Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
malam itu akhirnya Ryan....


__ADS_3

Waktu sudah mendekati akhir tahun dan Bella merasa sangat penat dengan rutinitas kerjanya. Ia merasa butuh waktu untuk berlibur dan bersantai sejenak bersama suaminya, Ryan. Bella sangat ingin pergi ke Bandung, sebuah kota yang terkenal dengan tempat wisata dan kuliner yang lezat. Setelah memberanikan diri untuk mengajak Ryan, Bella pun meluncurkan ide liburan mereka ke Bandung.


"Ryan, aku ingin pergi ke Bandung untuk berlibur sejenak. Bagaimana kalau kita mencoba wisata kuliner disana?" tanya Bella seraya menatap wajah Ryan yang duduk di sampingnya.


Ryan tersenyum dan membalas, "Baiklah, sepertinya itu ide yang bagus. Kita bisa menginap di hotel yang nyaman dan mencoba semua makanan lezat di sana."


Bella sangat senang dengan respon yang diberikan oleh Ryan. Ia merasa bahwa mereka butuh waktu sejenak untuk bersantai dan menikmati suasana yang berbeda. Bella sudah menyiapkan jadwal perjalanan yang detail, termasuk tempat-tempat wisata yang ingin mereka kunjungi dan restoran-restoran yang ingin mereka coba.


Setelah merencanakan semuanya, mereka berangkat ke Bandung pada akhir pekan berikutnya. Kedatangan mereka di Bandung membuat mereka merasa sangat senang, terutama Bella yang sudah merindukan suasana kota yang berbeda. Mereka menginap di hotel yang indah dan bersih di pusat kota Bandung, dan mulai menjelajahi tempat-tempat wisata di sekitar kota.


Selama liburan mereka, Bella dan Ryan mencoba banyak makanan lezat di beberapa restoran yang telah direkomendasikan. Mereka mencoba makanan tradisional seperti siomay, batagor, dan nasi goreng, hingga makanan modern seperti burger dan pizza. Bella merasa sangat senang bisa mencicipi makanan-makanan baru yang belum pernah ia coba sebelumnya.


Suasana kota yang berbeda dan segala hal yang mereka lakukan bersama selama liburan membuat Bella dan Ryan semakin dekat. Mereka berjalan-jalan di pasar malam, berbelanja oleh-oleh di toko-toko kecil, dan menikmati kopi di kedai-kedai kopi yang asyik. Semuanya terasa begitu menyenangkan.


Keesokan harinya.....


Mereka memutuskan untuk mengeksplorasi wisata kuliner di kota tersebut dan mencoba makanan khasnya. Setelah sarapan pagi, mereka bergegas ke pasar untuk mencari makanan ringan. Bella sangat senang, dia merasa seperti anak kecil yang pergi ke pasar untuk membeli permen.


Sementara itu, Ryan mencari toko bunga untuk membeli bunga untuk Bella. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya dia menemukan toko bunga yang indah. Dia memilih buket bunga mawar merah dan membelinya. Setelah itu, dia segera kembali ke pasar untuk mencari Bella.


Bella merasa senang karena dia berhasil menemukan makanan favoritnya, bakso. Mereka duduk di meja kecil di dekat pasar dan menikmati bakso yang lezat. Ketika Ryan duduk di sampingnya, Bella melihat bunga mawar di tangannya dan tersenyum.


"Bunga untukku?" tanya Bella, sambil tersenyum.


"Ya, untukmu," jawab Ryan sambil menyerahkan buket bunga itu pada Bella. "Aku ingin memberikan sesuatu yang indah padamu."


"Aku suka sekali! Terima kasih sayang," ujar Bella dengan bahagia.

__ADS_1


Mereka berjalan-jalan di sepanjang jalan dan menikmati pemandangan kota. Ryan memperhatikan betapa cantiknya Bella ketika dia tersenyum. Dia merasa sangat beruntung memiliki Bella sebagai istri.


Mereka berhenti di sebuah bioskop dan memilih film romantis untuk ditonton. Setelah membeli tiket, mereka duduk di kursi dan menikmati film bersama. Tapi, Ryan merasa canggung ketika ada adegan romantis di film itu. Dia tidak tahu harus melakukan apa.


Bella memperhatikan bahwa Ryan terlihat canggung dan tersenyum. "Apa kamu merasa canggung?" tanya Bella.


Ryan mengangguk dan tersenyum. "Aku tidak terlalu terbiasa dengan film romantis," kata Ryan.


Bella tersenyum dan merangkulnya. "Tidak apa-apa, kamu pasti bisa belajar lebih banyak dari film ini," ucapnya.


Setelah film selesai, mereka kembali ke hotel dan berbicara tentang liburan mereka. Bella meminta Ryan untuk berlibur ke Bandung lagi suatu hari nanti, dan Ryan setuju. Mereka menikmati malam yang romantis bersama dan tertidur dalam pelukan satu sama lain.


Malam itu, Ryan merasa sangat beruntung memiliki Bella sebagai istri. Dia berjanji untuk selalu mencintainya dan memberinya kebahagiaan yang dia butuhkan.


Tiba – tiba saja Ryan....


"Bella, aku ingin bicara denganmu tentang sesuatu yang penting," kata Ryan sambil menatap matanya.


"Apa itu?" tanya Bella, suara hatinya sedikit gemetar.


"Kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu, bukan?" tanya Ryan.


Bella tersenyum. "Ya, aku tahu. Dan aku juga mencintaimu."


Ryan tersenyum lega. "Aku sangat senang mendengarnya. Bella, aku ingin memulai keluarga bersama denganmu. Aku ingin memiliki anak denganmu."


Bella terkejut mendengar itu. Dia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Dia tahu bahwa dia mencintai Ryan dan ingin memiliki anak dengan suaminya, tetapi dia tidak pernah membicarakannya secara langsung dengan Ryan.

__ADS_1


"Apa kamu serius?" tanya Bella, suaranya masih terdengar gemetar.


"Iya, Bella. Aku serius. Aku ingin memulai keluarga denganmu. Bagaimana menurutmu?" tanya Ryan dengan lembut.


Bella berpikir sejenak. Dia merasa gugup dan takut, tapi juga merasa senang dan bersemangat. "Aku... aku juga ingin memulai keluarga denganmu, Ryan. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak sabar untuk melihat anak kita bersama."


Ryan tersenyum bahagia. Dia sangat mencintai Bella dan sangat senang bahwa dia merasa sama dengan dia tentang memulai keluarga bersama.


"Makasih, Bella. Kamu membuatku sangat bahagia," kata Ryan sambil meraih tangan Bella dan menciumnya lembut.


Kamar hotel yang dihiasi dengan indah dan nyaman dengan lampu-lampu kecil yang memberikan cahaya yang lembut.


Bella merasa malu untuk menatap mata Ryan. Ryan mengambil tangan Bella dan menggenggamnya erat-erat. "Bella, aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Ryan dengan suara lembut. Bella menoleh dan memandang wajah Ryan dengan lembut. "Apa itu, sayang?" tanya Bella.


Ryan tersenyum dan mencium bibir Bella dengan lembut. Mereka saling merangkul dan berpegangan tangan dengan mesra. Suasana semakin romantis ketika Ryan memutar lagu-lagu yang indah dan mereka menari bersama di tengah-tengah kamar.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi, Ryan dan Bella merasa lelah dan mereka memutuskan untuk tidur. Ryan mengambil selimut yang hangat dan meletakkannya di atas tubuh Bella. Ryan merangkul Bella dan mencium rambutnya dengan lembut.


"Selamat malam, Bella. Aku mencintaimu," kata Ryan sambil mencium kening Bella.


"Selamat malam, sayang. Aku juga mencintaimu," jawab Bella dengan suara lembut.


Malam itu mereka tidur dengan nyenyak dalam pelukan satu sama lain. Kebersamaan yang mereka jalani di Bandung memberikan mereka momen yang indah dan tak terlupakan. Mereka siap untuk menghadapi masa depan bersama dan membangun keluarga yang bahagia.


Bella merasa damai. Dia tahu bahwa kehidupan mereka akan berubah ketika mereka memulai keluarga, tetapi dia juga tahu bahwa mereka akan melewati semua hal itu bersama-sama. Dia mencium Ryan dengan penuh cinta dan merasa sangat bahagia bahwa mereka berdua merasa sama tentang masa depan mereka.


Di akhir liburan mereka, Bella dan Ryan merasa sangat bahagia dengan segala hal yang telah mereka lakukan bersama di Bandung. Mereka berjanji untuk selalu menghabiskan waktu bersama-sama, dan mengungkapkan cinta mereka dengan cara yang lebih romantis. Liburan yang mereka habiskan bersama sangat penting bagi mereka dan meninggalkan kenangan yang indah.

__ADS_1


__ADS_2