Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
mendengar suara lisa


__ADS_3

Pagi itu Bella bangun lebih awal dari biasanya. Dia merasa kesepian dan rindu pada Ryan yang sedang berada di luar kota. Setelah mandi dan bersiap-siap, dia duduk di meja makan dan mempersiapkan sarapan. Dia merasa aneh makan sendirian tanpa Ryan.


Setelah beberapa saat, dia memutuskan untuk menelpon Ryan untuk menanyakan kabarnya. Dia menekan nomor telepon Ryan dan menunggu sambil menggigit bibirnya dengan cemas.


"Ryan, halo," Ryan menjawab panggilan itu.


"Hai Ryan, bagaimana kabarmu di sana?" tanya Bella.


"Baik-baik saja sayang, aku sudah menyelesaikan rapat dengan klien, dan aku akan kembali ke Jakarta besok pagi," jawab Ryan.


"Oh begitu, aku merindukanmu di sini, Ryan," ujar Bella dengan suara merintih.


"Aku juga merindukanmu, Bella. Tapi jangan khawatir, aku akan segera kembali," ucap Ryan dengan lembut.


"Makan siang nanti kamu makan apa, Ryan?" tanya Bella sambil mencoba mengalihkan perhatian.


"Aku belum memutuskan, mungkin nanti aku mencoba makanan khas daerah sini," jawab Ryan.


"Kamu harus mencoba sate kambing, Ryan. Sate kambing di sana terkenal enak," saran Bella.


"Baiklah, aku akan mencoba sate kambing," ucap Ryan.


"Bella, aku harus pergi sekarang, aku ada rapat lagi. Aku akan meneleponmu lagi nanti, sayang," ujar Ryan.


"Baiklah, hati-hati di sana, Ryan," ujar Bella sebelum menutup panggilan telepon.


Setelah menutup panggilan telepon, Bella merasa sedikit lega karena telah berbicara dengan Ryan. Namun, dia masih merindukan kehadiran Ryan di sampingnya. Dia merasa terusik dengan kehadiran Lisa yang selalu mengganggu hubungan mereka. Tapi Bella memutuskan untuk menghilangkan kecemasannya dan menunggu kembalinya Ryan.


Bella memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah untuk membuat kue, sebuah hobi yang selalu menyenangkannya. Dia memutuskan untuk membuat kue cokelat, favoritnya dan ryan. Dengan hati-hati, ia mengikuti resep dan mencampurkan bahan-bahan yang diperlukan dengan baik. Sementara itu, musik yang lembut diputar di latar belakang untuk menambah suasana yang nyaman.


Beberapa jam kemudian, kue cokelat yang empuk dan wangi telah jadi. Bella menempatkannya di atas piring dan melirik ke jam dinding, ternyata sudah menjelang sore. Dia merasa sedih, karena ryan belum juga pulang. Bella merasa kesepian tanpa ryan, dan ia mulai merenung tentang bagaimana ryan bisa meninggalkannya sendirian di rumah.


Tiba-tiba, suara telepon rumah memecah kesedihannya. Bella bergegas mengambil telepon dan di sana ada suara laki-laki yang sangat dikenalnya. “Halo Bella, ini Ryan,” kata suara itu.


“ryan! Kamu akhirnya meneleponku. Aku merindukanmu!” kata Bella dengan bahagia.


Ryan terdengar lelah dan terburu-buru. “Maaf Bella, aku sedang dalam rapat penting dengan klien kami. Saya hanya ingin memberi tahu kamu kalau kamu jangan telat makan yah, aku merindukan mu, aku tutup dulu ya telfon nya,”.


*


*


*

__ADS_1


Waktu itu sudah hampir siang ketika Bella tengah sibuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Dia sedang mencoba membuat beberapa macam kue, Tiba-tiba ponselnya berdering, menandakan ada panggilan masuk. Bella segera mengangkatnya, dan di seberang sana, suara lembut Ryan terdengar.


“Sayang, kamu lagi apa?” tanya Ryan.


Bella tersenyum bahagia saat mendengar suara Ryan. “Aku sedang membuat kue untukmu, sayang. Bagaimana kabarmu di sana?”


Ryan tersenyum mendengar ucapan Bella. “Aku baik-baik saja, sayang. Aku baru saja menyelesaikan pertemuan dengan klien, jadi aku memutuskan untuk menelponmu sebentar. Aku merindukanmu, sayang.”


Bella merasa begitu bahagia mendengar kalimat itu. Dia merindukan suaminya yang sangat, dan mendengar bahwa Ryan merindukannya juga membuat perasaannya semakin membaik. “Aku juga merindukanmu, sayang. Tapi aku senang kamu bisa menghubungiku.”


“Baik, sayang. Aku akan menelponmu lagi malam nanti sebelum aku tidur. Aku sayang kamu,” ucap Ryan.


“Aku sayang kamu juga, sayang. Jangan terlalu lelah, ya?” ujar Bella sebelum akhirnya menutup panggilan.


Setelah menutup panggilan itu, Bella merasa sangat bahagia. Dia tahu bahwa Ryan selalu mengingatnya meskipun dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dan meskipun dia merasa kesepian tanpa kehadiran Ryan, namun panggilan singkat itu sudah cukup membuat perasaannya menjadi lebih baik. Bella kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaannya dengan senyum di bibirnya, sambil berharap waktu akan berlalu lebih cepat sehingga Ryan bisa kembali ke rumah dan mereka bisa bersama lagi.


*


*


*


Bella duduk di meja makan yang sepi dengan makanan yang belum disentuh di depannya. Dia merasa kesepian dan rindu pada Ryan yang sedang berada di luar kota untuk pekerjaan. Dia merasa gelisah dan ingin sekali mendengar suara Ryan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menelponnya.


“Halo, Ryan. Aku merindukanmu,” kata Bella dengan suara lembut.


“Sayang, aku juga merindukanmu. Bagaimana keadaanmu di rumah?” tanya Ryan.


“Aku baik-baik saja. Sedang makan malam sendirian. Aku merindukanmu,” ujar Bella.


“Maafkan aku, sayang. Aku akan segera kembali ke rumah dan bersama denganmu,” kata Ryan.


Bella tersenyum dan merasa lega mendengar suara Ryan. “Aku tidak sabar menunggu kembalimu,” kata Bella.


“Malam ini aku harus makan malam dengan klien. Jangan khawatir, sayang. Aku akan menghubungimu lagi besok pagi,” kata Ryan.


“Baiklah, sayang. Aku akan menunggumu di sini,” kata Bella.


Mereka berbicara beberapa menit lagi sebelum akhirnya menutup telepon. Bella merasa lebih tenang dan lega setelah berbicara dengan Ryan. Dia berharap Ryan bisa segera kembali ke rumah.


Sementara itu, Ryan merasa sedikit bersalah karena meninggalkan Bella sendirian di rumah. Namun, dia tahu bahwa dia harus melakukan pekerjaannya dengan baik agar bisnisnya dapat berkembang. Dia bertekad untuk segera kembali ke rumah dan memberikan perhatian yang lebih pada Bella.


Setelah makan malam dengan klien, Ryan kembali ke hotel tempat dia menginap. Dia mengambil telepon dan menelpon Bella untuk memberitahunya bahwa dia sudah tiba di hotel.

__ADS_1


“Halo, sayang. Aku sudah tiba di hotel. Bagaimana keadaanmu?” tanya Ryan.


“Aku baik-baik saja, sayang. Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” tanya Bella.


“Pekerjaan berjalan lancar. Besok aku akan bertemu klien lagi.” kata Ryan.


“Aku tidak sabar menunggu kembalimu,” kata Bella.


“Sayang, aku juga merindukanmu. Aku akan segera kembali ke rumah dan bersama denganmu,” ujar Ryan.


Mereka berbicara beberapa menit lagi sebelum akhirnya menutup telepon. Ryan merasa lega setelah berbicara dengan Bella dan bersyukur memiliki seseorang yang begitu peduli dengannya. Dia tidak sabar untuk segera kembali ke rumah dan mendapatkan pelukan Bella.


Pagi harinya.....


Bella merasa hatinya berdebar kencang saat menelpon Ryan pagi itu. Dia merindukan suara Ryan dan ingin tahu kabar terbaru tentang perjalanannya. Namun, ketika Ryan mengangkat telepon, Bella merasa hatinya tercekik. Dia mendengar suara Lisa di latar belakang.


“Bella, ada apa?” tanya Ryan dengan suara khawatir.


“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin tahu bagaimana perjalanannya,” jawab Bella dengan suara terdengar gemetar.


“Kamu pasti merindukanku, kan?” tanya Ryan sambil tersenyum.


“Iya, pasti. Tapi, itu bukan masalah,” jawab Bella.


Namun, Bella tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya tentang suara Lisa di latar belakang.


“Ryan, ada siapa di sana?” tanya Bella.


“Oh, Lisa. Dia juga ikut dalam perjalanan ini,” jawab Ryan.


Bella merasa sakit hati. Dia tidak pernah menyukai Lisa sejak awal, dan sekarang Ryan harus berada di sana dengan dia. Bella mencoba untuk menyembunyikan perasaannya.


“Oh, begitu. Semoga perjalanan kalian menyenangkan,” ucap Bella dengan suara terdengar kaku.


Ryan merasa ada yang aneh dengan suara Bella. Dia mencoba untuk menanyakan apa yang terjadi, tapi Bella memutuskan panggilan telepon mereka.


Bella merasa sangat marah dan kecewa. Dia merasa bahwa Ryan tidak memperhatikan perasaannya. Dia tidak mengerti mengapa Ryan harus pergi bersama Lisa. Dan ketika dia mendengar suara Lisa di telepon, itu hanya membuatnya semakin kesal.


Bella merenung sejenak dan memutuskan untuk mengirim pesan singkat pada Ryan.


“Aku rindu kamu, tapi aku tidak nyaman jika kamu bersama Lisa. Tolong jangan memperdalam jarak antara kita,” tulis Bella.


Namun, Bella tidak menerima balasan dari Ryan. Dia merasa semakin kesepian dan tidak mengerti mengapa Ryan harus pergi dengan Lisa. Apakah ada sesuatu yang terjadi antara mereka?

__ADS_1


Bella menghabiskan hari itu dengan merenung dan memikirkan hubungannya dengan Ryan. Dia merasa bahwa dia harus berbicara dengan Ryan tentang perasaannya ketika dia pulang. Tapi sampai saat itu, dia harus menahan rasa sakit hatinya dan terus berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja.


__ADS_2