JODOH KE-2

JODOH KE-2
Bab 25. Mengambil Keputusan!


__ADS_3

Sudah dua hari ini aku merenung, menimbang-nimbang tawaran dari mbak Yuni saudara sepupu jauh ku. Ya, dua hari yang lalu aku di telpon sama mbak Yuni, entah dari mana dia tau nomor ku, mungkin dari bapak, karena bapak sering ke rumah pak Dhe, orang tuanya mbak Yuni. Dia menawari ku untuk menyusulnya bekerja ke Surabaya tepatnya di sebuah pabrik kertas, katanya di bagian melipat dan mengelem membutuhkan beberapa pekerja.


Nasib mbak Yuni tak kurang lebih hampir sama seperti diri ku. Namun dia sedikit lebih beruntung karena meskipun ia terpisah dari anaknya, dia masih bisa menemui anaknya kapan pun ia mau. Sedangkan aku? Jangankan menemuinya, melihatnya dari kejauhan saja tidak bisa.


Semalam aku sudah meminta pendapat kepada ibuk dan bapak, dan mereka pun mengizinkannya. Namun aku yang masih berat berpisah jauh dari anak ku. Padahal meskipun aku di rumah juga terpisah dari anak ku.


Setelah menimbang-nimbangnya sekali lagi, akhirnya aku putuskan untuk menerima tawaran mbak Yuni. Mungkin bisa aku coba dulu untuk mengalihkan pikiran ku, siapa tau saat kumpul dengan orang banyak akan sedikit meringankan beban pikiran ku. Ku ambil ponsel ku dan segera mengirim chat kepada mbak Yuni. Ingin ku menelponnya, namun ini masih jam sebelas, pasti mbak Yuni masih bekerja. Kalau aku mengirimnya pesan, sudah pasti saat istirahat nanti ia akan membacanya.


[Mbak] -Aku-


Agak ragu aku sebenarnya, tapi semoga ini keputusan yang terbaik.


[Mbak Yun, aku terima tawarannya. Kapan aku bisa berangkat?] -Aku-


Setelah itu ku letakkan lagi ponsel ku ke atas meja kemudian bergegas keluar untuk mencari ibu ku. Namun tak ku temui beliau ada di dalam rumah. Aku pun mencarinya ke depan juga tidak ada, dan satu-satunya yang tertinggal adalah kandang sapi di belakang rumah. Dan benar saja, ibuk ada disana.


"Buk!" Sapa ku saat mendekati ibuk yang sedang memberi pakan sapi di kandang.


"Eh, ada apa nduk?" Ibuk menghentikan kegiatannya sejenak.

__ADS_1


"Aku udah putuskan, aku terima tawaran mbak Yuni." Jawab ku lirih seraya menunduk. Air mata sudah tidak bisa lagi ku bendung. Ibuk langsung mencampakkan rumput yang ada di tangannya dan langsung memeluk ku erat.


"Sudah! Menurut ibuk, itu keputusan yang tepat. Dari pada kamu di rumah juga gak bisa ketemu Bagas, lebih baik di bawa kerja saja." Ku rasakan tangan kiri ibu ku mengelus rambut ku, sedangkan tangan kanannya mengelus punggung ku.


"Sebenarnya ibuk juga berat melepas mu nduk, tapi ibuk sakit melihat mu terpuruk begini." Tubuh ibuk tiba-tiba bergetar seperti menahan tangisnya. Setelah pelukan kami terurai, ibuk melanjutkan memberi makan sapi sedangkan aku kembali masuk ke dalam rumah untuk mengecek balasan pesan dari mbak Yuni. Dan ternyata sudah ada pesan dari mbak Yuni yang masuk.


[Terserah kamu Nja, besok juga bisa] -Yuni-


[Berani berangkat sendiri?] -Yuni-


Dua pesan dari mbak Yuni, aku pun segera membalasnya.


[Aku gak berani mbak, aku kan gak tau tempatnya?] -Aku-


[Oke, tenang saja! Nanti aku minta bantuan Arif buat anterin kamu kesini] -Yuni-


Arif adalah adik sepupu mbak Yuni dari ibunya. Usianya sebenarnya lebih tua dari mbak Yuni, tapi karena ia anak dari adiknya ibunya mbak Yuni, jadi mbak Yuni memanggilnya Arif tanpa embel-embel.


[Lho, mas Arif gak kerja ta mbak?] -Aku-

__ADS_1


[Udah seminggu di rumah. Kabari aja kalau kamu siap berangkat] -Yuni-


[Besok aku siap mbak] -Aku-


[Oke, nanti setelah telpon Arif, kamu ku kabari lagi] -Yuni-


[Oke mbak!] -Aku-


Setelah itu, sambil menunggu kabar dari mbak Yuni, aku mempersiapkan segala sesuatu yang akan ku bawa besok. Sekarang hati ku sudah mantap untuk pergi bekerja ke Surabaya.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Semangat Nja 💪😢😢😢


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2