Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
makan siang di kantor ryan


__ADS_3

Hari itu, matahari terbit dengan cahaya yang cerah, menembus jendela kamar tidur Ryan dan Bella. Bella terbangun lebih awal dari biasanya untuk mempersiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah mencuci tangan, dia pergi ke dapur dan memulai persiapan. Dia memilih membuat nasi goreng dengan telur mata sapi dan sosis, dengan secangkir kopi hitam dan jus jeruk segar sebagai minumannya.


Setelah selesai memasak, Bella membawa sarapan ke meja makan dan menyiapkannya dengan cermat. Ryan keluar dari kamar mandi dan melihat istri tercinta yang cantik sedang menata meja makan. Ryan tersenyum dan menghampiri Bella, "Hmmm.. wangi nasi gorengnya harum sekali, terima kasih sayang," kata Ryan sambil mencium pipi Bella.


"Makanlah dengan baik, sayang. Kamu harus berenergi untuk menghadapi hari kerjamu yang padat," kata Bella dengan tersenyum.


"Makananmu selalu enak dan membuatku bahagia," kata Ryan sambil mengambil sendok dan garpu.


Mereka berbincang-bincang sejenak saat sarapan, membahas rencana untuk akhir pekan yang akan datang. Ryan berencana untuk membawa Bella pergi camping di hutan untuk bersantai. Bella senang mendengarnya dan mengiyakan rencana tersebut.


Setelah selesai sarapan, Ryan berjalan ke arah Bella dan memeluknya erat. "Terima kasih sayang, kamu luar biasa," kata Ryan sambil mencium Bella lembut di bibirnya.


"Selalu," jawab Bella sambil tersenyum.


Hari ini, Bella merasa sangat senang ketika Ryan memeluknya dan mencium bibirnya sebelum berangkat ke kantor. “Hari ini kamu sangat romantis, sayang,” ujarnya dengan senyum lebar di wajahnya.


Ryan hanya mengangkat alisnya dan tersenyum, “Aku selalu romantis, kok.


Ryan kemudian pergi ke kantor dengan senyum di wajahnya, merasa bahagia dan puas setelah sarapan yang enak dan penuh cinta dari istrinya. Bella membersihkan meja makan dan berpikir tentang rencana camping yang akan datang, berharap bahwa mereka akan memiliki waktu yang menyenangkan dan romantis bersama.


*


*


*


Bella bangun pagi-pagi buta untuk menyiapkan makanan untuk ryan. Ia merasa terinspirasi setelah ryan sangat romantis kemarin dan merindukan momen seperti itu lagi. Setelah menyiapkan makanan, Bella membungkusnya dengan rapi dan mengambil bunga mawar dari kebun rumah mereka. Ia memasukkannya ke dalam vas bunga dan membawanya bersama makanan siang.


Bella kemudian pergi ke kantor ryan, dia tahu alamat kantor ryan dengan baik karena selalu mengunjunginya ketika ryan masih menjadi belum menikah. Bella merasa senang dan sedikit tegang ketika berjalan menuju kantor ryan, karena dia tidak tahu bagaimana reaksi ryan ketika melihatnya tiba-tiba.

__ADS_1


Sampai di kantor ryan, Bella duduk di luar kantor ryan dan menunggu ryan selesai rapat. Setelah beberapa menit, ryan keluar dari kantornya dan terkejut melihat Bella di sana.


“Wow, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya ryan.


“Aku membuat makan siang untukmu dan membawakan bunga,” jawab Bella sambil tersenyum.


“Kamu luar biasa,” puji ryan.


Ryan membawa Bella ke dalam kantor dan memperkenalkannya pada rekan-rekannya. Bella merasa sedikit canggung ketika bertemu dengan orang-orang baru, tetapi ryan membantunya merasa nyaman.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang ketika Bella mengantar makan siang ke kantor Ryan. Bella berharap makan siang yang ia bawa dapat membuat Ryan lebih semangat bekerja di kantornya.


Bella meletakkan kotak makanan di atas meja Ryan dan berkata, “Sudahlah, jangan terlalu khawatir. Aku ingin memastikan kamu makan siang dengan baik dan semangat untuk sisa hari kerja kamu.”


Ryan tersenyum dan mengelus perutnya yang mulai lapar, “Kamu sangat perhatian, sayang.”


Keduanya duduk bersama dan mulai makan siang. Ryan merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama Bella meski hanya sebentar. Saat mereka asyik makan, tiba-tiba Lisa, rekan kerja Ryan, muncul di depan meja mereka.


Ryan mengangguk, “Iya, ini makan siang dari istriku. Enak kan?”


Lisa tersenyum pahit, “Pasti enak. Semoga aku juga punya suami seperti kamu, Ryan. Dia selalu memperhatikanmu.”


Bella merasa tidak nyaman dengan sikap Lisa, namun Ryan mencoba meredakan kekhawatirannya, “Tenang saja Lisa, kamu akan menemukan pasanganmu nanti. Kamu memiliki banyak kelebihan yang membuatmu istimewa.”


Lisa berterima kasih dan melanjutkan kerjanya. Namun, Bella tetap merasa risau dan berpikir, “Apakah Ryan akan lebih suka memiliki Lisa sebagai istrinya?”


Sementara itu, Ryan hanya fokus pada makan siangnya dan merasa bersyukur memiliki Bella sebagai istrinya yang selalu peduli dan memperhatikannya


“Kamu sangat hebat di dapur,” kata Ryan.

__ADS_1


“Terima kasih, aku hanya ingin memberikan sesuatu yang spesial untukmu,” jawab Bella.


“Makasih, kamu sudah membuat hariku lebih spesial,” ucap ryan sambil mengambil tangan Bella dan menciumnya.


Bella tersipu dan merasa sangat bahagia. Ia senang bisa memberikan kebahagiaan ke ryan dengan cara sederhana seperti ini. Setelah makan siang, ryan kembali ke kantor dan Bella kembali ke rumah. Mereka berjanji untuk bertemu lagi malam nanti untuk makan malam bersama.


Bella mengucapkan selamat tinggal kepada Ryan setelah makan siang bersama di kantornya. Ryan mengecup pipi Bella dengan penuh kasih sayang dan menyuruhnya untuk berhati-hati dalam perjalanan pulang. Bella menanggapi sambil tersenyum dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di luar gedung kantor.


Waktu menunjukkan pukul 14.30 sore ketika Bella tiba di rumah. Dia membuka pintu dengan susah payah, karena dia masih membawa banyak tas. Dia meletakkan tas-tas itu di lantai dan duduk di sofa, merasa lelah setelah berjalan kaki cukup jauh.


Tiba-tiba, suara telepon genggam Bella berdering. Bella segera mengambilnya dan melihat nama Fajar muncul di layar. Fajar adalah teman Ryan yang dikenal Bella cukup lama.


"Bella, halo. Apa kabar?" tanya Fajar di seberang sana.


"Halo Fajar, baik-baik saja. Ada yang bisa aku bantu?"


"Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu tentang Ryan."


Bella merasa sedikit penasaran. "Oh ya? Apa itu?"


"Fajar memberikan sehelai kertas pada Ryan, mengatakan bahwa itu adalah undangan untuk acara formal, tetapi sebenarnya itu adalah undangan untuk pesta yang sangat liar di salah satu klub malam terkenal di kota," kata Fajar, menjelaskan alasan mengapa dia menelepon Bella.


Bella merasa terkejut dan merasa ada yang tidak beres. "Apa itu benar? Apa Ryan benar-benar pergi ke klub malam?"


"Sayangnya, ya. Aku benar-benar menyesal mengatakannya, Bella. Aku tahu kamu akan marah dan aku merasa terpaksa memberitahumu."


Bella merasa sangat kesal dan sedih. Dia tidak pernah mengira Ryan akan pergi ke klub malam dan meninggalkan dia sendirian di rumah. Dia merasa seperti dikecewakan oleh orang yang paling dicintainya.


"Terima kasih telah memberi tahu aku, Fajar. Aku harus pergi sekarang," kata Bella, menutup telepon dengan tangan gemetar.

__ADS_1


Bella merasa sangat kesal dan marah pada Ryan, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia memilih untuk beristirahat dan membiarkan perasaannya mereda sebelum menghadapi Ryan nanti.


Hari berlalu, Bella mencoba untuk melupakan apa yang terjadi dan mencoba untuk tetap hidup seperti biasa. Dia merasa sulit untuk melupakan kekecewaannya, tapi dia mencoba untuk memaafkan Ryan. Dia memutuskan untuk bicara dengan Ryan ketika dia kembali ke rumah nanti.


__ADS_2