JODOH KE-2

JODOH KE-2
Bab 27. Rezeki Tak Kan Kemana


__ADS_3

Grep!


Mbak Yuni langsung memeluk ku saat aku sudah tiba di depannya. Aku pun membalas pelukannya tak kalah erat, air mata yang tadi sudah mengering langsung kembali berlinang membasahi pundak mbak Yuni. Ku rasakan usapan lembut di punggung ku oleh tangan mbak Yuni.


"Sudah, jangan di pikirkan lagi. Sekarang saatnya kamu bangkit dan tunjukkan pada mereka kalau kamu kuat." Ucap mbak Yuni, aku pun mengangguk dalam pelukannya. Kemudian Mbak Yuni mengurai pelukannya dan aku pun segera menyusut air mata ku dengan punggung tangan ku.


"Ayo Rif, masuk dulu." Mbak Yuni mengandeng tangan ku menyusuri lorong kecil yang ada di sebelah pabrik, dan mas Arif pun mengekor di belakang kami.


Di bukanya salah satu pintu kamar kecil seperti sebuah kost-kostan yang berderet di belakang pabrik. Rupanya di sini sudah di sediakan tempat tidur sejenis Mes mungkin, oleh pemilik pabrik bagi karyawan yang masih lajang. Sedangkan bagi yang sudah berkeluarga bisa cari kost di tempat lain bersama pasangannya. Ada sekitar sepuluh kamar di sana, tadi saat aku berjalan sempat menghitungnya.


"Istirahat dulu, tak ambilkan minum di belakang." Setelah mempersilahkan aku masuk ke dalam kamar, mbak Yuni langsung berlalu, dan mas Arif pun mengekor di belakang mbak yuni.


Aku pun masuk ke dalam kamar lalu meletakkan tas ke lantai kamar, kemudian bergegas keluar untuk menyusul mbak Yuni. Ku tolehkan kepala ku ke kanan dan ke kiri, terlihat mbak Yuni dan mas Arif ada di ujung lorong. Aku pun segera menghampiri mereka berdua. Ternyata di sana ada dapur lengkap dengan perabotnya dan kulkas dua pintu setinggi tubuh ku juga ada disana, serta dua buah kamar mandi yang nampak bersih terawat.


Ku lihat mbak Yuni sedang merebus air untuk membuat kopi. Sedangkan mas Arif duduk lesehan di bawah sambil memainkan ponselnya. Lantainya pun tampak bersih dan nyaman.


"Eh Nja, ambil minum sendiri di dalam." Mbak Yuni menunjuk kulkas yang ada di sana.


"Tapi hanya ada air putih Nja, hehe." Lanjut mbak Yuni meringis, aku pun juga ikutan terkekeh.


"Gak papa mbak, yang penting dingin." Ucap ku santai.

__ADS_1


"Atau mau aku buatkan teh? Atau kopi?" Tawar mbak Yuni lagi.


"Gak usah mbak, ini aja cukup." Tolak ku seraya membuka kulkas.


"Ada berapa orang di sini mbak?" Tanya ku pada mbak Yuni.


"Ada sembilan belas orang. Masing-masing kamar di tempati dua orang cewek. Dan cuma aku yang sendirian, makanya pas ada lowongan aku telpon kamu. Mungkin ini rejeki kamu Nja." Jelas mbak Yuni, aku hanya mengangguk.


"Cewek semua mbak? Apa di pabrik gak ada cowoknya?" Tanya ku tanpa sadar.


"Cieee, baru juga sampe udah nyari cowok." Goda mbak Yuni.


"Eh, bukan itu maksud ku." Aku pun pura-pura merengut dengan candaan mbak Yuni.


"Iya, semua yang tidur di sini cewek yang masih lajang. Kalau di pabrik ya campuran, ada cowok dan cewek, ada bapak-bapak dan ada juga emak-emak." Jelas mbak Yuni, aku pun manggut-manggut. Mak Yuni sudah dua tahun lebih bekerja di sini.


"Udah makan belum?" Tanya mbak Yuni yang mendapat anggukan dari kami berdua.


Sekitar satu jaman kami ngobrol dan bercanda di dapur minimalis tersebut. Dan mas Arif pun pamit untuk pulang.


"Kok buru-buru mas, apa gak masih capek?" Tanya ku khawatir. Takutnya mas Arif kelelahan.

__ADS_1


"Aku mau mampir ke tempat teman dulu Nja, gak jauh kok dari sini, sekitar sepuluh menitan. Nanti kalau gak memungkinkan untuk pulang, aku nginap di sana." Mas Arif menjawab kekhawatiran ku. Aku pun hanya bisa mengangguk.


"Hati-hati mas, terimakasih." Ucap ku seraya mengantar mas Arif ke depan bersama mbak Yuni.


"Iya, sama-sama. Baik-baik disini." Mas Arif mengulas senyum kepada ku, aku pun membalasnya dengan tersenyum pula.


"Aku balik dulu mbak." Pamit mas Arif pada mbak Yuni.


"Iya, hati-hati! Nanti kabari, mau nginap atau pulang. Awas aja kalau sampe bikin orang kepikiran." Sungut mbak Yuni.


"Iya mbak ku tersayang." Ucap mas Arif kemudian berlalu menyusuri jalan untuk mencari angkot.


*****


*****


*****


*****


*****

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂


__ADS_2