
Nena tersenyum mendengar pertanyaan Indra "awal-awal emang capek kalau udah terbiasa pasti nggak terasa lagi justru kalau aku nggak mengerjakan sesuatu atau hanya duduk diam rasanya akan sangat bosan dan nggak enak".
Indra manggut-manggut dengan Jawa Nena, nenek Bryan memperhatikan Nena dengan saksama dan entah apa yang di pikiran orang tua itu.
tak terasa waktu sudah larut "em...mama Nita papa Alex kami pamit dulu" Nena dan elen pamitan untuk pulang dan di antar oleh Bryan dan Indra dalam perjalanan mereka mengobrol santai tidak butuh waktu lama mereka pun sampai Nena dan elen pamit pada Bryan dan Indra tapi ibu Nena keluar rumah memanggil Bryan "nak Bryan tunggu sebentar" lalu ibu Nena masuk ke dalam rumah tak lama ia keluar lagi dengan membawa 2 buah bingkisan yang cukup besar dan yah cukup berat hingga ayahnya Nena membantu membawakan yang satunya, melihat ibu Nena kepayahan Bryan buru-buru membantu "sini Bu biar saya bantu, wah lumayan berat".
"nak Bryan ini bingkisan untuk dek meiling, ini kue kering dan cemilan yang tahan lama buat bekal mereka ke Singapura kelak"
"wah buk cuma buat mei apa nggak kebanyakan?" Bryan mengamati bingkisan itu dan memang lumayan banyak.
"oh... soalnya ini ada 8 macam makanan yakni 4 macam kue kering dan 4 macam cemilan ringan, ini bisa tahan 3-4 bulan lamanya, dan kamu tenang saja ini nggak pake pengawet apapun kok, Nena sama elen juga ibu buatkan jadi mereka bertiga sudah punya bagiannya masing-masing" elen yang mendengar dia juga punya langsung senang "beneran buk ada juga buatku?" ibu Nena mengangguk "iya, besok ibu kasih" elen tersenyum ceria.
"Loh ibu masa cuma buat mei, terus saya gimana, saya juga pengen Loh ?" Bryan cemberut melihat bingkisan sebanyak itu cuma buat meiling seorang.
"tau nih buk masa cuma buat mei saya juga mau, gini-gini saya ini sepupunya mei juga temannya Nena" Indra yang sedari tadi diam saja juga buka suara karena dia juga pengen.
"hahaha...nak Bryan sengaja' ibu bikin lebih biar kamu juga bisa kebagian mama dan papamu juga paling yang di bawa dek mei cuma sebagian, dan nak Indra juga punya kok jangan khawatir" tak lama berselang ayah Nena keluar lagi membawa sebuah kardus berukuran sedang dan memberikannya pada Indra. Indra kegirangan bukan main karena dia juga dapat dan mengucapkan terima kasih.
Indra dan Bryan pun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, setelah mengantar Indra Bryan pun langsung pulang.
saat Indra di rumah ayah, ibu dan neneknya sedang duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
"halo semuanya aku pulang" Indra mencium tangan orang tuanya dari nenek Inah, lalu ayah, dan ibunya.
ibunya yang melihat kardus yang dia bawa Indra penasaran dengan isinya "kamu bawa apa nak?".
Indra bergegas membukanya "ini dari ibunya Nena mam, tadi habis ngantar Nena sama elen pulang dan di kasih ini sama ibunya".
melihat isi kardus lumayan banyak ibunya keheranan "wah, nggak kebanyakan ini Indra ini cemilan dan kue kering kayaknya".
"ini sih sedikit di banding punya Bryan" Indra kesal mengingat punya Bryan lebih banyak darinya.
"hah, serius tapi kenapa kenapa dia beri sebanyak ini sama kalian" Mila membongkar satu persatu isi kardus dengan saksama.
"yah katanya, sebagian buat bekal mei ke Singapura nanti..oh ya mam katanya ini tahan beberapa bulan" Indra membuka salah satu bungkusan cemilan itu begitu memasukkannya kemulut mata Indra melebar "wow,,,MMM...waw...e..e..nak banget busyet deh" ayah, ibu serta neneknya yang melihat reaksi Indra langsung mencobanya mereka tak kalah terkejutnya dengan rasa cemilan serta kue tersebut.
.....
di tempat lain Bryan pun sampai kerumahnya dan meminta penjaga membantunya membawa bingkisan itu, merekapun masuk kedalam rumah setelah mengantar barang sang penjaga kembali ke posisinya.
"Hay mah aku pulang" Bryan meletakkan barang-barang di atas meja di hadapan orang tua serta nenek dan meiling.
melihat banyaknya barang semua orang terkejut termasuk sang nenek "apa ini nak".
__ADS_1
"ini bingkisan dari ibunya Nena, katanya buat meiling isinya kue dan cemilan ringan" lalu Bryan membuka bingkisan tersebut dan mengeluarkannya.
"wah...benaran buat aku asyik"meiling kegirangan sampai jingkrak-jingkrak kayak anak balita.
"kenapa sih Ampe sesenang itu mei, perasaan sejauh ini barang apapun yang kamu terima dari papa, mama maupun orang lain nggak pernah segirang ini" ayahnya penasaran kenapa anaknya yang selalu biasa saja kalau di belikan sesuatu ataupun menerima pemberian mereka bisa sesenang itu.
"pah, mah kalian tau nggak aku tuh senang dapat kue dari ibunya Nena karena ini sangat enak aku pernah ngerasain waktu main kerumah Nena beberapa hari lalu, baik cemilan, kue atau masakannya semuanya enak kalian udah rasain masakan Nena kan? punya ibunya bahkan lebih enak" meiling menjelaskan sambil melihat-lihat bingkisannya dengan mata berbinar, lalu dia mendapati sebuah catatan kecil di bawah stoples besar itu "halo nak mei, ini cemilan dari ibu buat bekal kamu ke Singapura, biar nggak jajan sembarangan, jajan sembarangan kan tak baik dimakan ya sayang jangan lupa kasih sebagian buat mama papamu juga kakakmu" meiling sumringah membaca isi catatan itu.
"mmm..mm...enak banget ini" tidak terasa Alex sudah mulai mencicipi begitupun dengan Bryan.
lalu Bu Nita juga mencobanya matanya seketika berbinar-binar "iya,,,enak banget ini ternyata kelihaian Nena masak menurun dari ibunya"
nenek pun ikut makan reaksinya tak kalah hebohnya "woowwww...ini super enak sudah banyak makanan ringan yang pernah ku makan tapi tak ada yang seenak ini"
semua makan dengan lahapnya walau mereka baru saja makan malam tak terasa makanan itu tinggal tersisa sedikit
"ah... tinggal sedikit terus buat aku Singapura mana dong kalau di lihat-lihat ini tinggal sedikit" meiling cemberut semua orang juga baru sadar kalau mereka hampir menghabiskan semuanya.
"hehehe maaf yah, nanti papa ganti deh sama uang jajan yang lumayan lebih biar kamu nggak kekurangan, habis kuenya sangat enak" Alex mencoba menghibur anaknya.
"baiklah" lalu Nena membagikan sebagian pada pelayan di rumahnya, semua orang sangat senang bisa merasakan kenikmatan makanan itu.
__ADS_1
tiba-tiba handphone Bryan bergetar "halo ndra ada apa?" Indra menelpon dan mengatakan tentang makanan yang di dapat dari ibunya Nena "woy Bry ternyata enak banget tuh cemilannya punya gue langsung ludesmasih pengen. tapi sudah habis gue rasa si Nena jago masak karena ada gurunya deh".
"HM..punya gue tinggal sisa sedikit, karena pelayan juga dapat..punya mei juga tinggal sedikit" Bryan masuk ke kamarnya untuk tidur begitupun dengan yang lain, setelah mematikan telepon Bryan mencuci muka dan menggosok gigi lalu bersiap tidur dia membuka handphonenya "Selena Adila kamu sangat spesial" lalu dia mengecup gambar Nena yang ada di ponselnya. Bryan selalu memotret Nena secara diam-diam tanpa di sadari oleh Nena, hingga dia punya banyak koleksi foto Nena "kapan kamu gede ya" tak lama matanya pun terpejam membawa khayalannya hingga ke buaian mimpi.