Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
acara klub malam


__ADS_3

Ryan pulang dari kantor nya dan...


Ryan memasuki rumah, dan Ryan sedang duduk di sofa dengan laptopnya di depan. Dia memperhatikan bahwa suaminya terlihat sangat sibuk dan menyerahkan tasnya ke belakang pintu.


“Ryan, apa kamu bisa berbicara sebentar?” tanya Bella sambil duduk di sebelah suaminya.


“Ya, tentu saja,” jawab Ryan sambil menutup laptopnya dan berbalik ke arah istrinya.


Bella memperlihatkan undangan klub malam itu kepada suaminya. Ryan merasa tidak nyaman ketika melihat undangan itu. Dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan ke istrinya bahwa dia dulu adalah anggota dari klub malam itu. Ryan bingung dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi, dia tidak ingin mengecewakan Bella, namun di sisi lain dia juga tidak ingin berbohong.


“Ryan, apa kamu pernah pergi ke klub malam itu?” tanya Bella dengan nada ragu.


Ryan menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawab, “Iya,”


Bella duduk di sofa dengan wajah kesal. Ryan, suaminya, duduk di sampingnya, mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“Kamu harus mengerti, sayang,” ujarnya dengan suara lembut. “Ini adalah undangan dari klien saya. Saya tidak bisa menolaknya.”


Bella menggelengkan kepalanya. “Tapi kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya? Aku akan sangat cemas jika kamu pergi ke klub malam sendirian.”


Ryan memahami perasaan istrinya, tapi dia juga tahu bahwa dia harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang profesional. “Maafkan aku, sayang. Aku berpikir aku sudah memberitahumu sebelumnya.


“ kenapa kamu terlihat marah bella?, ini kan hanya pertemuan makan malam saja” tanya. Ryan pada bella


“ bagaimana aku tidak marah, kamu akan pergi ke acara klub malam yang liar itu kan, bersama klien termasuk juga lisa”. Jawab bella dengan nada kesal pada ryan.


“ apa maksudmu, bella? Coba aku lihat undangan nya “. Jawab. Ryan pada bella dan melihat undangan nya.


Ryan tertawa sambil melihat undangan itu, sampai wajah nya memerah.


“ Kenapa kamu tertawa melihat itu, kamu senang kan mau pergi kesana, bersenang – senang dengan klien mu, sambil melihat tarian erotis di sana.” Ucap bella pada ryan dengan sangat kesal.

__ADS_1


Ryan masih saja tertawa. “ tenang dulu sayang, biar aku jelaskan ya, kamu dapet undangan ini pasti dari fajar kan ?”. Tanya ryan dengan nada lembut pada bella


“ iya benar, emang nya kenapa ?” tanya bella dengan penasaran.


“ sayang, jadi waktu tadi di kantor aku bertemu fajar, dan fajar juga di undang ke acara itu, lalu dia berinisiatif untuk mengerjai istrinya dengan undangan itu, katanya dia mau melihat reaksinya, tapi aku tidak. Menyangka kalau fajar juga mengerjai mu sayang.” Jelas ryan pada bella


“astagfirullah fajar, ya ampun aku kirain beneran loh” jawab bela dengan merasa lega


“ lagian aku ke sana sama kamu juga kok sayang”. Ucap ryan pada bella


Ryan mengeluarkan undangan yang asli dan memberikan nya pada bella. Bella dan ryan hanya bisa tertawa dan kesalah pahaman itu pun berakhir dengan tawa bahagia.


*


*


*


Sambil menunggu Ryan pulang, Bella mulai berpikir. Apakah mungkin suaminya akan hadir di acara klub ini? Ryan memiliki banyak teman dan kenalan di kalangan elit kota, dan dia tahu bahwa banyak orang akan hadir malam ini. Bella mencoba menekan perasaannya dan berpikir positif. Dia tahu bahwa Ryan mencintainya dan tidak akan pernah melakukan hal yang bisa merusak hubungan mereka.


Tetapi Bella tidak bisa menghilangkan perasaan cemasnya. Dia merenungkan kembali hari-hari terakhir, berpikir apakah ada tanda-tanda yang tidak biasa dari Ryan. Apakah dia merahasiakan sesuatu darinya? Atau apakah Bella hanya paranoid?


Tiba-tiba, pintu rumah terbuka dan Ryan masuk. Bella menyambutnya dengan senyuman dan mereka saling mencium.


“Kamu terlihat cantik sekali malam ini,” kata Ryan sambil melihat Bella dari atas ke bawah. “Aku sangat beruntung memilikimu sebagai istriku.”


Bella tersenyum malu-malu, tetapi tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. “Kamu tidak akan bertemu dengan teman-temanmu di klub malam ini, bukan?”


Ryan menatap Bella dengan tatapan heran. “Apa maksudmu, sayang?”


“Aku hanya bertanya-tanya,” jawab Bella. “Kamu tahu, klub itu dihadiri banyak orang, termasuk orang-orang yang kamu kenal.”

__ADS_1


Ryan mengangguk. “Tentu saja, ada beberapa teman yang juga diundang. Tapi tidak apa-apa, aku akan lebih memilih menghabiskan malam ini bersamamu.”


Bella merasa lega mendengarnya, tetapi tetap merasa sedikit khawatir. Dia mencoba menekan perasaannya dan menikmati malam bersama Ryan.


Mereka tiba di klub dan segera terpesona dengan keindahan dan kemewahan tempat tersebut. Mereka bertemu dengan beberapa teman Ryan, tetapi kebanyakan waktu mereka habiskan berdansa dan menikmati suasana klub. Ryan sangat perhatian pada Bella dan selalu menanyakan apakah dia nyaman dan menikmati acara.


Setelah beberapa jam, Ryan mengajak Bella keluar dari klub dan berjalan-jalan di sekitar taman. Mereka duduk di bangku dan menikmati pemandangan malam kota.


“Kamu tahu, aku sangat menyayangimu, Bella,” kata Ryan. “Kamu adalah segalanya bagiku.”


Bella merasa hangat mendengar kata-kata itu dan membalasnya dengan ciuman yang penuh kasih sayang. Dia tahu bahwa dia tidak perlu khawatir tentang apapun. Ryan benar-benar mencintainya dan dia bahagia bisa bersama.


Sesampainya ryan dan bella di rumah, mereka langsung menujubkamar karna sudah lelah .


Ryan tersenyum dan mencium kening Bella. “Kamu tahu aku hanya mencintaimu, Bella. Kamu satu-satunya wanita yang ada di hatiku,” ucap Ryan dengan tulus.


Bella merasakan perasaannya yang berubah dari marah menjadi cinta yang tulus. Dia mencium bibir Ryan dengan lembut dan melepaskan dirinya dari pelukan Ryan.


“Aku akan mandi dulu, Ryan. Aku sudah lelah,” ucap Bella sambil tersenyum.


Ryan tersenyum balik dan melepas bajunya. “Baiklah, Bella. Aku tunggu di sini untuk kamu,” ucap Ryan.


Bella melangkah ke kamar mandi dan merasakan air hangat yang menyentuh kulitnya. Dia memikirkan hari-hari bahagia yang telah dia jalani bersama Ryan, tapi juga pikiran negatif yang melintas di kepalanya. Dia tahu bahwa Ryan mencintainya, tapi kekhawatiran dan rasa cemburu masih terus menghantui dirinya.


Setelah selesai mandi, Bella kembali ke kamar dan melihat Ryan sudah terlelap di tempat tidur. Dia merasa lega dan tersenyum. Bella melangkah mendekati tempat tidur dan mencium bibir Ryan dengan lembut. Ryan membuka matanya dan tersenyum padanya.


“Aku mencintaimu, Bella,” ucap Ryan.


“I love you too, Ryan,” balas Bella.


Mereka berpelukan dan akhirnya tertidur dengan damai. Walaupun ada konflik dalam hubungan mereka, namun mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan cara yang penuh kasih sayang.

__ADS_1


Keesokan harinya, mereka terbangun dengan perasaan bahagia dan cinta yang terus berkembang di antara mereka. Bella dan Ryan bersiap untuk memulai hari mereka dan menikmati kebersamaan mereka dengan cara yang indah.


__ADS_2