JODOH KE-2

JODOH KE-2
Bab 31. Apakah Itu Talak?


__ADS_3

Tak terasa sudah empat bulan lamanya aku bekerja di pabrik ini. Tak ada halangan apa pun selama aku bekerja disini. Hanya awalannya saja yang terasa berat karena sering di bentak oleh orang Madura. Padahal aku gak tau bahasanya, namun hati rasanya sakit. Lama kelamaan aku jadi terbiasa dengan suara keras dan kasar karena sering terjadi cekcok antara sesama orang Madura.


Kemarin saat jam kerja usai, mbak Yuni pamit kepada mbak Lim untuk pulang mengunjungi anaknya. Aku pun akhirnya ikut izin pulang mumpung ada barengannya. Maklum saja, aku belum hafal jalannya dan juga aku gak berani pulang sendiri. Dan yang pasti, aku juga sudah kangen banget dengan Bagas anak ku.


Semua orang yang ada di pabrik sudah tau kalau aku sudah berkeluarga dan memiliki anak. Memang aku tak mau menyembunyikan status ku saat ini. Takutnya nanti di kira masih gadis terus banyak yang ngincar, hehe. Untuk saat ini biarlah aku membentengi diri ku sendiri dengan status ku ini. Meskipun kami tak lagi bersama, namun kami masih sah secara hukum sebagai suami istri. Kalau secara agama entahlah, mungkin sudah kena talak satu.


"Bawa mbak mu pulang, aku sudah gak butuh dia lagi!"


Kata-kata mas Ryan kala itu masih terngiang jelas di telinga ku. Bukan kah itu tanpa sadar sudah merupakan sebuah talak? Aku masih ingat dengan ceramah online yang pernah aku lihat di YouTube.


Ceklek!


"Hey Nja!" Mbak Yuni menyenggol bahu ku pelan. Aku yang sedang menata beberapa setel baju dan beberapa pasang sepatu anak ke dalam tas pun sampe tak menyadari mbak Yuni masuk ke dalam kamar.


"Cepetan, jangan ngelamun. Ini udah setengah tujuh." Ucap mbak Yuni memperingatkan. Aku pun segera memasukkan baju-baju dan sepatu anak ku ke dalam tas. Ya, Minggu kemarin aku dan mbak Yuni mengambil libur untuk sekedar jalan-jalan me-refresh otak yang penat karena selama empat bulan ini kami tak pernah mengambil libur sama sekali.

__ADS_1


"Ayo mbak kita jalan sekarang." Ucap ku penuh semangat karena sebentar lagi akan bertemu dengan anak ku.


"Sarapan dulu ini, tadi aku beli nasi bungkus keliling." Mbak Yuni menyodorkan sebungkus nasi kepada ku. Aku pun segera meraihnya, dan kami pun menikmati sarapan di dalam kamar.


Tepat pukul tujuh, kami sudah berdiri di depan Alfamart menunggu angkot yang lewat. Tak berselang lama ada angkot yang berhenti di depan kami. Kami pun segera masuk ke dalam angkot yang akan membawa kami menuju ke terminal Bungurasih.


*****


Setelah menempuh waktu selama enam jam lamanya, akhirnya kami pun tiba di rumah masing-masing.


"Kok nangis buk, anak pulang bukannya seneng kok malah nangis." Ucap ku bercanda seraya mengurai pelukan.


Plaakk!


"Aduh!" Ibuk memukul *@**@* ku dengan keras. Mungkin ibuk kesal dengan candaan ku.

__ADS_1


"Mau pulang kok gak bilang-bilang. Ayo masuk." Ibuk menuntun tangan ku namun aku tepis. Aku langsung merangkul pundak ibu ku dan kami beriringan masuk ke dalam rumah.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

__ADS_1


__ADS_2