dengan bingung.


rudi mengerutkan dahinya "ada sesuatu yang hilang semalam dari kamar saya, saya ingin tau kenapa bisa hilang,,ayo cepat".


resepsionis hanya mengangguk dan membawa rudi ke ruang CCTV. Sesampainya di sana dia menceritakan maksud kedatangan rudi dan mereka bergegas memutar kejadian semalam. Rudi menunggu dengan cemas dan melihat dirinya yang di papah seorang wanita "stop, tolong perbesar gambarnya".


setelah melihat gambar itu kemudian rudi meminta resepsionis itu mengantarkannya keruang HRD.


dia mengamati profil wanita itu sambil mendengarkan penjelasan HRD "namanya mila pak, dia bekerja paruh waktu di sini sebagai klining servis" rudi mengangguk dan berlalu sambil membawa copyan profil mila dan menuju ke kantornya.

__ADS_1


di kantor dia tak bisa fokus kemudian memanggil sekretarisnya sambil menyerahkan sebuah profil "cari tau tentang gadis ini dalam 24 jam aku harus tau semuanya". Sekertaris hanya mengangguk dan pergi menjalankan tugas. Dalam diam pikiran rudi melayang "kenapa aku bisa begini kehilangan akal sampai mencelakai anak orang dan hanya memberinya uang yang tak seberapa itupun tak di ambilnya, ahhhkk..." rudi emosi sendiri.


karena tak bisa fokus rudi pulang kerumahnya dan mendapati siska yang tengah asyik menghitung belanjaannya, yah kerjaan siska hanya menghabiskan uang untuk bersenang-senang apalagi saat dirinya tahu bahwa dia sudah hamil, merasa bahwa itu tanggung jawab rudi, karena mereka sudah pernah berhunbungan yang sebenarnya hanyalah rudi membuat dia mabuk sampai tertidur.


rudi langsung ke ruang bacanya dan tiduran di sofa tersebut sambil memandang ke arah langit-langit seketika rasa bersalah kembali menyelimuyinya "aku telah menodai anak gadis seseorang, kenapa aku bisa di luar kendali" lama iya tenggelam di fikiranya sendiri tak lama kemudian dia menerima telepon dari sekretarisnya "halo pak saya sudah dapat informasinya, wanita itu bernama mila, dia anak yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan ketika dia berumur 6 tahun, nenek yang mengasuhnyapun baru meniggal 1 tahun lalu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memenuhi membayar biaya studinya dia bekerja paruh waktu di 3 tempat, pertama pelayan restoran, klining servis di hotel x, dan pegawai di sebuah minimarket, dan pekerjaan lainnya dia menjual cemilan-cemilan buatannya" jelas pria di seberang telepon itu.


"oke". Rudi menutup teleponnya, seketika rasa bersalah semakin besar air matanya tak terbendung "ya tuhan apa yang telah kulakukan, aku menodai anak yatim yang begitu baik seperti itu, gadis yang pekerja keras seperti itu aku telah merusak masa depannya" lama dia menangis dan akhirnya tertidur di sofa itu, ketika bangun hari sudah gelap dan jam menunjukkan pukul 12 malam "hah...aku tertidur..dan itu sudah malam" dia pun turun untuk makan karena seharian ini dia tak makan apapun, siska juga tak perduli mau rudi sedang apa yang penting baginya adalah uang belanja melimpah.


saat memakan makanan yang di sediakan pelayan rudi merenung "besok aku harus bertemu dia" tekadnya.


ke esokan paginya dia berangakat ke kantornya menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, sambil menandatangani beberapa dokumen tiba-tiba sekretarisnya datang "pak ada masalah dengan mall kita yang ada di kota x, dan kita harus kesana para pegawai yang di sana sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tetap butuh anda".


rudi mengeram "akh, dasar kenapa harus seperti ini sih, baiklah" mereka pun melakukan perjalanan menuju kota x.


di tempat lain mila sangat putus asa dua menatap langit-langit rumahnya "ibu, ayah, nenek aku harus bagaimana?". Tak terasa seminggu sudah berlalu mila mulai merasa aneh dengan tubuhnya kemudian dia teringat kejadian malam itu "jangan-jangan aku hamil" dan segera berlari menuju kamar mandi untu mengecek karena tadi dia sudah membeli tespeck dan hasilnya benar dia hamil seketika dunia terasa hancur "ya allah apalagi ini, kalau sampai paman tau aku harus jawab apa" lama ia berkutat dengan pikirannya dan menemukan solusinya "baiklah aku akan meninggalkan kota ini membiarkan rumah ini, agar saat aku kembali rumah ini masih ada siap juga mau rumah kecil seperti ini" kemudian dia berkemas dan menelpon pamannya "halo paman aku ada studi di luar bisa makan waktu lama jadi tolong jaga rumahku ya?".


pamannya kaget "oh begitu baiklah". Pamannya sebenarnya nggak perduli toh hidupnya juga sudah keras dengan istri yang sangat mendominasi. Dia juga tak perduli dengan rumah bobrok mila, karena mana ada yang mau beli rumah bobrok sesungguhnya orang tua mila meninggalkan sebuah tabungan untuk masa depan anaknya dan itu dengan nilai yang lumayan besar namun pamannya merebutnya dari neneknya.


selesai berkemas mila membuka buku tabungannya "yah sudah lumayan banyak untu biaya sampai lahiran, dan aku bisa kerja paruh waktu lagi" dia memegangi perutnya "tenang sayang ibu akan menjagamu walau tanpa ayah kamu akan ku rawat" mila tak meminta pertanggung jawaban karena sebelumnya dia menyelidiki pria tersebut dari nama yang terbawa denga kemeja itu dia mendapati bahwa rudi adalah orang terhormat dan sudah memiliki istri yang seorang selebriti ternama, dia yakin mana mungkin pria tersebut mau bertanggung jawab, paling-paling di suruh menggugurkan kandungannya "anak ini tak bersalah".


mila pun berlalu dan mengunci pintu rumahnya menuju bandara.


.....


tak terasa urusan mall tersebut memakan waktu hampir sebulan lamanya, namun rudi tak melupakan tekadnya untuk menemui mila ketika pulang.


sesampainya di bandung rudi bersama supirnya langsung menuju alamat rumah mila sesampainya disana dia di sajikan dengan pemandangan yang amat miris "inikah rumah gadis itu, kenapa tergembok, apakah dia sedang bekerja?" lalu ada seorang wanita paruh baya leawat rudi lalu menanyakan perihal mila "salam, buk pemilik rumah ini di mana ya?".


ibu tersebut mengamati rudi "oh itu si mila ada studi di luar katanya, tugas kampus tapi dia nggak bilang mau kemana" ibu itu pun berlalu.


wajah rudi seketika mengerut dan melihat ke arah supirnya "hey kau dalan 30 menit cari tau tugas apa yang di berikan kampusnya dan di mana studinya itu aku akan menunggu di sini oh ya jangan lupa bawakan tukang kunci".


sopir itu bingung namun tak membantah sambil bergumam "buat apa tukang kunci, si bos aneh" saat mau pergi dia mendengar hantaman keras saat menoleh pintu rumah orang sudah ambruk "oh ternyata begitu".


tak lama kemudian si tukang kunci datang bersama si sopir "bos ini yang bos minta, dan mba mila itu setelah saya selidiki ternyata dia sudah meminta cuti kuliah kepada dosen seminggu lalu" ucap sopir.


wajah rudi sangat muram mendengar penjelasan si sopir "sialan". Lalu dia mengamati sekeliling rumah mila tampak sangat rapi dan bersih walau terlihat tua matanya tertuju pada 1 foto yang terpajang iyalah foto mila "ya tuhan dia sangat cantik" seketika wajahnya sumringah.

__ADS_1


"tapi di mana kamu sekarang kemana kamu pergi, apa yang membuatmu pergi" tak sengaja menyenggol sebuah map dan melihat isinya seketika matanya terbelalak "a..a..apa ini, di...dia hamil" seketika tubuh rudi ambruk, sopir yang melihat sangat ingin menolong namun melihat wajah bosnya yang sangat menakutkan dia mengurungkan niatnya "kenapa dengan wanita ini".


rudi menggenggam erat dokumen itu "aku benar-benar bangsat aku menghamili gadis yang sangat baik, di mana sekarang aku mencarinya" rasa bersalah rudi semakin besar dia mengamati setiap sudut ruangan mila matanya tertuju di sebuah lemari tua.


__ADS_2