
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 malam di hari ulang tahun Bella. Ryan dengan hati-hati menggandeng tangan istrinya yang tengah tidur pulas. Bella terbangun, memandangi wajah Ryan dengan mata terpejam. Ryan meniup lilin di atas kue ulang tahun yang telah ia siapkan di samping tempat tidur mereka. Kue itu pun tertata rapi dengan hiasan krim dan balon ulang tahun yang Ryan beli dari tukang balon yang lewat di depan rumah mereka.
“Selamat ulang tahun sayangku. Semoga kamu selalu bahagia dan sehat selalu,” ucap Ryan dengan suara lembut.
Bella tersenyum dan membuka matanya perlahan. Ia melihat kue dan balon yang terlihat manis di hadapannya.
“Terima kasih sayang, kamu luar biasa,” balas Bella sambil mengucapkan doa syukur dalam hatinya.
Ryan meletakkan kue di atas meja dan menyerahkan kotak kecil berisi hadiah untuk Bella. Bella membuka kotak itu dan menemukan kalung cantik yang ia lihat di toko perhiasan beberapa hari lalu.
“Ryan, ini terlalu mahal,” ucap Bella dengan kaget.
“Tidak ada yang terlalu mahal untukmu sayang,” jawab Ryan sambil mengambil kalung itu dan membantu Bella memakainya.
Bella memandangi kalung itu, merasa sangat senang dan bersyukur mempunyai suami seperti Ryan. Ia merasa terpukau dengan betapa Ryan selalu memperhatikan setiap detail dalam hidup mereka.
Setelah memberikan kejutan itu, Ryan memimpin Bella keluar rumah menuju sebuah restoran mewah yang telah ia pesan untuk merayakan ulang tahun Bella. Di sana mereka menikmati makan malam bersama, sambil menikmati suasana romantis dari restoran itu. Mereka bercanda dan tertawa bersama, sambil menikmati makanan lezat di hadapan mereka.
“Terima kasih untuk semuanya, Ryan,” ucap Bella sambil tersenyum lebar.
“Kamu pantas mendapatkan semuanya sayang,” balas Ryan sambil menepuk tangan Bella dengan lembut.
Suasana yang romantis dan penuh cinta ini membuat Bella semakin yakin bahwa Ryan adalah pilihan terbaik dalam hidupnya. Mereka menghabiskan malam itu dengan penuh kebahagiaan dan canda tawa, merayakan ulang tahun Bella dengan sangat spesial.
Pagi itu, Ryan terbangun lebih awal dari biasanya. Ia bergegas bangun dari kasurnya dan berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan istimewa untuk Bella. Hari itu adalah hari spesial, ulang tahun Bella yang ke-30. Ryan ingin memberikan kejutan yang spesial untuk istri tercintanya.
Setelah menyiapkan semua bahan, Ryan mulai memasak dengan hati-hati. Ia memilih resep makanan favorit Bella, yaitu pancake dengan potongan buah segar dan sirup maple. Ryan sangat memperhatikan detail-detail kecil dalam memasak. Ia ingin menjamin semua rasa dan tekstur sempurna. Selain itu, Ryan juga menyeduh kopi istimewa yang baru ia beli dari kedai kopi di dekat rumah mereka.
Saat Bella terbangun dan membuka pintu kamar tidurnya, aroma harum pancake yang sedap langsung menyapu hidungnya. Bella terkejut dan merasa senang melihat makanan yang sudah disiapkan Ryan. Ia melihat dengan penuh harap saat Ryan membawa pancake dan kopi ke atas meja di ruang makan.
"Selamat ulang tahun, sayang. Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan bagi kamu," ucap Ryan dengan lembut, sambil mencium pipi Bella.
"Terima kasih, Ryan. Ini begitu istimewa," ujar Bella, dengan senyum bahagia di bibirnya.
__ADS_1
Mereka duduk bersama di meja makan, menikmati sarapan yang istimewa itu. Sambil menikmati pancake yang empuk dan sirup yang manis, Ryan dan Bella membicarakan rencana mereka untuk hari itu. Ryan ingin membawa Bella pergi jalan-jalan dan makan siang di restoran favoritnya. Bella sangat senang dengan rencana itu.
Setelah sarapan, Bella dan Ryan bersiap-siap untuk pergi keluar. Namun, sebelum mereka keluar rumah, Ryan memberikan sebuah kado pada Bella. Bella membuka kado tersebut dengan hati-hati dan melihat sebuah kalung cantik dengan liontin berlian yang tergantung di tengah-tengahnya.
"Wah, Ryan. Ini sangat indah. Terima kasih, sayang," ujar Bella, dengan suara yang terdengar sedikit tercekat.
Ryan tersenyum bahagia saat melihat reaksi Bella terhadap kado itu. Ia memeluk Bella dan mencium keningnya dengan lembut.
"Kamu sangat berharga bagiku, Bella. Aku ingin memberikan yang terbaik untukmu," ujar Ryan, dengan penuh kasih sayang.
Bella tersenyum, merasa begitu bahagia dengan hadiah dan perhatian dari suaminya. Mereka keluar rumah, berjalan-jalan dan menikmati hari ulang tahun Bella yang indah bersama-sama.
Hari itu cuaca cerah dan matahari bersinar terang, menandakan bahwa musim panas telah tiba. Bella dan Ryan sedang duduk di teras belakang rumah mereka, menikmati secangkir teh dingin dan menatap hijaunya taman di sekitar mereka.
"Teras ini terlihat indah, terima kasih sudah membuatnya," kata Bella sambil tersenyum pada Ryan.
"Tentu saja, sayang. Kamu pantas mendapatkan tempat yang nyaman untuk bersantai," jawab Ryan sambil memegang tangan Bella.
Mereka berdua berbicara dan tertawa, menikmati suasana yang damai. Namun, tiba-tiba Ryan berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam rumah. Dia kembali ke teras dengan sebuah kotak besar yang dibungkus rapi.
Bella terkejut dan senang melihat kotak besar itu. Dia membuka bungkusnya dan menemukan sebuah tas mewah yang sangat cantik.
"Oh Ryan, tas ini indah sekali! Aku tak bisa mempercayai bahwa kamu memberikannya padaku," ujar Bella sambil memeluk Ryan.
"Kamu pantas mendapatkan yang terbaik, sayang," jawab Ryan sambil tersenyum.
Bella merasa sangat bahagia dan bersyukur memiliki suami seperti Ryan. Mereka berdua memutuskan untuk pergi makan malam untuk merayakan ulang tahun Bella dan Ryan berjanji akan selalu memberikan kejutan spesial untuk istri tercintanya.
Tak henti – hentinya ryan memberikan banyak kado kepada bella. Bella merasa ulang tahun nya kali ini, menjadi ulang tahun yang sangat berbeda, dan sangat membahagiakan baginya. Semakin lama bersama ryan, bella semakin menyayangi suaminya itu. Entah mengapa bella rasanya tidak ingin jauh – jauh dari ryan.
*
*
__ADS_1
*
Waktu terus berjalan dan kini telah memasuki bulan Mei, cuaca di Jakarta yang panas dan kering menjadi hal yang biasa. Bella duduk santai di ruang tengah rumah sambil membaca buku novel. Sementara itu, Ryan yang sedang duduk di ruang makan, memperhatikan istrinya dan tersenyum.
"Sayang," ucap Ryan, menarik perhatian Bella dari bukunya.
"Yeah?" jawab Bella, meletakkan buku di atas meja.
"Besok aku harus keluar kota untuk bekerja selama seminggu," ucap Ryan serius.
Bella terlihat sedikit terkejut dan kebingungan, "Kenapa? Ada masalah apa?"
"Tidak ada masalah, sayang. Ada meeting penting yang harus aku hadiri di Surabaya," jelas Ryan.
"Aku rindu kamu, Ry. Bagaimana kalau aku ikut?" tawar Bella, berharap bisa menemani Ryan selama perjalanan bisnisnya.
"Tidak bisa, sayang. Ini meeting kerja yang tidak bisa diundurkan. Aku minta maaf karena harus meninggalkanmu selama seminggu," ucap Ryan, sambil mengelus kepala Bella.
Bella merasa kecewa dan sedih, namun dia juga mengerti bahwa Ryan harus bekerja dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Mereka menghabiskan waktu bersama sebelum Ryan berangkat besok pagi.
"Jangan khawatir, aku akan selalu menghubungi kamu setiap hari dan memberitahukan kabar terbaru dari sana," ucap Ryan.
"Baiklah, aku percaya kamu. Semoga perjalananmu lancar, Ry," ucap Bella, mencoba tersenyum meski rasa sedih masih terasa.
Setelah Ryan pergi, Bella merasa kesepian dan hampa tanpa kehadiran Ryan di sampingnya. Namun, ia berusaha untuk tetap sibuk dengan rutinitas sehari-harinya. Hari demi hari berlalu, dan Ryan tetap konsisten menghubungi Bella setiap hari untuk memberitahukan kabar terbaru dari perjalanannya.
Malam terakhir Ryan di Surabaya, ia memutuskan untuk memberikan kejutan kecil untuk Bella. Ryan memesan sebuah buket bunga dan mengirimkannya ke alamat rumah mereka, begitu pula dengan sebuah kado yang telah ia siapkan sebelumnya.
Setelah Bella menerima kedua kejutan itu, ia segera menghubungi Ryan untuk mengucapkan terima kasih dan mengatakan betapa bahagianya hatinya. Ryan pun merasa lega karena usahanya berhasil membuat istri tercintanya senang meski sedang jauh.
Akhirnya, setelah seminggu Ryan kembali ke Jakarta. Bella sangat senang bisa melihat suaminya kembali dan merasa lega karena Ryan telah kembali dengan selamat.
"Sudah rindu kamu, sayang," ucap Bella, memeluk Ryan dengan erat.
__ADS_1
"Maaf sudah meninggalkanmu selama seminggu," ucap Ryan sambil mencium dahi Bella.
"Tidak apa-apa, aku mengerti bahwa kamu harus bekerja. Yang penting kamu kembali dengan selamat," ucap Bella sambil tersenyum bahagia.