
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan Bella dan Ryan duduk bersama di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hangat. Namun, suasana tidak begitu nyaman di antara mereka.
Bella merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya sejak Ryan mengumumkan bahwa dia akan pergi keluar kota untuk bekerja selama seminggu. Dia takut akan merasa kesepian tanpa kehadiran Ryan selama beberapa hari. Sementara itu, Ryan merasa cemas karena harus meninggalkan Bella sendirian di rumah dan bertemu dengan Lisa di tempat kerja barunya.
"Bagaimana perjalanan kerja baru kamu, sayang?" tanya Bella mencoba memulai percakapan.
"Baik-baik saja. Aku masih harus menyelesaikan beberapa hal sebelum pergi keluar kota minggu depan," jawab Ryan sambil mengambil sebuah kertas dari meja dan memberikannya pada Bella. "Ini adalah proyek baru yang saya kerjakan bersama Lisa."
Bella melihat kertas yang diberikan Ryan dan membaca beberapa detail tentang proyek tersebut. "Wow, proyek ini terdengar sangat menarik. Bagaimana kamu bisa mendapatkannya?"
"Kami bertemu dengan investor yang tertarik dengan ide kami di sebuah acara bisnis. Dan untungnya, investor tersebut juga tertarik dengan Lisa. Jadi kami memutuskan untuk bekerja sama," jelaskan Ryan.
Bella merasa canggung ketika mendengar nama Lisa disebutkan oleh Ryan. Dia tahu bahwa Lisa adalah mantan kekasih Ryan dan mereka memiliki sejarah yang rumit. Namun, Bella mencoba untuk tetap tenang dan bertanya, "Kamu tidak merasa canggung bekerja dengan mantanmu?"
Ryan menggelengkan kepala. "Tidak, itu sudah masa lalu. Dan kita hanya berbicara tentang bisnis, tidak ada yang lebih dari itu," kata Ryan dengan tegas.
Bella tersenyum tipis, namun rasa canggung masih ada di antara mereka. Dia merasa sedikit kesal karena Ryan dan Lisa akan bekerja sama, meskipun dia tahu bahwa dia harus mempercayai Ryan.
"Minggu depan, aku harus pergi ke luar kota selama seminggu untuk rapat dengan investor. Aku harap kamu bisa mengurus dirimu sendiri di rumah," kata Ryan sambil memandang Bella.
Bella merasa sedikit kecewa ketika mendengar berita tersebut, namun dia mencoba untuk tidak menunjukkannya. "Tentu saja, aku bisa mengurus diriku sendiri. Kamu tidak perlu khawatir tentang aku," jawab Bella dengan senyum tipis.
Namun, dalam hatinya, Bella merasa sangat kesepian dan cemas. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan selama Ryan pergi dan merasa sedih karena dia akan merindukan suaminya yang sangat dicintainya. Dia hanya bisa berdoa agar waktu berlalu dengan cepat dan Ryan bisa kembali ke rumah secepat mungkin.
Bella merasa cemas setelah mendengar bahwa Ryan akan bekerja sama dengan Lisa, mantan kekasihnya. Meskipun Ryan sudah menjelaskan bahwa mereka hanya akan bekerja dalam proyek bisnis dan tidak ada hubungan pribadi, namun Bella tidak bisa menahan perasaan cemburunya.
Bella menghabiskan sebagian besar waktu hari itu di rumah, memikirkan tentang situasi ini. Dia merasa terbebani oleh ketidakpastian dan cemas yang tak kunjung hilang. Tapi Bella tidak ingin menunjukkan kekhawatirannya pada Ryan, karena dia tidak ingin menambah stres di masa kerja yang sibuk untuk suaminya.
Bella merasa terisolasi dan kesepian tanpa Ryan di rumah. Dia mencoba mengalihkan perhatiannya dengan menonton film, membaca buku, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, namun semuanya terasa hambar dan tidak menyenangkan.
Keesokan harinya, Bella terbangun dengan perasaan yang sama. Dia memutuskan untuk pergi berbelanja untuk mengalihkan pikirannya. Saat berada di pusat perbelanjaan, Bella melihat sebuah toko bunga dan memutuskan untuk membeli bunga kesukaannya untuk memperindah ruangan. Dia juga membeli beberapa barang lain yang diperlukan untuk keperluan rumah tangga.
Setelah selesai berbelanja, Bella pulang ke rumah dan menata bunga di meja ruang tamu. Saat sedang menata, pintu rumah terbuka dan Ryan masuk dengan senyum lebar di wajahnya. Bella merasa senang melihat suaminya kembali dan langsung berlari untuk memeluknya.
__ADS_1
"Hey sayang, aku kembali!" ujar Ryan dengan gembira.
Bella tersenyum dan berkata, "Aku merindukanmu."
Ryan meletakkan tasnya dan berkata, "Aku juga merindukanmu. Bagaimana kabarmu?"
Bella mengangguk dan berkata, "Baik-baik saja. Aku hanya sedikit khawatir tentang proyekmu dengan Lisa."
Ryan tersenyum dan menggenggam tangan Bella. "Jangan khawatir, sayang. Itu hanya bisnis dan tidak ada hubungannya dengan kita. Aku akan selalu ada untukmu."
Bella merasa lega mendengar itu dan tersenyum. Dia merasa lebih baik setelah Ryan kembali dan memeluknya dengan erat.
"Sekarang, bagaimana kalau kita menikmati waktu bersama-sama?" ujar Ryan sambil menarik tangan Bella untuk duduk bersamanya di sofa.
Bella merasa bahagia dan bersyukur karena memiliki suami yang selalu memperhatikan perasaannya. Dia merasa nyaman dan tenang saat bersama Ryan, dan tahu bahwa dia selalu akan ada di sampingnya dalam setiap situasi.
Waktu terus berlalu, dan Bella semakin sering merasa kesepian di rumah setelah Ryan pergi bekerja di luar kota. Namun, pada saat ulang tahunnya, Bella merasa sangat terkejut saat Ryan memberitahunya bahwa ibu Ryan memberikan hadiah perjalanan bulan madu ke Bali untuk mereka berdua.
"Oh Tuhan, itu sangat manis dari mama. Aku senang sekali, Ryan," jawab Bella dengan senyum yang terpampang jelas di wajahnya.
"Mama ingin kita bersenang-senang dan bersantai di sana, sepertinya dia ingin kita melupakan pekerjaan sejenak dan benar-benar menikmati waktu bersama," tambah Ryan.
Bella merasa sangat bahagia dengan kabar itu dan tidak sabar untuk pergi ke Bali bersama Ryan. Mereka berencana untuk mengunjungi beberapa tempat wisata populer di Bali, seperti Tanah Lot, Ubud, dan Pantai Kuta. Bella juga senang memikirkan tentang menghabiskan waktu berdua dengan Ryan, tanpa harus memikirkan pekerjaan dan masalah lainnya.
Namun, pada saat yang sama, Bella merasa sedikit khawatir tentang proyek kerja Ryan bersama Lisa. Meskipun dia mencoba untuk tidak memikirkannya terlalu banyak, Bella tidak bisa menolak perasaan cemburu yang mulai muncul di dalam dirinya. Dia takut Ryan akan terlalu dekat dengan Lisa selama perjalanan kerja mereka.
Namun, Bella mencoba untuk menghilangkan perasaan khawatirnya dan fokus pada perjalanan bulan madu mereka ke Bali yang akan datang. Dia bersyukur untuk memiliki Ryan sebagai suaminya, yang selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Bella berharap bahwa perjalanan ke Bali akan menjadi awal dari petualangan baru mereka sebagai pasangan suami istri, dan membawa mereka lebih dekat lagi.
*
*
*
__ADS_1
Bella dan Ryan duduk bersama di meja makan, menikmati makan siang yang enak di hari Sabtu yang cerah di kota mereka. Bella telah membuat hidangan kesukaan Ryan, yaitu nasi goreng kampung, dan mereka berdua berbicara tentang rencana mereka untuk akhir pekan ini.
Tiba-tiba, ponsel Ryan berdering. Dia melihat panggilan masuk dari Lisa, rekan kerjanya yang baru-baru ini telah bekerja sama dengannya pada proyek baru. Ryan merasa sedikit terganggu oleh panggilan itu, tetapi dia merasa perlu untuk menjawabnya.
"Maaf, aku harus menjawab panggilan ini," kata Ryan kepada Bella sambil berdiri dari meja makan dan pergi ke sudut ruangan untuk mengambil panggilan.
"Ya halo, Lisa," sapa Ryan.
"Sudahkah kamu memikirkan rencana untuk presentasi besok?" tanya Lisa dengan suara yang terdengar serius.
Ryan menjawab, "Sudah, saya akan mengajukan proposal hari ini."
"Bagus, saya akan segera menunggu email dari kamu."
Setelah mengakhiri panggilan, Ryan kembali ke meja makan dan melihat Bella sedang menatapnya dengan tatapan sedih.
"Apa yang terjadi?" tanya Ryan khawatir.
"Kamu terus sibuk dengan pekerjaanmu," jawab Bella dengan nada yang sedih.
Ryan merasa bersalah dan mencoba untuk menenangkan Bella. "Maaf, aku tahu aku terlalu sibuk, tapi pekerjaan ini sangat penting bagi kita. Setelah proyek ini selesai, aku akan lebih banyak waktu untukmu."
Bella tampak masih tidak puas dengan jawaban Ryan dan berkata, "Aku hanya khawatir, kamu bekerja bersama dengan Lisa dan aku tidak suka dengan itu."
Ryan mencoba untuk menenangkan Bella, "Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, kita hanya bekerja bersama dan tidak ada yang lebih dari itu. Kamu tahu bahwa kamu satu-satunya wanita yang aku cintai."
Bella mengangguk dan mencoba untuk tersenyum, "Aku mengerti, aku hanya tidak ingin kehilanganmu."
Ryan merasa sedih melihat Bella sedih dan berusaha untuk membuatnya bahagia lagi.
Ryan tersenyum dan mencium Bella di kening, "Aku mencintaimu."
Bella membalas ciuman itu dan mereka berdua melanjutkan makan siang mereka dengan suasana hati yang lebih baik.
__ADS_1