Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
malam yang indah


__ADS_3

Hari sudah mulai terik ketika Ryan dan Bella bersiap-siap pergi ke pantai. Mereka berdua sangat bersemangat untuk menghabiskan hari libur mereka dengan berenang dan menikmati keindahan pantai. Ryan mengambil handuk dan sunblock sementara Bella memilih pakaian renangnya.


“Kamu siap?” tanya Ryan sambil tersenyum melihat Bella.


“Ya, aku siap,” jawab Bella sembari tersenyum lebar.


Mereka berdua pergi ke pantai dengan mobil Ryan. Saat tiba di sana, pantai masih sepi karena masih pagi. Mereka memilih tempat yang tidak terlalu ramai dan mulai melepas sandal dan baju mereka.


“Ayo berenang,” ajak Ryan sambil menarik tangan Bella.


Bella mengikuti Ryan dan berenang bersama-sama. Mereka menikmati waktu yang menyenangkan dengan berenang, berjemur, dan menikmati makan siang di pinggir pantai.


Setelah itu, mereka berdua berjalan-jalan di sekitar pantai. Ryan memandang ke arah laut dan berkata, “Ini adalah pemandangan yang indah.”


“Iya benar, aku suka pantai,” ucap Bella.


“Mari kita duduk sebentar,” ajak Ryan.


Mereka berdua duduk di pantai, memandangi laut, dan menikmati suasana yang tenang. Ryan merangkul Bella sambil berkata, “Kamu adalah yang terbaik dalam hidupku, aku sangat mencintaimu.”


Bella tersenyum dan membalas, “Aku juga mencintaimu.”


Waktu semakin larut malam saat Ryan dan Bella berada di kamar hotel yang berada tepat di depan pantai yang indah. Mereka sudah menikmati makan malam bersama di restoran hotel dan kini mereka berdua duduk di tempat tidur yang empuk dan nyaman. Ryan merasa takjub melihat kecantikan istrinya yang semakin memikat hatinya.


“Bella, kamu sangat cantik malam ini,” ujar Ryan sambil menatap istrinya dengan penuh kasih sayang.


Bella tersenyum dan membalas tatapan suaminya. “Terima kasih, sayang. Kamu juga sangat tampan malam ini,” ujar Bella sambil membelai rambut suaminya dengan lembut.


Ryan merasa geli dan meraih tangan Bella yang sedang membelai rambutnya. Dia membalas belaian istrinya dengan meraih tangannya dan membawanya ke bibirnya untuk dicium.


Tiba-tiba Ryan merasa tertarik pada pakaian dalam yang Bella kenakan. Sebuah lingerie berwarna merah muda dengan renda halus dan model yang seksi. Ryan teringat saat Fajar, teman lamanya memberikan pakaian itu sebagai hadiah ulang tahun untuk Bella.


“Bella, kenapa kamu tidak memakai lingerie yang Fajar berikan padamu?” tanya Ryan sambil menatap istrinya.


Bella merasa sedikit gugup, namun kemudian tersenyum. “Bagaimana kalau aku memakainya sekarang untukmu?” tanya Bella sambil beranjak dari tempat tidur dan menuju kopernya untuk mengambil lingerie tersebut.


Ryan merasa senang dan menunggu dengan sabar istrinya kembali dengan pakaian yang seksi itu. Setelah beberapa menit, Bella kembali ke kamar dengan lingerie yang indah tersebut.

__ADS_1


Ryan merasa terpesona dengan pemandangan di hadapannya. Bella terlihat sangat cantik dengan lingerie itu. Ia meraih tangan istrinya dan menariknya ke dalam pelukannya.


“Kamu benar-benar sangat cantik, Bella,” ujar Ryan sambil merangkul istrinya dan mencium lembut bibirnya.


Bella merasakan kebahagiaan dan kasih sayang yang amat dalam dari suaminya. Mereka berdua lalu merayakan malam itu dengan penuh kehangatan dan cinta. Semua kenangan indah itu akan terus menghangatkan hati mereka selamanya.


Pagi harinya....


Pagi hari yang cerah, Ryan dan Bella sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Mereka telah menikmati liburan yang menyenangkan di pantai selama beberapa hari, mengisi waktu dengan berjemur, berenang, dan menikmati keindahan alam. Setelah sarapan pagi, mereka mulai memasukkan barang-barang ke dalam mobil dan berjalan kaki ke tepi pantai untuk melihat pemandangan yang indah sebelum kembali ke rumah.


“Sayang, kamu puas dengan liburan kita?” tanya Ryan, menggenggam tangan Bella.


“Iya, aku sangat senang. Terima kasih sudah membawa aku ke pantai,” jawab Bella, tersenyum lebar.


“Senang mendengarnya. Kamu tahu, aku ingin membuat momen ini istimewa, sehingga kita akan selalu mengingatnya,” kata Ryan dengan lembut.


Bella mengangguk setuju dan mereka berjalan menyusuri pantai, mengambil foto dan menikmati pemandangan yang indah. Mereka juga sempat berhenti di sebuah kafe kecil untuk minum kopi dan membeli beberapa cendera mata untuk keluarga.


Ketika mereka kembali ke mobil, Ryan membuka pintu untuk Bella dan membantunya naik. Setelah memastikan bahwa semua barang sudah terkemas rapi, Ryan mulai mengemudikan mobil menuju rumah.


Saat di mobil, Ryan memberikan sebuah kalung mutiara kepada Bella.


Bella terkejut dan sangat senang. Dia memeluk Ryan dan berkata, “Terima kasih sayang, aku sangat menyukainya.”


“Kamu tahu, aku merasa sangat beruntung memiliki kamu sebagai istriku,” ucap Ryan, memandangi Bella yang duduk di sampingnya.


Bella tersenyum, “Sama-sama, Ryan. Aku juga merasa beruntung memiliki kamu sebagai suamiku.”


Mereka melanjutkan perjalanan dalam keheningan yang nyaman, menikmati kebersamaan dan ketenangan. Sesekali, mereka saling melemparkan pandangan dan tersenyum satu sama lain, menyadari betapa bahagianya hidup mereka.


Setelah beberapa jam berkendara, mereka akhirnya tiba di rumah. Ryan membantu Bella membawa barang-barang ke dalam rumah dan merapikan semuanya. Setelah itu, mereka duduk bersama di ruang tamu, menikmati suasana yang tenang.


“Sayang, aku berharap kita bisa meluangkan waktu seperti ini lebih sering,” kata Ryan, menggenggam tangan Bella.


“Aku juga berharap begitu. Tapi kamu tahu kan, pekerjaan kadang membuat kita terpisah,” ujar Bella, menatap suaminya dengan penuh harap.


Ryan mengangguk, “Aku tahu. Tapi aku akan selalu berusaha untuk membuat waktu untuk kita berdua.”

__ADS_1


Mereka berpelukan erat, merasakan kehangatan dan cinta satu sama lain. Ryan merasa bersyukur memiliki Bella sebagai pendamping hidupnya, dan bersama-sama mereka siap menghadapi masa depan yang penuh kebahagiaan dan cinta.


*


*


*


Bella memejamkan mata sambil mengelus perutnya yang mulai terasa mual. Ia merasa aneh, biasanya tidak pernah merasa sakit atau tidak nyaman seperti ini. Bella mengalihkan pikirannya, berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya, mungkin ia hanya kelelahan setelah perjalanan yang cukup melelahkan dari pantai.


“Ryan, aku merasa sedikit mual.” Ujar Bella pelan pada suaminya yang sedang duduk di dekatnya di ruang tamu.


“Kamu mau minum obat atau apa, sayang?” tanya Ryan sambil membelai rambut istri tersayang.


“Ah, mungkin nanti saja, Ryan. Aku akan mencoba untuk tidur siang dan lihat apakah ini akan membaik atau tidak.” Jawab Bella dengan lemas.


Ryan mengangguk mengerti, lalu membawakan Bella ke kamar mereka. Bella merasa terlalu lelah untuk bergerak, jadi Ryan membantunya duduk di tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Ryan menyalakan lampu tidur di samping tempat tidur dan memberikan air putih pada Bella.


“Istirahatlah, sayang. Aku akan menyiapkan makan siangmu.” Kata Ryan dengan lembut.


Bella hanya tersenyum dan menutup matanya, ia berusaha untuk tidur agar bisa merasa lebih baik nanti. Namun, Bella tidak bisa tidur dengan tenang, perutnya masih terasa tidak enak dan membuatnya merasa tak nyaman. Ia memutuskan untuk bangun dan minum obat agar bisa merasa lebih baik.


Ketika ia keluar dari kamar, Bella melihat Ryan sedang memasak di dapur. Wangi masakan yang sedap menyebar ke seluruh rumah dan membuat Bella merasa sedikit lapar. Namun, perutnya masih terasa mual dan ia tidak ingin makan apa pun.


“Sudahkah kamu minum obat?” tanya Ryan saat melihat Bella keluar dari kamar.


“Sudah, tapi perutku masih terasa mual.” Jawab Bella dengan lemas.


Ryan mengangguk mengerti, lalu menawarkan untuk menggosok-gosok punggung Bella agar merasa lebih nyaman. Bella hanya tersenyum dan menikmati perawatan suaminya.


Setelah beberapa jam beristirahat, Bella merasa sedikit lebih baik. Ryan membawakan makan siang ke kamar dan Bella mulai merasa lapar. Ia makan dengan lahap sambil bercerita dengan Ryan tentang pengalaman mereka di pantai.


Setelah makan siang, Ryan dan Bella memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dekat rumah. Udara segar dan sinar matahari membuat mereka merasa lebih baik dan menghilangkan rasa mual Bella.


“Terima kasih, Ryan. Aku merasa lebih baik sekarang.” Kata Bella sambil tersenyum pada suaminya.


“Senang mendengarnya, sayang. Aku selalu di sampingmu.” Jawab Ryan sambil memeluk Bella dengan erat.

__ADS_1


Bella merasa bahagia karena memiliki suami yang selalu mendukungnya dan merawatnya. Meskipun rasa mual dan tidak nyaman, belum hilang sepenuh nya.


__ADS_2