
Bella terbangun pagi itu dengan perasaan tidak enak di perutnya. Ia merasakan mual dan pusing yang sangat tidak nyaman. Ia mencoba untuk berdiri dan bangkit dari tempat tidurnya, namun tubuhnya terasa lemas dan sulit untuk bergerak.
Ryan yang sedang mencuci piring di dapur, melihat istrinya berjalan dengan lesu dan memucat. “Kamu kenapa, sayang?” tanya Ryan dengan khawatir.
“Rasanya mual dan pusing banget,” jawab Bella dengan suara lemah.
Ryan langsung meraih tangan Bella dan membawanya ke sofa di ruang tamu. “Istirahat saja dulu, ya. Nanti saya bikinin teh hangat,” ucap Ryan.
Bella hanya mengangguk lemah, masih merasakan mual yang mengganggunya. Ryan kemudian membawakan teh hangat dan menyuruh Bella untuk minum. Setelah minum, Bella mulai merasa agak nyaman dan merasa ingin makan sesuatu.
“Kamu lapar, sayang?” tanya Ryan.
“Iya, tapi rasanya masih mual,” jawab Bella.
Ryan kemudian membuatkan bubur ayam hangat untuk Bella. Meski masih merasakan sedikit mual, Bella tetap mencoba untuk makan agar tidak perutnya tidak kosong. Setelah makan, Bella merasa sedikit lebih baik.
Namun, beberapa jam kemudian, mual dan pusing kembali menyerang Bella. Ryan merasa semakin khawatir dan memutuskan untuk membawa Bella ke dokter. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa Bella terkena infeksi lambung dan disarankan untuk istirahat di rumah sakit selama beberapa hari.
Ryan kemudian memutuskan untuk cuti dari kerja dan merawat Bella di rumah sakit. Selama beberapa hari, Ryan merawat Bella dengan penuh kasih sayang. Ia membawakan makanan dan minuman untuk Bella, mengusap punggungnya saat Bella mual, dan menghibur Bella saat ia merasa kesal dan bosan karena harus beristirahat di rumah sakit.
Kepedulian Ryan pada Bella membuatnya semakin mencintai suaminya. Ia merasa terharu melihat bagaimana Ryan mengorbankan waktu dan tenaganya untuk merawatnya.
“Terima kasih, Ryan. Aku sangat beruntung memiliki suami yang sangat peduli seperti kamu,” ucap Bella dengan suara lembut saat mereka duduk di sofa.
Ryan tersenyum lebar dan memeluk Bella. “Aku akan selalu merawatmu, sayang. Kamu adalah segalanya bagiku,” ucap Ryan dengan penuh cinta.
Bella merasa terharu dan mencium bibir Ryan dengan lembut. Mereka berpelukan dengan penuh kasih sayang, menunjukkan betapa cinta mereka begitu besar dan tulus.
Meskipun Bella terkena infeksi lambung, namun hal tersebut menjadi titik balik bagi hubungan mereka. Mereka menjadi semakin dekat dan saling merawat satu sama lain dengan penuh cinta. Dan dari situlah, hubungan mereka semakin kuat dan tak tergoyahkan.
Waktu itu adalah hari Minggu pagi, di sebuah kamar di rumah sakit. Bella, yang sedang terbaring di ranjang, merasa sangat lemah dan tidak nyaman karena sakit perut yang tak kunjung hilang. Ryan, suaminya, duduk di sampingnya dengan perasaan cemas dan khawatir.
__ADS_1
Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dan Lisa, teman Bella dari masa kuliah, masuk ke dalam kamar. Lisa, seorang wanita yang cantik dan ceria, sudah lama tidak bertemu dengan Bella. Saat melihat kondisi Bella yang sakit, dia merasa prihatin dan ingin menjenguknya.
“Bella, bagaimana kabarmu?” tanya Lisa seraya mendekat ke tempat tidur Bella.
“Lisa, aku sakit perut dan merasa sangat lemas,” jawab Bella dengan suara yang lemah.
Ryan juga menambahkan, “Dia tidak bisa makan atau minum apa-apa selama semalam.”
Lisa yang melihat Bella terlihat sangat lemah dan tidak bersemangat, berbicara dengan perasaan khawatir, “Kamu harus segera sembuh, Bella. Apa yang bisa aku bantu?”
Bella tersenyum padanya, “Terima kasih, Lisa. Aku hanya butuh istirahat dan obat dari dokter.”
Lisa kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya, “Ini ada obat herbal yang bisa membantu meredakan sakit perutmu. Saya tahu ini mungkin tidak banyak membantu, tapi setidaknya kamu bisa mencoba.”
Bella tersenyum pada Lisa dan menerimanya dengan rasa terima kasih, “Terima kasih banyak, Lisa. Kamu selalu baik dan perhatian pada saya.”
Ryan kemudian menawarkan kepada Lisa untuk makan siang bersama mereka di kantin rumah sakit. Lisa menyetujui tawaran tersebut dan bertukar cerita tentang kehidupannya sejak lama tidak bertemu dengan Bella.
Setelah makan siang, Lisa pergi dan Ryan kembali duduk di samping Bella. Bella tidak bisa menahan rasa gelisahnya lagi dan mengungkapkan perasaannya pada Ryan, “Aku merasa khawatir tentang Lisa. Apa kamu pernah merasa dekat dengannya?”
Ryan terkejut dengan pertanyaan itu, “Tidak, sayang. Kami hanya teman di masa kuliah. Tidak ada apa-apa di antara kami.”
Bella merasa sedikit lega mendengar itu, tetapi dia masih merasa tidak nyaman dengan kehadiran Lisa. Dia berharap dia bisa sembuh secepat mungkin dan kembali ke rumah bersama Ryan, tanpa ada orang lain yang ikut campur.
*
*
*
Bella merasa lega dan bahagia setelah sembuh dari sakit yang menyerangnya beberapa hari yang lalu. Ryan sangat senang melihat istrinya kembali sehat dan ceria. Mereka kembali ke rumah mereka di pinggiran kota dan terlihat sangat rindu dengan rumah mereka.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, mereka langsung masuk ke dalam rumah. Teras rumah yang luas dengan beberapa kursi dan meja, serta tanaman hias di sudut-sudutnya, memberikan suasana yang menyenangkan di sore hari. Mereka masuk ke dalam rumah dan menyapa pembantu mereka, Lina, yang senang melihat kembali pasangan itu.
“Selamat pagi, Bu. Selamat datang kembali,” kata Lina dengan senyum hangatnya.
“Terima kasih, Lina. Apa kabar selama kami tidak di rumah?” tanya Bella dengan ramah.
“Baik-baik saja, Bu. Semua terlihat baik-baik saja,” jawab Lina.
Ryan dan Bella pun melanjutkan perjalanan ke kamar mereka. Mereka merasa sangat senang dan rindu dengan tempat tidur mereka yang nyaman. Mereka terlihat sangat rileks dan merasa tenang dalam kamar mereka.
“Kamu ingin minum apa, sayang?” tanya Ryan.
“Aku ingin minum segelas jus apel, Ryan. Terima kasih,” jawab Bella dengan lembut.
Ryan segera keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Dia mengambil segelas jus apel segar untuk istrinya dan membawanya kembali ke kamar. Mereka menikmati jus apel itu sambil duduk di tempat tidur mereka.
“Tentu saja, Ryan. Kamu sudah tahu selera aku dengan sangat baik,” kata Bella.
Ryan tersenyum dan mencium kening istrinya. Mereka melanjutkan obrolan santai sambil menikmati suasana yang damai di dalam kamar mereka.
Setelah beristirahat sejenak, Ryan dan Bella memutuskan untuk pergi ke luar untuk melihat-lihat kebun belakang mereka. Mereka berjalan-jalan di sekitar taman, menghirup udara segar dan menikmati keindahan alam sekitar mereka.
“Kamu tahu, aku merindukan rumah ini, Ryan,” kata Bella dengan lembut.
“Aku juga merindukannya, sayang. Tidak ada tempat yang lebih indah dari rumah kita,” jawab Ryan sambil menggenggam tangan istrinya.
Mereka melanjutkan jalan-jalan mereka hingga sore hari. Saat kembali ke dalam rumah, Ryan dan Bella memutuskan untuk menonton film bersama di ruang keluarga. Mereka merasa sangat nyaman dan bahagia di rumah mereka yang indah dan tenang.
“Aku sangat beruntung memiliki kamu sebagai suamiku, Ryan,” kata Bella dengan tulus.
“Aku juga merasa sangat beruntung memiliki kamu sebagai istriku, sayang. Kamu adalah segalanya bagi aku,” jawab Ryan dengan penuh cinta.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan dan menikmati momen mereka bersama-sama. Akhirnya, mereka merasakan kebahagiaan