Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
malam yang indah


__ADS_3

Bella terbangun di pagi hari dengan selera makanan yang berbeda-beda. Hari ini, ia merasa ingin mencicipi bubur ayam Cirebon yang terkenal enak. Sejak kecil, Bella selalu menyukai makanan bubur. Namun, di kota tempatnya tinggal, tidak ada yang sepadan dengan rasa bubur ayam Cirebon yang ia rasakan di masa kecilnya.


Bella memutuskan untuk pergi ke pusat kuliner bubur ayam Cirebon yang berada di dekat rumahnya. Dia mengenakan pakaian santai berupa kaos dan celana jeans dengan rambut tergerai. Saat tiba di pusat kuliner tersebut, Bella melihat antrian panjang di depan kedai bubur ayam yang ia tuju.


“Tampaknya ramai sekali hari ini,” ujarnya dalam hati.


Bella bergabung dengan antrian dan menunggu giliran untuk membeli bubur ayam Cirebon kesukaannya. Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya giliran Bella tiba. Ia memesan bubur ayam dengan banyak ayam goreng dan bumbu kacang yang kental.


Bella kemudian mencari tempat duduk di dekat kedai dan menikmati bubur ayamnya. Rasa asin dan kaya rempah dari bumbu kacang tersebut membuat Bella merasa sangat puas. Selama ia menikmati bubur ayamnya, Bella merasa seperti di kampung halamannya. Suasana khas kuliner Jawa Barat, dengan pengunjung yang ramah dan jualannya yang semarak, memberikan nuansa yang sangat nyaman bagi Bella.


*


*


*


Ryan akhirnya tiba di rumah setelah beberapa hari bekerja di luar kota. Bella sangat senang melihat suaminya pulang dan langsung merangkulnya erat-erat. Mereka saling bertatapan dan tersenyum bahagia, saling melepas rindu satu sama lain.


“Sudah kangen sekali sama kamu, sayang,” kata Bella dengan suara lembut.


“Saya juga kangen, Bella. Terus terang saya kesepian tanpa kamu,” jawab Ryan dengan senyum mengembang di wajahnya.


Bella tersenyum bahagia dan menarik Ryan ke sofa, meminta suaminya untuk bercerita tentang perjalanannya. Ryan menceritakan tentang pekerjaannya di luar kota, tentang tugas-tugas yang dilakukannya, dan tempat-tempat yang telah dikunjunginya.


“Kamu tahu, Bella, aku sangat merindukanmu selama aku di luar kota,” ujar Ryan.


Bella tersenyum dan mengelus tangan suaminya. “Aku juga merindukanmu, Ryan. Aku bahkan mengatur jadwal makan dan aktivitas agar bisa meluangkan waktu untuk menelponmu setiap hari.”


Ryan mengangguk mengerti, “Terima kasih, Bella. Kamu selalu menjadi pendukung terbaikku. Tanpa kamu, hidupku akan sangat hampa.”

__ADS_1


Bella merasa tersentuh dan tersenyum penuh arti. Mereka terus bercakap-cakap dan tertawa bersama di sofa, menikmati waktu bersama sebagai pasangan suami-istri yang saling mencintai.


Tiba-tiba, Ryan melihat sebuah bungkusan yang tertinggal di atas meja. “Ini apa, Bella?”


“Oh itu, aku baru saja membelinya,” jawab Bella sambil mengambil bungkusan tersebut dan memberikannya pada Ryan.


Ryan membuka bungkusan tersebut dan menemukan sebuah kaos dengan gambar logo band favoritnya. Dia tersenyum senang dan memeluk Bella. “Terima kasih, Bella. Kamu selalu tahu apa yang aku suka.”


Bella tersenyum bahagia melihat suaminya senang dengan hadiah yang diberikannya. “Aku tahu kamu suka banget dengan band itu. Aku senang kalau kamu senang, sayang.”


Mereka saling berpelukan dan berciuman dengan penuh kasih sayang. Suasana di rumah mereka sangat romantis dan penuh kehangatan. Bella merasa sangat bahagia karena Ryan telah pulang dan mereka dapat bersama-sama lagi.


“Kamu mau makan apa, sayang? Aku akan masakkan apa pun yang kamu suka,” tawar Bella sambil memandang suaminya dengan lembut.


Ryan memandang istrinya dengan penuh cinta dan tersenyum. “Kamu tahu, Bella, aku sudah sangat merindukan masakanmu. Aku ingin makan apa pun yang kamu masak.”


Saat malam tiba, Ryan dan Bella tengah berbaring di tempat tidur mereka. Suasana tenang menyelimuti kamar mereka. Bella tersenyum ke arah Ryan dan berkata, “Kamu tahu, Ryan, aku merindukan suaramu saat menyanyikan lagu.”


Ryan tersenyum dan menggeleng, “Aku tidak tahu bahwa kamu suka mendengarkanku menyanyi. Ada lagu apa yang kamu ingin dengar?”


Bella terlihat berpikir sejenak, “Hmm, bisa kamu nyanyikan lagu yang sering kamu dengarkan di luar kota? Aku ingin tahu lebih banyak tentang pengalamanmu di sana.”


Ryan merenung sejenak dan mulai memilih lagu yang tepat. Setelah beberapa saat, ia memulai lagu yang romantis dengan nada yang lembut, membuat hati Bella terasa hangat.


Di tengah lagu, Ryan menatap tajam ke arah Bella, “Kamu tahu, Bella, aku benar-benar merindukanmu. Aku tak sabar untuk berada di sampingmu setiap saat.”


Bella tersenyum dan menjawab dengan lembut, “Aku juga merindukanmu, Ryan. Bagaimana keadaanmu di luar kota? Apakah semua berjalan dengan baik?”


Ryan mengambil napas dalam-dalam, “Semua berjalan dengan baik. Tapi aku merasa lebih baik berada di sini bersamamu.”

__ADS_1


Mereka berdua terus bertukar kata-kata, bercanda dan tertawa, hingga akhirnya Bella tertidur dengan tenang. Ryan merasa bahagia melihat istri tercintanya tidur dengan damai di sisinya.


Malam itu, Ryan menemukan kebahagiaan yang sebenarnya dalam hidupnya. Meskipun dia merindukan tempat di mana ia bekerja di luar kota, ia tahu bahwa tempat terbaik bagi dirinya adalah bersama istrinya di rumah.


Ryan dan Bella berbaring di atas tempat tidur mereka menikmati malam yang romantis bersama. Mereka saling memandang dan tersenyum satu sama lain. Di sudut kamar, lampu malam yang kecil menerangi ruangan, menciptakan suasana yang tenang dan romantis.


“malam ini sangat indah, Bella. Terima kasih sudah menghabiskan waktumu bersamaku,” ujar Ryan sambil meraih tangan Bella.


“Kau tahu aku selalu senang bersamamu, Ryan,” jawab Bella sambil tersenyum lebar.


“Mungkin karena aku rindu padamu ketika aku di luar kota,” sambung Ryan sambil mencium pipi Bella.


“Aku juga merindukanmu, Ryan. Tapi tadi malam terlalu indah untuk diabaikan. Aku bahagia bisa menghabiskan waktu bersamamu,” ujar Bella dengan lembut.


Mereka saling berpelukan dan mencium satu sama lain. Suasana di kamar itu menjadi semakin intim dan hangat. Mereka saling bercanda dan tertawa bersama, menikmati kebersamaan mereka setelah berpisah selama beberapa waktu.


Ryan menyanyikan lagu romantis untuk Bella, dan mereka saling memandang dalam keheningan sejenak. Mereka saling berciuman dan merangkul satu sama lain dengan penuh kasih sayang. Setelah beberapa saat, mereka tertidur dalam pelukan satu sama lain.


Malam itu, kamar mereka dipenuhi oleh cinta dan kehangatan. Ryan dan Bella saling mencintai dan merindukan satu sama lain, dan malam itu mereka menikmati kebersamaan mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Pagi harinya....


Mereka makan bersama sambil bercerita tentang pengalaman mereka selama beberapa hari terakhir. Ryan bercerita tentang pekerjaannya di luar kota dan Bella bercerita tentang kegiatan di kantornya. Mereka juga membicarakan rencana untuk menghabiskan waktu bersama selama akhir pekan.


“Aku berpikir kita bisa pergi ke pantai dan menikmati pemandangan laut,” ujar Ryan.


“Terdengar indah. Aku sangat suka ke pantai,” jawab Bella.


Mereka saling berjanji untuk membuat rencana yang lebih terperinci dan menikmati waktu bersama-sama di akhir pekan. Setelah makan, mereka kembali ke tempat tidur dan berbaring di samping satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2