
Sekitar pukul tujuh pagi aku dan mas Arif berangkat dari rumah. Kami menaiki sebuah angkot terlebih dahulu selama satu jam lebih untuk sampai ke terminal bus. Sesampainya di terminal, kami langsung masuk ke dalam bus jurusan Surabaya-Semarang. Setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya bus yang kami tumpangi mulai berjalan meninggalkan terminal.
Sudah sekitar dua jam perjalanan, tapi tak ada satupun kata yang terucap dari bibir kami berdua. Aku memang memilih untuk diam menghadap ke samping kaca dengan laju air mata yang tak berhenti semenjak naik angkot tadi pagi. Sedangkan mas Arif mungkin juga sungkan mau mengajak ku bicara dengan kondisi ku yang sedang tidak baik-baik saja.
Ku rasakan bus berhenti karena di depan terlihat lampu merah yang menyala. Banyak pedagang yang masuk ke dalam bus sekedar menawarkan minuman dan jajanan.
"Minum Nja," Mas Arif menyodorkan sebotol air mineral dingin kepada ku. Aku pun segera meraihnya.
"Makasih mas!" Ini adalah percakapan pertama kami setelah empat jam perjalanan yang kami tempuh. Setelah itu kami sama-sama terdiam kembali.
Setelah meminum air beberapa teguk, pikiran ku sedikit lebih fresh. Mungkin efek dari air dingin yang menyejukkan sehingga pikiran ku menjadi lebih tenang. Setelah itu ku sandarkan kepala ku ke punggung kursi lalu ku pejamkan mata ku.
*****
Ku kerjabkan mata ku beberapa kali kemudian aku menoleh ke samping yang ternyata mas Arif juga tertidur. Ku rogoh ponsel ku yang ada di dalam tas ternyata sudah pukul satu siang.
__ADS_1
"Jam berapa Nja?" Hampir saja ponsel ku terjatuh karena kaget mendengar suara serak khas bangun tidur. Aku pun menoleh ke sumber suara, rupanya mas Arif sudah bangun dari tidurnya.
"Jam satu mas." Jawab ku seraya memasukkan kembali ponsel ke dalam tas.
"Hampir sampai sepertinya." Mas Arif membetulkan posisi duduknya seraya mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya. Dan benar saja, sekitar sepuluh menit, kami sampai di terminal Bungurasih.
"Ayo turun." Mas Arif bangkit dari duduknya dan aku segera mengekor di belakangnya. Banyak tukang ojek yang memenuhi pintu bus saat kami akan keluar dari bus. Mas Arif segera meraih tangan ku dan menuntun ku menyusuri terminal. Aku pun hanya bisa pasrah, entah mau di bawa kemana aku pun tak tau, karena memang ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki ku di kota Surabaya.
Setelah menyusuri terminal, mas Arif membawa ku masuk ke dalam salah satu warung yang masih ada di area terminal.
Setelah sekitar setengah jam kami makan dan beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar terminal untuk mencari angkot. Sepertinya mas Arif pernah main ke tempat kerjanya mbak Yuni, sehingga ia sudah hapal jalan menuju ke tempat kerja mbak Yuni. Tak berapa lama, angkot pun berhenti di depan kami. Kami pun segera masuk ke dalam angkot.
"Bulak Cumpat Barat pak, depan Alfamart." Ucap mas Arif kepada supir angkot. Entah itu nama pabrik tempat kerja mbak Yuni atau nama kotanya atau nama entahlah aku tak tau.
"Siap mas!" Pak sopir pun langsung melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota Surabaya yang terlihat padat merayap.
__ADS_1
Butuh waktu sekitar dua puluh menitan untuk sampai di tempat kerja mbak Yuni. Dan angkot pun berhenti tepat di depan sebuah Alfamart. Kami segera turun kemudian berjalan kaki menyusuri sebuah gang menuju ke tempat kerja mbak Yuni. Nampak dari kejauhan mbak Yuni sudah melambaikan tangan seolah sedang menyambut kedatangan ku.
*****
*****
*****
*****
*****
Akhirnya sampai juga di Surabaya 😅
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂
__ADS_1