Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan

Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Susah Di Lepaskan
Main ke rumah meiling


__ADS_3

elen dan meiling sudah kembali dari Makassar mereka juga lolos untuk ke Singapura, ke berangkatkan ke Singapura masih di persiapkan oleh pihak sekolah dan itu butuh waktu seminggu karena harus mengurus administrasi dll.


hari ini Nena dan elen berjanji akan main ke rumah meiling, karena meiling memohon agar 2 sahabat barunya itu main ke rumahnya, melihat wajah memelas meiling mereka pun luluh dan akhirnya mau berkunjung biar gimanapun hanya meiling yang sering berkunjung. Nena dan elen naik bajai menuju rumah meiling tadinya akan di jemput oleh sopirnya meiling namun Nena menolak dengan sopan akhirnya meiling mengiyakan permintaan sahabatnya itu, kedatangan Nena dan elen tak di ketahui oleh Bryan sebab Bryan sedang keluar bersama teman-temannya untuk bersantai.


begitu sampai depan gerbang rumah meiling Nena dan elen tercengang mereka tahu meiling dan Bryan adalah konglomerat terkaya di kota Bandung namun mereka tak menyangka bahwa mereka sekaya ini Nena dan elen yang berdiri di depan gerbang hanya seperti semut rumahnya benar-benar besar dan mewah sang sopir bajai pun sampai menggelengkan kepalanya "dek yakin ini rumah, bukannya istana besar sekali jarak dari gerbang ke rumah kira-kira sekilo ini mah".


elen mengangguk "na, apa kita nggak akan di usir kita kayak anak gembel berdiri di sini".


Nena hanya mengangkat bahu "i don't know,,,aku juga baru pertama kali ke sini, kita coba masuk aja, tuh ada security-nya kita tanyakan saja kepadanya"


mereka memanggil sekuriti tersebut namun tak di dengar Nena meminta elen menelpon meiling agar bisa masuk "El, coba kamu telpon Mei, bilang Kita nggak bisa masuk!"


"baiklah na" elen segera menelpon meiling tak lama kemudian meiling datang menaiki golf car semacam mobil yang biasa ada di lapangan golf.


meiling melambaikan tangan dengan girang segera dia menyuruh sekuriti membukakan pintu, setelah pintu terbuka mereka dua ajak meiling naik golf car. meiling sumringah "Nena, elen makasih yah sudah datang kebetulan mamaku lagi cuti dia ingin kenalan dengan kalian ayo". Nena dan elen mengangguk bersamaan. tak lama kemudian mereka sampai begitu membuka pintu jejeran pelayan menyambut kedatangan mereka dengan membungkuk "selamat datang" Nena dan elen ikut membungkuk. meiling lansung mengajak mereka ke ruang tamu dimana ibunya sudah menunggu.


begitu melihat Nena dan elen ibu meiling lantas berdiri menyambut mereka "selamat datang di rumah meiling ya, Nena sama elen kan?" Nena dan elen mengangguk dan menjabat tangan Bu Nita dan menciumnya punggung tangannya, bu Nita tersenyum "mereka sangat sopan" gumam Bu Nita.


setelah duduk mereka di tawari minuman dingin dan cemilan, Bu Nita membuka percakapan "halo, nama saya Nita panggil saja mama Nita, atau mama juga boleh biar akrab".


elen dan Nena tak menyangka Bu Nita sangat ramah dan juga sangat cantik seperti gadis remaja padahal sudah punya 2 anak.


"mama Nita, sangat cantik dan anggun" tanpa sadar Nena memuji kecantikan dan tak bisa melepaskan pandangannya dari ibunya meiling saking kagumnya.


Bu Nita hanya tertawa "ah,,kamu sangat jujur" canda Bu Nita "kamu yang namanya Nena ya dan kamu elen apa mama benar?"


Nena dan elen mengangguk bersamaan


"oh,,ya ..Mei tak ada capeknya menceritakan perihal kalian berdua, mama merasa bersyukur akhirnya dia bisa punya teman yang baik seperti kalian...mama tinggal dulu ya kalian silakan main di mana saja" Bu Nita pun berlalu meninggalkan mereka bertiga. meiling buru-buru menggandeng tangan kedua sahabatnya itu menuju ke kamarnya.


sesampainya di kamar lagi-lagi Nena dan elen di buat tercengang kamar bernuansa pinky itu terlihat sangat mewah "Mei kamarmu bagus ya?" elen memuji kemewahan kamar meiling.


"makasih...kamar kalian juga bagus tapi dan bersih" timpal meiling.


"bagusan punya kamulah Mei, semuanya ada"


elen tak mau kalah.


meiling hanya bisa tersenyum, dia sangat senang dengan adanya 2 sahabat di kamarnya, ini pertama kalinya ada orang yang masuk ke kamarnya selain orang rumah.


"oke guys kita main apa?" tanya Nena tiba-tiba


"gimana kalau kuis yang salah dapat hukuman" meiling sangat antusias dan di sambut anggukkan ke dua temannya itu.


mereka main kuis matematika, sains, bahasa Inggris dan sejarah. di permainan itu yang tak pernah kena hukuman hanya Nena karena dia berhasil menjawab serta mengerjakan soal dengan sempurna, meiling dan elen yang banyak dapat hukuman apalagi elen, dia menggerutu "na, kamu mah main yang jadi keahlianmu lihat aku sama Mei sudah sangat cemong kamu bersih kayak porselen ini gak adil" elen manyun juga dengan meiling "tau nih aku lupa dia jenius, mau aja kita ikut main yah jelas kalahkan" meiling tak kalah mengeluhkan kemenangan Nena, Nena hanya tertawa terbahak bahak.


di balik pintu ada ibu Nita dan beberapa pelayan yang mendampingi ikut menyaksikan permainan itu "Bu teman nona muda itu sangat pintar, sama seperti tuan muda ya?"


"HM,,,,,Bryan dan mei sering menceritakan perihal dia saya kurang yakin tapi dengan mendengar jawaban dan pembahasan nya saya percaya, dia memang anak yang pandai juga sopan anadai dia seumuran Bryan pasti saya jodohkan, bagus loh punya mantu cerdas".

__ADS_1


ibu Nita masuk ke kamar anaknya "wah Nena kamu benar-benar pandai, dan mei sama elen juga pandai tapi nggak pandai-pandai bangat...ha...ha...ha..." goda Bu Nita pada mereka berdua.


"ah mama nih, ngeledekin" elen dan mei bersamaan menggerutu perihal Nita yang menggoda mereka. dan Nita hanya tertawa bahkan sampai terbahak bahak, tak lama terdengar suara ketukan pintu semua menoleh ke arah sumber suara dan ternyata itu adalah pak Alex yang baru pulang dan mendengar suara tertawa dari kamar anaknya


"eh, sayang sudah pulang...aku ambilkan kopi ya?" Bu Nita langsung keluar mengambil kopi walau banyak pelayan di rumah pak Alex tetap mau kopi buatan istrinya.


di kamar pak Alex bertanya perihal permainan mereka serta berkenalan dengan sahabat anaknya Nena dan elen menyambutnya dengan sopan, pak Alex memperhatikan Nena dia ingat bahwa wallpaper di laptop anak bujangnya itu ternyata adalah Nena. Nena termasuk anak yang sangat peka terhadap lingkungan, perubahan, dan keadaan sekitar menyadari pandangan pak Alex "ada yang bisa Nena bantu pak" tanya Nena dengan sopan. pak Alex kaget "oh nggak apa-apa, cuma teringat sesuatu saja".


Nena menyadari bahwa pak Alex tak ingin menjawab dia hanya mengangguk saja dengan jawaban pak Alex itu, Nena tau pak Alex orang baik tapi juga misterius ada aura berbeda darinya.


tak lama Bu Nita datang dengan kopi dan minuman serta cemilan untuk mereka "Hay, guys mama bawa makanan sama minuman nih"


"terima kasih mama Nita" jawab elen dan Nena bersamaan.


setelah makan minum mereka melanjutkan berbincang dan pak Alex menanyakan perihal apa yang mereka mainkan "kalian main apa sih sependengar ayah kayanya seru, dan kenapa 2 orang ini bisa cemong kaya monyet kena tepung".


"ayah, ih...masa cantik begini kayak monyet...iniloh yah kami main kuis dan Nena selalu menang" meiling memperlihatkan kuisioner yang mereka lakukan dan ayahnya memeriksa dengan teliti.


"wah pantas menang orang soal gampang begini" pak Alex sengaja mau meledek anaknya.


"ah,,,papa Alex ini masa yang jelas susah di bilangnya gampang,,,wah mei papamu mengejek kebodohan kita" elen langsung menjawab karena tidak terima atas apa yang di katakan pak Alex.


"iya nih papa gimana sih, mama aja kurang ngerti" meiling manyun.


pak Alex tertawa "gini aja papa yang kasih soalnya dan kalian termasuk mama Nita yang mengerjakan kalau selesai papa periksa ok?"


pak Alex menawarkan diri karena ingin mengetahui kecerdasan nena.


"ah,, Nena bisa tidak kamu kalah aja, atau mengalah biarkan kami menang..jadi orang pintar amat sih" elen dan meiling manyun bersamaan dan di sambut tawa oleh Nena, Bu Nita serta pak Alex dan beberapa pelayan yang menyaksikan pertandingan itu.


"mana boleh seperti itu, namanya belajar yah harus serius.." kata Nena dengan santainya


"waaaa... memang dari tadi kami tak serius...dasar kamunya aja yang terlalu pandai" meiling makin manyun semua orang tertawa.


dalam hati pak Alex bergumam "benar-benar pandai anak ini istri ku saja sampai 3 kali salah, dan anaknya sangat peka dia mengerti apa yang bisa di tanyakan atau tidak, juga mengerti situasi".


"elen sama Nena pulangnya malam saja ya,,,ntar sopir yang antar" pinta Bu Nita


"iya mama, kami berdua juga sudah izin pulang malam karena mei juga sering berkunjung sampai malam kalau main ke rumah kita" Jawab Nena sopan.


Nita tersenyum senang karena anaknya akhirnya punya teman yang bisa berkunjung ke rumah mereka tanpa ada tujuan tertentu selama ini banyak yang berkunjung tapi mereka punya tujuan tertentu entah di suruh orang tuanya ataupun hanya karena mereka kaya.


"oh...ya mama mau masak dulu mumpung hari libur mama akan masakkan makanan spesial untuk kalian, kalian lanjutkan mau main apa saja" Bu Nita pun berlalu setiap weekend atau hari libur Bu Nita dan pak Alex akan berada di rumah meluangkan waktu untuk anaknya.


"ok...kita akan main game papa akan jadi pengawasnya" semua menyambut gembira tawaran pak Alex, dan mereka bermain berbagai macam game. di dapur Bu Nita memasak dan menyuruh pelayan menelpon Bryan agar pulang dan makan siang di rumah.


tak berapa lama Bryan dan Indra sudah di rumah orangtuanya Indra sedang di luar negeri untuk umroh bersama nek Inah.


"ma..aku pulang" teriak Bryan yang menuju dapur tempat mamanya memasak.

__ADS_1


"halo mama cantik" Indra juga ikut nimbrung dia telah terbiasa memanggil Bu Nita dengan sebutan mama, Nita tak masalah karena itulah permintaan darinya dia menganggap Indra seperti putranya sudah tak bedanya kadang kalau Indra dan Bryan bertengkar kecil perlakuannya terhadap Indra tetap sama begitupun sebaliknya.


"kalian duduk saja di meja makan sedikit lagi selesai" Bryan dan Indra menurut saja, para pelayan membantu Bu Nita menyiapkan semuanya.


"mama cantik, banyak Amat masaknya nggak biasanya" tanya Indra heran karena makanannya terlalu banyak.


"kita punya tamu yang akan makan dengan kita pelayan sedang memanggilkan mereka" Bu Nita sangat sibuk kesana kemari mempersiapkan semuanya.


"terus mereka mana kok sepi-sepi aja" tanya Bryan penasaran.


"oh mereka main di belakang, tadi pagi mainnya di kamar adikmu, ayah juga ikut main sama mereka" jawab Bu Nita dengan santai.


"oh,,,rekan bisnis" Bryan kembali sibuk dengan handphonenya sambil meneguk air.


dari arah belakang terdengar suara pak Alex "woy, bro sudah pada pulang?" tanya pak Alex.


"iyalah...papa bear ini kan waktunya makan" jawab Indra santai.


"wah si Teddy bear sudah lapar" pak Alex mengelus rambut Indra, pak Alex dan Indra suka saling mengerjai dan mereka terbiasa seperti itu bahkan Indra pernah di buat menangis olehnya karena di kerjai.


"halo kak Indra, kak Bryan" sapa elen yang membuat Indra dan Bryan kaget saking kagetnya Bryan sampai menyemburkan air yang di minumnya dan mengenai wajah Indra semua yang melihat sontak tertawa.


"elen, kamu sendiri Nena mana?" tanya bryan antusias orang di sekitar hanya saling pandang.


"HM,,, sapaanku belum di jawab,, langsung Nena yang di tanyakan, kebiasaan..." sontak semua orang tertawa kecuali Bryan yang malu dengan Jawaban elen.


"wah..papa bear coba lihat anakmu sudah tak tertolong, dia pikir Nena sama elen nempel kali, tiap liat elen pasti Nena yang di tanyakan, dah gitu dia nggak minta maaf sama wajahku yang di semburnya..CK...CK...CK" celetuk Indra yang menyeka air di wajahnya.


Bryan tersipu dengan ucapan Indra "apaan sih Lho".


tak lama Nena sampai "halo semuanya" sapa Nena pada semuanya, mata Bryan langsung berbinar begitu melihat Nena, ayah dan ibunya yang memperhatikan hal tersebut sampai heran. anaknya benar-benar jatuh hati pada seorang gadis kecil di bawah umur meski Nena cantik tapi dia masih bocah sekian banyak yang mendekati Bryan tak ada yang di gubris "apa anakku kena karma ya" kata hati pasutri itu sama.


"eh,,,Nena juga di sini, kalau tau mau datang yah kita di rumah aja kan bro" tanya Indra pada bryan, namun sayang orang yang ditanyai tak menggubris, melihat itu Indra geleng-geleng kepala.


"iya kak...kita sudah janji sama Mei buat berkunjung mungkin sampai malam baru pulang" jawab Nena


Indra manggut-manggut "oh..ma.."


"benarkah? serius?" Bryan langsung memotong perkataan Indra, dan Indra pun memutar bola matanya.


"iya..gantian selalu nya kan mei yang mau Ampe malem Sekarang gantian" jawab elen dan di anggukan oleh Nena.


pak Alex menyela "kita tadi main kuis, game dan setelah makan kita mau main lagi".


"emang papa bear mau main mainan bocah begitu?" tanya Indra apa orang seperti pak Alex mau main yang seperti itu.


"HM... mainnya bukan boneka atau mainan anak-anak tapi kuisioner kayak matematika, bahasa Inggris dll..dan game kaya tebak gambar, lagu dll.." jelas pak Alex


"iya, ndra mama juga ikut tadi dan serunya Nena tak pernah kalah mau kuis atau game Ampe elen sama Mei merajuk gara-gara sering kalah, mama aja tadi sempat salah jawab saat kuis tapi Nena benar semua juga penjelasannya mudah di pahami..gokil nggak tuh?" Bu Nita menjelaskan tentang semuanya.

__ADS_1


Indra mengangguk, Bryan duduk diam sambil sesekali melirik kearah Nena dalam hatinya "ah...andai kutahu pasti aku tak akan keluar rumah... jadi bisa lebih lama dengan dia".


pak Alex geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak lelaki nya itu "dia benar-benar menyukai gadis kecil ini" pak Alex mengelus dadanya.


__ADS_2