
Bella dan Ryan kembali dari liburan mereka di Bandung dengan banyak kenangan yang indah. Mereka memutuskan untuk melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih intim dan romantik. Ryan mengambil cuti dari pekerjaannya dan berjanji untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan Bella.
Suatu pagi, saat mereka sedang sarapan di balkon apartemen mereka yang terletak di pusat kota, Bella berkata kepada Ryan dengan senyum lembut di wajahnya, "Aku sangat bahagia kita bisa menghabiskan waktu bersama. Kita seharusnya melakukan ini lebih sering."
Ryan setuju, "Aku juga sangat senang bisa meluangkan waktu denganmu. Terkadang aku merasa seperti kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita sendiri, tapi kita harus selalu mencari waktu untuk saling menghargai dan menyayangi satu sama lain."
Bella menggenggam tangan Ryan dengan erat, "Aku setuju. Aku merindukan momen-momen romantis seperti ini."
Ryan tersenyum, "Apa yang bisa kita lakukan hari ini? Apa yang kamu inginkan?"
Bella mengernyitkan dahi, berpikir sejenak, lalu ia mengatakan, "Aku ingin pergi ke taman dan berjalan-jalan bersama."
Ryan merasa senang mendengarnya, "Taman apa yang kamu inginkan?"
Bella memandang Ryan dengan senyum yang mempesona, "Taman Menteng. Aku ingin melihat bunga-bunga yang indah dan berjalan-jalan bersama di sana."
Ryan merasa senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Bella. Setelah sarapan mereka, mereka pergi ke Taman Menteng. Bella menyukai keindahan taman dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Mereka berjalan-jalan, berbicara, dan tertawa bersama-sama.
Saat matahari mulai terbenam, Ryan dan Bella berjalan ke arah taman bermain. Mereka bermain ayunan dan meluncur di seluncur air, seperti anak kecil. Mereka menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama dan tersenyum bahagia.
*
*
Waktu semakin berlalu dan hubungan Bella dan Ryan semakin erat setelah liburan mereka di Bandung. Namun, Bella merasa sedikit khawatir ketika Ryan memberitahunya bahwa dia harus makan malam dengan klien dan Lisa, orang yang bekerja dengannya.
"Saat ini kamu bekerja dengan Lisa, Ryan. Aku tidak yakin aku merasa nyaman denganmu makan malam dengannya," ujar Bella dengan nada khawatir.
Ryan merasa sedikit terganggu dengan kekhawatiran Bella. "Bella, kamu tidak perlu khawatir tentang Lisa. Dia adalah rekan kerja saya dan makan malam dengan klien itu bagian dari pekerjaan saya. Kamu tahu aku tidak akan melakukan apa pun yang membuatmu tidak nyaman," ujar Ryan dengan tenang.
Bella duduk di teras rumahnya sambil memandangi keindahan langit senja yang mengagumkan. Suara burung-burung bernyanyi dan sepoi-sepoi angin membuat suasana semakin tenang. Namun, Bella tetap merasa gelisah dan cemas karena pikirannya masih tertuju pada perasaannya yang tak nyaman terhadap Lisa, rekan kerja Ryan.
__ADS_1
“Tapi mengapa aku merasa seperti ini?” gumam Bella dalam hati, memeluk dirinya sendiri.
Tiba-tiba, Ryan muncul dari belakang dan duduk di sampingnya. “Ada apa, sayang? Kenapa kamu duduk di sini sendirian?”
Bella menghela nafas dan menatap wajah Ryan. “Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Kamu benar-benar harus makan malam dengan Lisa?”
Ryan tersenyum dan mengelus punggung Bella. “Iya, sayang. Tapi kamu tak perlu khawatir. Lisa hanya rekan kerja saya, tidak lebih. Dan aku mencintaimu, Bella. Kamu adalah yang terpenting bagiku.”
Bella merasa lega mendengar kata-kata Ryan, namun tetap merasa tidak nyaman. “Tapi kamu tahu bagaimana perasaanku tentang Lisa. Aku takut kamu jatuh cinta padanya.”
Ryan melepaskan pelukan dan menatap mata Bella dengan serius. “Bella, jangan pernah berpikir seperti itu. Kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cintai. Aku bersamamu karena aku ingin bersamamu, bukan karena alasan lain. Jadi, jangan ragu atau khawatir lagi.”
Bella tersenyum dan mencium pipi Ryan. “Terima kasih, Ryan. Aku tahu aku terlalu khawatir. Kamu selalu membuatku merasa lebih tenang.”
Ryan menggenggam tangan Bella dengan lembut. “Kamu tahu, sayang, aku berharap kita bisa melupakan semua masalah ini dan fokus pada hubungan kita. Kamu selalu menjadi prioritas utamaku dan aku akan selalu mencintaimu.”
Bella tersenyum dan merasa lebih baik setelah mendengar kata-kata Ryan. Mereka melanjutkan waktu bersama mereka dan menikmati suasana senja yang indah. Bella merasa lebih tenang dan percaya bahwa Ryan adalah orang yang tepat baginya.
Bella tersenyum lega mendengar kata-kata Ryan. "Maafkan aku, Ryan. Aku hanya khawatir. Aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu," ujarnya.
Hari berikutnya, Bella merasa sedikit canggung ketika Ryan bersiap-siap untuk makan malam. Namun, Ryan menghiburnya lagi. "Jangan khawatir, Bella. Aku akan selalu kembali padamu," ujarnya.
Saat Ryan pergi, Bella merasa sedikit kesepian dan khawatir. Namun, dia mencoba untuk sibuk dengan hobi-hobinya dan menghabiskan waktu dengan teman-temannya.
Beberapa jam kemudian, Bella menerima pesan singkat dari Ryan. "Maaf ya, Bella, aku harus menghabiskan waktu lebih lama dari yang aku perkirakan. Kami masih membahas beberapa hal penting," bunyi pesan tersebut.
Bella merasa cemas dan mengirim balik pesan, "Kamu pasti lelah, Ryan. Silakan jangan khawatir tentangku. Aku akan baik-baik saja."
Waktu terasa semakin lambat bagi Bella saat Ryan bekerja bersama Lisa. Dia mencoba untuk tidak memikirkannya, namun rasa cemburunya tak dapat disangkal. Bella selalu merasa cemas jika Ryan bersama dengan Lisa. Meski Ryan sudah menjamin bahwa mereka hanya bekerja sama untuk proyek kerja, Bella tetap merasa tidak nyaman.
Mereka berbicara melalui telepon setiap hari selama Ryan bekerja dengan Lisa, tetapi Bella merasa Ryan agak tertutup dan tidak terlalu terbuka dengan dirinya. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat kerja Ryan dan apakah dia benar-benar tidak perlu khawatir tentang Lisa.
__ADS_1
Namun Bella tidak ingin merusak hubungan yang telah dibangun dengan Ryan dengan mencurigainya. Dia ingin mempercayai Ryan.
“ tik, tok, tik, tok” suara jam dinding sangat terdengar, bella merasa waktu berlalu begitu lama.
Dan, Bella masih merasa khawatir tentang Ryan dan Lisa.
Setelah beberapa saat, Ryan akhirnya tiba di rumah dengan senyum yang besar di wajahnya.
"Aku kembali, Bella," ujarnya dengan gembira.
Bella menghampiri Ryan dan menciumnya. "Aku merindukanmu," ujarnya.
Ryan menatap mata Bella dengan penuh kasih sayang. "Aku merindukanmu juga, Bella. Dan jangan khawatir lagi, semuanya baik-baik saja," ujarnya.
Setelah itu, Bella merasa lebih tenang dan mereka berdua menikmati malam mereka bersama-sama.
Bella duduk di tepi ranjang mereka sambil memandangi Ryan yang sedang mengganti bajunya. Setelah Ryan selesai, ia duduk di samping Bella dan memeluknya.
“Bella, kamu masih khawatir dengan makan malamku bersama Lisa?” tanya Ryan.
Bella mengangguk, “Aku memang khawatir. Tapi aku juga merasa bersalah karena tidak mempercayaimu.”
Ryan menatap Bella lembut, “Tidak usah merasa bersalah, sayang. Aku mengerti perasaanmu. Tapi kamu tahu kan bahwa aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang akan menyakiti perasaanmu. Lisa hanyalah rekan kerjaku.”
Bella tersenyum lembut, “Aku tahu, Ryan. Aku hanya takut kehilanganmu.”
Ryan mencubit pipi Bella, “Kamu tidak akan pernah kehilangan aku, sayang. Aku selalu ada untukmu.”
Bella memeluk Ryan erat-erat, “Terima kasih, Ryan. Aku sangat mencintaimu.”
Ryan juga membalas pelukan Bella dan berkata, “Aku juga mencintaimu, Bella.”
__ADS_1
Mereka berdua saling menatap dan tersenyum bahagia. Akhirnya, Bella merasa tenang dan bisa tidur nyenyak malam itu.
Dalam pelukan itu, mereka berdua merasakan kebahagiaan yang tidak tergantikan. Dan mereka berdua tahu bahwa mereka akan selalu saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain dalam setiap keadaan.