Jodoh Pasti Bertemu

Jodoh Pasti Bertemu
Episode 31 - Pertanyaan Tentang Sebuah Mimpi


__ADS_3

Aku tersentak bangun tiba-tiba. Tidak ada suara atau cahaya menyilaukan yang mengganggu tidurku. Segalanya masih seperti saat aku jatuh terlelap. Di layar komputerku masih beberapa naskah cerpen yang sedang aku tulis, sementara winamp mengalunkan lagu-lagu timur tengah, seperti sebelum keadaan aku tertidur pulas. Aku mencoba mengingat sebelum tidur, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa mimpi buruk ini hadir, apakah karena suasana hatiku yang sedang gundah. Malam yang hening, aku melirik ke tulisanku, sebuah cerpen yang belum selesai kutulis.


Jam empat pagi. Dan suara alarm berbunyi mengejutkanku yang kedua kali, aku memang terbiasa memasang alarm pada pukul empat pagi. Mengapa aku terbangun begitu terkejut? Tidak pernah aku mengalami ini sebelumnya, tak pernah sama sekali. Tapi, mimpi itu memang sangat mengejutkanku, mimpi yang aneh. Aku mencoba mengingat-ngingat mimpi itu, semakin diingat, semakin nyata terlihat.


Seorang laki-laki yang hadir dalam mimpiku sangat kukenal, dia memberikanku sekuntum bungan mawar, matanya sungguh indah, bercahaya, berkilau asmara. Aku mengagumi sosok itu, dia tidak berambisi dalam meraih cinta, dia sangat tenang dalam menyatakan semuanya.

__ADS_1


Awalnya aku terkejut dengan pemberian bunga mawar itu, sebab dalam hidupku belum pernah ada seorang laki-laki memberikan bungan mawar. Tapi, mengapa dia harus memberikan bunga mawar, mengapa tidak memberikan bunga kesukaanku, yaitu bunga mawar. Ya, mawar putih. Aku sangat menyukai mawar putih, apalagi aromanya, membuat hati ini nyaman.


Akan tetapi ketika aku menerima bunga mawar itu. Tanpa kuduga, hati ini juga ikut berbunga-bunga, aku merasakan keindahan yang sangat dahsyat. Maha dahsyat, sepertinya kekuatan itu memengaruhi gerak tubuhku, gerak rasanya, seakan aku tak pernah bisa mengontrolnya.


Apakah aku telah jatuh cinta kepada laki-laki itu? dia menatap dengan sangat tenang. Bibirnya yang berwarna tipis sangat sensual, birahiku juga muncul. Aku menjadi tergila-gila padanya, seolah aku ini seorang perawan yang kesepian, mendapatkan seorang pemuda yang kesepian, sehingga kami saling membutuhkan.

__ADS_1


Bibirnya mulai mendekat, aku semakin terbuai oleh aroma tubuhnya, aku ingin memeluknya, aku ingin menciumnya, aku ingin…. Oh tidak! Bibirnya semakin mendekat, bibirku juga mulai kudekatkan, sementara angin berhembus sepoi-sepoi, meniupkan daun-daun kering yang jatuh.


Akan tetapi, tiba-tiba datang seorang pemuda, wajahnya lebih bercahaya dari laki-laki di hadapanku, dia menarik laki-laki yang akan menciumku, kemudian menghalangi tubuhku dengan tubuhnya, dia ingin melindugiku? Tapi mengapa? Dan siapa dia? Aku tak bisa melihat wajahnya.


Laki-laki yang akan menciumku tiba-tiba berubah menjadi ular besar, taring-taringnya tajam dan menyerang kami. Pemuda itu mengeluarkan pedang dan membunuh ular itu. Ya Allah… laki-laki yang akan memberiku mawar dan akan menciumku ternyata seekor ular berbisa, aku terselamatkan.

__ADS_1


Dan ketika aku ingin mengucapkan terima kasih, pemuda itu hilang. Siapa dia? Siapa dia? Siapa dia… aku tersadar, suara azan subuh berkumandang, segera saja aku bangkit dan melangkah menuju kamar mandi, membasuh wajah kemudian berwudu, lebih baik aku tidak memikirkan mimpi itu. Kata orang mimpi hanyalah bunga tidur, tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata. Benarkah? Aku semakin ragu.


__ADS_2