Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
bella menikmati makanannya


__ADS_3

Hari itu, Bella sedang merasa lapar dan ingin makan soto tangkar kesukaannya. Namun, ia merasa kesulitan untuk memutuskan antara memesan delivery atau pergi ke warung soto. Dia kemudian memutuskan untuk menelfon Ryan yang sedang berada di ruang tamu untuk menemaninya.


“Bisa tolong antar aku ke warung soto tangkar? Aku pengen makan soto tangkar nih,” ujar Bella.


Ryan melihat ke arlojinya dan menjawab, “Wah, aku masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di komputer. Apakah kamu tidak bisa memesannya saja?”


“Aku ingin pergi ke warung soto itu karena aku merasa suasana warung itu sangat nyaman, ditambah lagi rasanya yang enak. Bisa nggak, tolong deh temani aku,” pinta Bella dengan mata yang memelas.


Ryan merasa kesal dengan permintaan Bella karena ia memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun, ia tidak ingin Bella merasa kecewa dan akhirnya mengalah.


“Baiklah, aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan di sini dulu dan kemudian akan kita pergi ke sana bersama-sama,” jawab Ryan.


Bella merasa senang mendengar jawaban Ryan dan bersyukur karena dia memiliki seseorang yang peduli dan siap menemaninya.


Setelah Ryan menyelesaikan beberapa pekerjaan, mereka pergi ke warung soto tangkar. Saat tiba di warung tersebut, suasana di dalam warung sangat ramai dengan pengunjung yang sedang menikmati soto tangkar kesukaan Bella. Mereka memesan makanan dan menunggu pesanannya di meja yang kosong.


“Soto tangkar ini memang enak sekali. Aku sangat senang bisa menemanimu ke sini,” ucap Ryan sambil tersenyum.


Bella merasa bahagia karena Ryan telah menemaninya. Namun, di dalam hatinya, dia masih merasa tidak nyaman dengan kisah Lisa dan Ryan yang diceritakan oleh Lisa sebelumnya. Bella merasa tidak bisa mempercayai Ryan lagi setelah mendengar cerita itu.


“Sudah makan habis? Kalau sudah, kita pulang saja,” ujar Bella sambil mengambil dompetnya.


Ryan melihat Bella yang terburu-buru ingin pulang dan bertanya, “Ada apa, Bella? Apa kamu tidak suka makanannya?”


Bella memandang ke arah Ryan dan menjawab, “Tidak, Ryan. Aku hanya merasa lelah dan ingin cepat-cepat pulang.”


Ryan merasa ada yang tidak beres dan ia mulai curiga ada sesuatu yang terjadi dengan Bella. Namun, ia tidak tahu harus bertanya apa.

__ADS_1


“Kalau begitu, kita pulang saja. Kamu ingin aku mengantar atau kamu naik ojek?” tanya Ryan.


Bella memilih naik ojek dan mereka pun pulang dengan hati yang tidak tenang. Di dalam hatinya, Bella merasa sedih dan bingung tentang hubungannya dengan Ryan. Sementara itu, Ryan merasa bingung tentang perubahan sikap Bella dan merasa tidak tahu harus melakukan apa untuk memperbaiki hubungannya dengan Bella.


*


*


*


Beberapa hari kemudian.....


Bella merasa perasaannya kepada Ryan semakin besar setiap hari. Sejak saat Ryan dan Bella menjadi pasangan, Bella merasa hidupnya semakin indah. Namun, belakangan ini Bella merasa ada yang tidak beres dalam hubungannya dengan Ryan. Bella merasa khawatir karena Ryan bekerja di luar kota bersama Lisa, rekan kerjanya yang cantik dan ramah. Meskipun Bella percaya sepenuhnya pada Ryan, namun kecemasannya tidak bisa dihilangkan begitu saja.


Suatu hari, Bella dan Ryan sedang duduk di taman. Matahari mulai terbenam dan suasana taman semakin romantis. Bella mencoba untuk mengutarakan perasaannya kepada Ryan. “Ryan, aku merasa khawatir tentang Lisa,” ujar Bella. “Maksudmu khawatir bagaimana?” tanya Ryan penasaran.


Namun, Bella tetap merasa tidak tenang. Meskipun Ryan telah meyakinkannya, namun rasa cemas Bella tidak bisa hilang begitu saja. “Bisakah kamu menemani aku membeli soto tangkar favoritku?” tanya Bella untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa khawatirnya.


Ryan tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja, aku akan menemanimu,” ucap Ryan dengan senyumnya yang manis. Bella merasa lega mendengar jawaban Ryan. Setidaknya, ia bisa bersama Ryan dan menghilangkan rasa cemasnya sejenak.


Mereka berdua kemudian pergi ke warung soto tangkar favorit Bella. Warung itu berada di ujung kota dan selalu ramai oleh pengunjung. Saat tiba di warung itu, Bella dan Ryan duduk di meja yang tersedia. Ryan memesan dua porsi soto tangkar dan minuman dingin.


Saat mereka menunggu soto tangkar, Bella mencoba menghilangkan rasa cemasnya dengan berbincang dengan Ryan. Mereka berdua membicarakan berbagai hal, seperti pekerjaan Ryan dan aktivitas Bella di rumah. Waktu terus berlalu, namun soto tangkar yang mereka pesan tidak kunjung datang.


Bella memutuskan untuk menanyakan kepada pelayan di warung tersebut. Namun, Bella terkejut ketika pelayan tersebut memberitahunya bahwa stok soto tangkar telah habis. Bella merasa kecewa dan bingung harus memesan apa lagi. Ryan merasa iba melihat Bella yang kecewa dan kemudian mengajaknya untuk mencari makanan lain di tempat lain.


*

__ADS_1


*


*


Ryan harus keluar kota lagi dengan lisa karna ada pekerjaan yang mendesak.


Lalu....


Waktu itu telah larut malam, Bella sedang duduk di depan komputernya dan menyelesaikan beberapa tugas yang harus dia selesaikan malam itu. Saat menyelesaikan tugasnya, dia merasa lapar dan ingin makan sesuatu. Bella membuka aplikasi pesan makanan dan melihat menu makanan yang tersedia. Tiba-tiba, dia teringat bahwa dia belum mencoba makanan Korea yang baru saja dibuka di kota itu.


Bella mulai mencari menu makanan Korea di aplikasi pesan makanan, dan dia menemukan beberapa restoran yang menawarkan makanan Korea. Dia melihat beberapa foto dan deskripsi makanan dan semakin tertarik untuk mencobanya. Bella memutuskan untuk memesan beberapa menu untuk dicoba malam itu.


Setelah memesan makanan, Bella menunggu dengan sabar sambil melanjutkan tugasnya. Tak lama kemudian, bel tiba-tiba berbunyi dan Bella membukanya untuk menerima makanan Korea yang baru saja dia pesan. Dia membuka kotak makanan dan tersenyum melihat makanan yang terlihat enak dan wangi. Dia mengambil garpu dan mulai mencicipi makanannya.


Saat Bella menikmati makanannya, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat nama Ryan di layar ponselnya dan mengangkatnya dengan senyum di wajahnya.


“Bella, apa kabarmu?” kata Ryan dengan suara lembut di ujung telepon.


“Aku baik-baik saja, Ryan. Sedang menikmati makanan Korea yang baru saja aku pesan. Bagaimana denganmu?” Bella menjawab sambil mengambil sepotong daging dari mangkuknya.


“Aku juga baik-baik saja. Sedang bersama Lisa untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di luar kota.”


Mendengar nama Lisa membuat Bella merasa sedikit tidak nyaman, tapi dia berusaha untuk menutupi perasaannya. “Oh begitu ya. Bagaimana pekerjaannya?”


“Agak melelahkan, tapi kita berhasil menyelesaikan semuanya dengan baik. Aku berharap bisa segera pulang dan bertemu denganmu.”


Bella tersenyum mendengar perkataan Ryan dan merasa hangat di hatinya. “Aku juga merindukanmu, Ryan.”

__ADS_1


Percakapan mereka berlanjut selama beberapa menit, dan Bella merasa senang bisa berbicara dengan Ryan lagi setelah beberapa hari tidak bertemu. Setelah mereka mengakhiri panggilan, Bella melanjutkan makan malamnya dan merasa senang bisa mencoba makanan Korea yang lezat.


__ADS_2