Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan

Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan
welcome to Singapore


__ADS_3

setelah sampai di bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta dengan menempuh perjalanan jauh dari kota Bandung mereka pun turun dari mobil masing-masing, keluarga meiling berada di satu mobil kecuali meiling, keluarga Nena berada di satu mobil yang di siapkan oleh keluarga meiling kecuali Nena, keluarga elen berada di satu mobil bersama Nena dan meiling, mereka bertiga memilih naik mobil elen karena lumayan besar.


semua orang bersemangat dan sangat antusias terutama elen, meiling, dan Nena.


begitu memasuki bandara mereka berpamitan dengan para orang tua masing-masing, guru pendamping sudah menunggu mereka untuk masuk bersama berkumpul di dalam ruang tunggu sebelum pesawat berangkat di dalam sudah ada beberapa siswa yang berasal dari daerah lain semuanya tampak antusias saat tengah antusias tiba-tiba salah seorang siswi berceloteh.


"cih...hanya ke Singapore doang girang amat, keliatan banget nggak pernah keluar negeri kampungan" Meiling yang mendengar celotehan itu langsung naik pitam dia mengamati gadis itu dari atas sampai bawah emang anak orang kaya bajunya trendi namun kelihatan agak aneh.


"heh... emangnya kamu siapa bisa bicara begitu, songong amat jadi orang kamu pikir kamu doang yang pernah keluar negeri, yang di sini juga banyak yang pernah keluar negeri kita senang karena kali ini perginya dengan teman-teman makanya berbeda jadi wajar kalau antusias" meiling mencibir


"ck...dasar kampungan" balas gadis itu sambil duduk dan mengibaskan rambutnya yang panjang.


semua orang hanya mengernyitkan dahi mereka, gadis kecil itu berlagak seperti bos dengan dua ajudan di sampingnya. guru pendamping menenangkan mereka tak lama setelahnya peringatan keberangkatan pesawat di umumkan semua orang bersiap menuju pesawat, para guru pendamping sekolah hanya bisa mengantarkan sampai di sini pendamping utama yang akan mengawasi yaitu orang-orang yang berasal dari dinas pendidikan bagian Pramuka. mereka semua langsung mengambil tempat yang di tunjukkan oleh pramugari.


"iuh...kenapa cuma naik kelas bawah gini sih, kalau tau gini lebih baik aku suruh kakek mengantarkan aku pakai private jet, gak Sudi satu pesawat sama para kampungan ini sudah begitu berisik lagi, fasilitasnya nggak lengkap..Ishhh... menyebalkan" lalu dia menelpon kakeknya itu sambil menggerutu "halo kek"


"iya, cantik..cucu kakek yang manis" jawab seseorang di seberang telepon


"apaan sih kek masa naik kelas miskin kayak gini minimal kelas bisnislah aku jadi 1 pesawat sama penghuni udik gini...aku celline nggak pernah ngebayangin harus naik kelas miskin kayak gini" dia menggerutu dengan nada yang sangat sombong.


"sayang..kamu nggak boleh gitu perjalanan kalian di biayai negara terus pesawat itu khusus mengantar kalian karena itu juga milik negara itu sudah aturan namanya peserta jambore dunia harus ikut pesawat yang sama"


"huuuhh...ya udah deh...awas kalau aku terkena virus saat naik kelas miskin kayak gini" dia langsung mematikan telepon selulernya lalu menghentakkan kakinya dan duduk di kursi yang tersedia.


orang yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya "anak ini sangat sombong, dan tidak punya sopan santun" kata salah seorang pendamping kepada temannya lalu temannya hanya menyuruhnya diam "sstt...diam dia itu cucu perdana menteri pendidikan".


tak berapa lama pesawat pun lepas landas beberapa siswa yang baru pertama kali naik pesawat terlihat tegang namun mereka juga gembira karena bisa naik pesawat dan langsung keluar negeri.


meiling, elen dan Nena asyik bercanda.


"na...ini pengalaman pertama kamu naik pesawat kan gimana seru" tanya meiling


"lumayan" Nena hanya menjawab singkat sambil tersenyum.

__ADS_1


"apaan pertama udah berapa kali Nena naik pesawat, untuk lokal saja sudah tak terhitung karena dia sering keluar daerah untuk olimpiade, dan keluar negeri sudah beberapa kali karena Nena juga seringkali mewakili Indonesia ke ajang internasional...bahkan dia pernah ke Amerika dan Eropa untuk olimpiade akademik" jawab elen dengan bangga.


"wah... benarkah gila...kok aku nggak tau yah" meiling sungguh terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh elen.


"hmm...kamu nggak perhatikan piala yang terpajang di rumah bibinya bahkan yang lainnya di kirim kekampung halamannya dan yang sebagian ada di sekolahnya yang sebelumnya dan di sekolahnya saat ini...kalau di satukan bisa 2-3 lemari piala dan medalinya Nena juga piagam penghargaan yang bergengsi juga sudah tak terhitung jumlahnya...sahabat kita ini sangat luar biasa mei" Nena yang mendengar percakapan antara 2 sahabatnya itu hanya bisa tersipu.


"waaaahhh... beruntung aku punya sahabat pandai".


beberapa orang termasuk para pendamping yang mencuri dengar percakapan mereka ikut tersenyum "luar biasa" gumam mereka dalam hati. terkecuali Celine dia hanya memutar bola matanya "berlebihan" dalam hati dia iri dia saja yang cucu perdana menteri pendidikan tidak sebegitunya dia memang sering keluar negeri tapi hanya untuk liburan sementara untuk olimpiade dia hanya di lokal saja itupun dengan memanipulasi beberapa lomba dengan bantuan kakeknya.


....


di luar bandara para orang tua bersiap pulang namun sebelum itu mereka mampir ke sebuah rumah mewah. semua keluar dari mobil dan sangat kagum dengan kemewahan rumah tersebut tak lama Nita dan Alex menyapa mereka "halo, orang tuanya Nena sama elen mari masuk, ini vila keluarga kami ayo kita istirahat sebentar, sore kita pulang"ajak pak Alex.


semuabya mengangguk dengan sopan.


"makasih, pak jadi repot" pak Iwan menyambut dengan sopan tawaran pak Alex.


wajah pak Alex menegang begitu melihat wajah pak Iwan ayahnya Nena sewaktu dari Bandung mereka belum benar-benar bertemu dan di bandara juga hanya sekilas pak Alex sedang sibuk dengan iPad nya karena banyak bisnis yang di kerjakan walaupun sedang dalam perjalanan baru kali ini mereka bertemu langsung dalam hati dia bergumam "di...di.dia" pak Alex gugup. namun pak Iwan menyalaminya dengan ramah tak memperhatikan perubahan wajah pak Alex.


"wahh..asyik akhirnya bisa masak barang sama mbak ajarin yah" Nita sangat senang bisa memasak bersama ibunya Nena yang selama ini hanya bisa di bayangkan saja karena sudah lama dia ingin masak bersama ibu Tuti.


"oh..ya...mamanya elen senang nggak masak sama mbak Tuti"


"saya sudah sering kok mbak" jawab ibunya elen dengan wajah bangga.


"wahh.. benarkah andai saya juga bisa begitu pasti senang".


di depan rumah pak Alex masih membeku namun di sadarkan oleh Rudi yang juga ikut mengantar "bos kamu kenapa".


"oh...nggak apa-apa...mari pak masuk" lalu dia langsung menekan dirinya dan mengatur ekspresi.


mereka masuk rumah dengan berbincang ringan Rudi bertanya-tanya dalam hati "bos kenapa bereaksi gitu yah melihat pak Iwan".

__ADS_1


....


dalam pesawat para siswa asyik bercanda dengan sesama teman yang baru pertama kali bertemu mereka langsung akrab terkecuali Celine dan 2 temannya mereka berlagak sangat sombong.


"cih...kayak kandang hewan berisik banget"


Celine menutup telinganya dengan airphone dan menyetel lagu. waktu berlalu tibalah saatnya makan para pramugari membawakan makanan sederhana namun kelihatan mahal karena tertata rapi.


"wah... makanannya kelihatan enak" seru salah seorang siswa yang lain juga mengangguk namun Celine lagi-lagi protes "apaan makanan kayak gini...ini sih makanan kaki lima emang nggak ada makanan lain apa steak atau pa kek yang berkelas sedikit" Celine lansung melempar makanan itu ke lantai melihat keadaan itu salah seorang pendamping hendak berdiri untuk menegurnya namun di dahului oleh meiling "eh...anak manja nggak punya sopan santun kamu apa-apaan sih, kalau nggak mau makan ya udah nggak usah makan jangan di buang gitu" lalu meiling memunguti makanannya dan meletakkan di piring kembali.


"ngapain Lho ikut campur, dasar udik...oh kamu orang yang lumayan kaya ya...bajumu bermerek sih tapi nggak bisa nutupin ke udikannmu... makanan kayak gini cocoknya dimakan, sama kalian para rakyat jelata aku tuh nggak pantas makan makanan sampah kayak gini kalian sama hewan yang cocok"


meiling sudah sangat marah lalu dia mengambil gelas yang berisi minuman dan menumpahkannya ke atas kepala Celine


"heh...memang kau siapa mengatai kami hewan.. justru kamu itu yang hewan karena ngga punya sopan santun...apa keluargamu juga nggak beretika kayak gini"


Celine naik pitam karena di siram dengan minuman di atas kepalanya " heh... binatang kamu siapa sih..aku ini cucunya perdana menteri ayahku walikota Jakarta lah kamu emang siapa" Celine ingin menarik rambut meiling namun di hentikan oleh pendamping "hei...nak kamu ini keterlaluan apa kamu tidak tau sopan santun.,.kalau kamu berulah lagi akan saya hukum kamu" namun bukannya takut Celine malah lebih garang "hei....kau yang nggak penting-penting amat kamu itu nggak pantas memarahiku memang kamu siapa hanya seorang pegawai kecil sok-sok ngatur aku, kau itu hanya rakyat jelata dasar udik" pendamping tersebut sangat ingin memberikan pelajaran kepada Celine namun di tahan karena bisa berabe kalau berurusan dengan perdana menteri, seseorang yang dari tadi diam saja akhirnya buka suara dia adalah ketua pendamping yang ada saat ini dia seorang anggota polisi wajahnya menakutkan "hei...kau anak songong bicara lagi saya lempar kamu keluar" seketika Celine langsung ciut. orang itu melanjutkan perkataannya "mbak..nggak usah beri dia makan biarkan saja dia kelaparan...tunggu malam baru kasih dia makan..ini hukuman untuknya" lalu orang itu langsung kembali ke tempat duduknya.


semua orang mengacungkan jempol padanya


"wah ketua keren" puji teman pendampingnya.


lalu mereka meneruskan makan, meiling kembali ke tempat duduknya.


"cih...hanya cucu perdana menteri saja sombong" meiling masih sangat marah dia belum puas melampiaskan emosinya.


"udah makan saja tak usahlah marah yang kayak gitu biarin aja ngapain di urusin nanti kesal sendiri" elen dan Nena menenangkan sahabat mereka yang terlanjur emosi itu.


masing-masing fokus pada makanan mereka kecuali Celine yang hanya diam karena dia tidak kebagian makanan dua temannya tak berani memberikan karena takut di tegur oleh ketua, setelah makan semuanya bernyanyi sambil tersenyum senang mengisi waktu luang tak berapa lama makan malam sudah tiba semua orang dapat makan begitu juga Celine dia menerima makanannya tanpa protes dan langsung memakannya karena tadi siang dia tak di beri makan.


selesai makan malam semua tertidur tak terasa mereka telah sampai di Singapura begitu pesawat landing para pendamping membangunkan mereka semua bergegas keluar dari pesawat barang mereka di angkut oleh beberapa orang.


"welcome to Singapore, i'm Smith come with me" seorang pemandu langsung menyambut mereka dan membawa mereka ke mobil operasional menuju tempat kegiatan yang lumayan jauh. semua orang mengikuti dari belakang dan naik bis tersebut.

__ADS_1


"Hay...all we go to camping place now" kemudian Smith menyuruh sang sopir untuk menyalakan bisnya karena sudah selesai di rapikan.


dalam perjalanan mereka bernyanyi Dengan riang gembira semua orang kelihatan bahagia .


__ADS_2