
Ryan duduk di ruang tengah rumahnya, menunggu Bella yang sedang memasak makan malam mereka. Ryan merasa gugup karena dia harus mengatakan sesuatu pada Bella yang mungkin akan membuatnya marah.
Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengatakannya, pikir Ryan. Dia mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba untuk tenang.
Bella masuk ke ruang tengah, memegang piring dengan makanan. Ryan menatapnya dengan lembut. “Bella, ada sesuatu yang harus aku sampaikan padamu,” ucapnya.
“Apa itu, Ryan?” tanya Bella, meletakkan piring makanannya di atas meja.
“Aku harus bekerja ke luar kota bersama Lisa untuk bertemu dengan klien,” jawab Ryan dengan suara lembut.
“Kamu harus bekerja dengan Lisa? Kenapa harus dia? Bukankah kamu bisa meminta orang lain?” tanya Bella, suaranya meninggi.
“Klien ini sangat penting, Bella. Lisa adalah satu-satunya orang yang bisa membantuku,” jawab Ryan dengan penuh penjelasan.
Bella merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Dia tidak suka bagaimana Ryan terlalu dekat dengan Lisa, dan kini mereka harus pergi bersama-sama. “Tapi aku khawatir, Ryan. Aku tidak suka kalian berdua bersama-sama,” ucapnya dengan nada khawatir.
Ryan mengambil tangan Bella dengan lembut dan menatap matanya. “Jangan khawatir, Bella. Aku mencintaimu, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu,” ucapnya dengan penuh kasih sayang.
Bella tersenyum dan merasa lebih tenang setelah mendengar kata-kata Ryan. Dia tahu Ryan selalu berusaha yang terbaik untuk hubungan mereka.
Mereka makan malam bersama dan menghabiskan malam di rumah dengan menonton film. Namun, Bella tidak bisa menahan perasaannya. Dia masih khawatir tentang perjalanan Ryan bersama Lisa.
“Kamu harus memastikan untuk memberi tahu aku setiap harinya ketika kamu pergi ke luar kota,” ucap Bella pada Ryan sebelum mereka tidur.
“Tentu saja, Bella. Aku akan mengirimmu pesan setiap harinya. Jangan khawatir, aku selalu ada untukmu,” ucap Ryan dengan suara lembut.
Bella tersenyum dan merasa tenang. Dia tahu bahwa Ryan mencintainya dan akan selalu berusaha untuk membuatnya bahagia.
Malam itu mereka tidur dengan nyenyak dan rasa cinta yang semakin kuat di antara mereka. Bella tahu bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Ryan adalah orang yang tepat untuknya, dan dia tahu bahwa dia akan selalu mencintainya.
*
*
__ADS_1
Bella merasa sedih saat Ryan memberitahukan bahwa dia harus pergi ke luar kota bersama Lisa untuk menyelesaikan proyek dengan klien mereka. Ini adalah kali pertama Ryan akan pergi jauh selama berbulan-bulan dan Bella tidak ingin melepaskan Ryan.
Mereka duduk di ruang tamu mereka di rumah mereka, suasana hati Bella terlihat murung. Ryan mencoba menghiburnya.
“Sayang, kamu tahu bahwa aku selalu ada untukmu. Meskipun aku pergi, aku akan selalu memikirkanmu setiap saat,” kata Ryan mencoba menenangkan Bella.
“Tapi aku merasa sangat kesepian saat kamu pergi,” jawab Bella sambil menundukkan kepalanya.
“Kamu tidak perlu merasa kesepian. Kamu selalu bisa meneleponku setiap saat dan aku akan selalu mengangkat teleponmu,” kata Ryan sambil mengelus rambut Bella.
“Tapi aku takut kamu akan tergoda dengan Lisa,” kata Bella dengan nada cemas.
“Jangan khawatir, kamu tahu betapa aku mencintaimu. Tidak ada yang akan mengubah perasaanku untukmu,” jawab Ryan sambil menatap mata Bella dengan lembut.
Bella merasa lega mendengar jawaban Ryan. Dia tahu Ryan selalu jujur dengannya dan tidak pernah menyembunyikan apa pun darinya. Namun, Bella masih merasa kesepian karena tidak ingin kehilangan Ryan selama beberapa bulan ke depan.
“Bagaimana kalau aku mengantarkanmu ke bandara besok pagi?” tanya Bella mencoba memberi Ryan dukungan.
“Terima kasih, sayang. Aku akan sangat senang jika kamu melakukannya,” jawab Ryan sambil mencium pipi Bella.
“Maukah kamu berjanji padaku bahwa kamu akan selalu memikirkan aku?” tanya Bella mencoba menahan air matanya.
“Pasti, sayang. Aku akan selalu memikirkanmu setiap saat,” jawab Ryan sambil merangkul Bella.
Bella merasa sangat sedih melihat Ryan berjalan menuju pintu keberangkatan. Dia merasa kesepian dan tidak ingin kehilangan Ryan selama beberapa bulan ke depan. Namun, dia tahu Ryan pasti akan kembali kepadanya suatu saat nanti.
*
*
*
Ryan menekan nomor telepon Bella, mengirim suaranya menuju telepon genggam sang kekasih. Setelah tiga nada, Bella akhirnya mengangkat teleponnya.
__ADS_1
“Halo, Ryan,” sapanya.
“Hai, sayang. Aku sudah sampai di kota tujuan,” jawab Ryan di seberang telepon.
“Baiklah, bagaimana perjalananmu?” tanya Bella.
“Lancar saja, tidak ada masalah. Kami sudah check-in di hotel dan sekarang sedang bersiap-siap untuk pertemuan dengan klien,” jawab Ryan.
“Oh, begitu. Semoga pertemuannya berjalan lancar ya,” ucap Bella.
“Terima kasih, sayang. Aku akan berusaha semaksimal mungkin,” sahut Ryan.
“Bagaimana dengan Lisa? Dia baik-baik saja?” tanya Bella dengan nada sedikit khawatir.
“Lisa baik-baik saja, tidak ada masalah. Tapi aku merindukanmu, sayang. Aku berharap kita bisa segera bertemu lagi,” ujar Ryan.
“Iya, aku juga merindukanmu. Jaga dirimu baik-baik di sana ya,” ucap Bella.
“Aku akan selalu berusaha. Sampai jumpa, sayang,” tutup Ryan sebelum mengakhiri panggilan.
Bella merasa sedih ketika teleponnya ditutup. Meski Ryan mengatakan bahwa dia merindukannya, Bella merasa sulit untuk tidak merasa cemburu dan khawatir tentang hubungan Ryan dan Lisa. Dia berharap semuanya akan baik-baik saja selama Ryan berada di luar kota, tetapi perasaannya tidak bisa sepenuhnya terkendali.
Bella merasa kesepian di kamar tidurnya yang sepi. Kehadiran Ryan selalu membuatnya merasa tenang dan aman. Namun, kini Ryan pergi ke luar kota bersama Lisa untuk menemui klien, meninggalkan Bella sendirian di rumah.
Bella merenung sejenak, mengingat saat-saat bersama Ryan sebelum ia pergi. Mereka telah menjadi pasangan yang sangat romantis, menghabiskan waktu bersama-sama dengan segala macam kegiatan. Tapi kali ini, Ryan harus pergi selama beberapa hari, dan Bella merasa kesepian tanpanya.
Dia membuka kulkas dan menemukan makanan siap saji yang Ryan tinggalkan untuknya. Dia menghangatkan makanan itu dan mulai makan sambil menonton televisi. Namun, rasa kesepian tetap menyelimuti dirinya. Dia ingin sekali merasakan pelukan hangat Ryan dan mendengar suara lembutnya yang menenangkan.
Saat Bella berjalan menuju kamar tidurnya, dia melihat foto Ryan di meja riasnya. Dia meraih foto itu dan memeluknya erat-erat. Meskipun itu hanya foto, Bella merasa seperti Ryan ada di sampingnya. Dia memejamkan mata dan membayangkan Ryan berada di dekatnya, memeluknya dengan lembut.
“Tidur yang nyenyak, Bella. Aku akan segera kembali,” ucap Ryan dalam bayangan Bella.
Bella tersenyum dan merasa sedikit lebih baik. Dia tahu bahwa Ryan akan segera kembali, dan mereka akan bersama lagi. Namun, Bella merasa sedih ketika membayangkan Ryan bersama Lisa. Dia tidak pernah merasa nyaman dengan kehadiran Lisa, meskipun dia tahu bahwa Lisa adalah rekan bisnis Ryan.
__ADS_1
Bella mencoba untuk tidak memikirkannya, dan akhirnya, dia tertidur dengan foto Ryan di genggamannya. Keesokan paginya, Bella merasa lebih baik, meskipun masih merindukan kehadiran Ryan. Dia mengirim pesan singkat ke Ryan, memintanya untuk menceritakan perjalanannya. Ryan memberikan kabar baik bahwa pertemuan dengan klien berjalan lancar, dan dia akan segera kembali ke rumah ketika pekerjaan nya sudah selesai.