Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun

Jodoh Terbaik Diusia 25 Tahun
menunggu cemas


__ADS_3

Bella sibuk mempersiapkan makan malam di dapur. Dia memasak spaghetti dengan saus tomat dan daging cincang yang sangat disukai oleh Ryan. Dia bersemangat untuk memberikan kejutan makan malam spesial bagi suaminya setelah seharian bekerja keras.


Saat Ryan pulang kerja, dia mencium aroma masakan yang sedap dan langsung masuk ke dapur. “Mmm, harum sekali,” ucap Ryan sambil memasang senyum puas di wajahnya.


“Selamat datang pulang, sayang. Kamu pasti lelah setelah seharian bekerja keras. Ayo, duduk dan santap malammu,” ajak Bella sambil menyiapkan piring untuk Ryan.


Ryan duduk di kursi dan melihat spaghetti yang dihidangkan Bella. “Wow, kamu memang pandai memasak, Bella. Spaghetti ini terasa sangat enak,” ujar Ryan sambil memuji.


Bella tersenyum bangga. “Terima kasih, Ryan. Aku senang kamu suka dengan masakan ini. Aku memang ingin membuat malammu menjadi lebih istimewa.”


Ryan meraih tangan Bella dan berkata, “Kamu selalu berhasil membuat hari-hariku menjadi lebih baik, Bella. Terima kasih sudah merawatku dengan baik.”


Bella tersenyum dan membalas ciuman dari Ryan. Mereka menikmati makan malam mereka dengan penuh kebahagiaan dan cinta yang tulus. Setelah makan malam selesai, mereka duduk berpelukan di sofa sambil menonton film favorit mereka.


Bella duduk di sofa yang empuk dengan ryan yang memeluknya dari samping, sementara tv menyala di depan mereka. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Mereka menonton acara televisi yang tidak terlalu menarik, tetapi itu tidak masalah bagi Bella, dia merasa begitu bahagia di pelukan ryan. Mereka merencanakan malam yang santai di rumah setelah pekerjaan yang melelahkan di kantor.


“Sudah lama kita tidak seperti ini,” kata Ryan sambil memeluk Bella lebih erat.


“Ya, aku merindukan momen seperti ini,” jawab Bella sambil tersenyum.


“Malam ini akan aku ingat selamanya,” ucap Ryan lembut.


“Apa yang kamu ingat tentang malam ini?” Tanya Bella penasaran.


“Momen ini, kamu dan aku, hanya duduk bersama di sofa. Menjadi bahagia bersama di dalam keheningan.”


Bella merasa hangat di hatinya ketika mendengar kata-kata Ryan. Dia merasa dihargai dan dicintai. Mereka terus menonton acara televisi dengan sambil saling bercanda. Sesaat kemudian, Bella merasa kantuk mulai menyerang.


“Kamu bisa tidur di sini malam ini jika mau,” ucap Ryan.


“Aku tidak ingin merepotkanmu,” jawab Bella sambil memandang wajah ryan dengan lembut.


“Kamu tidak akan merepotkan aku. Aku suka merawatmu,” ucap Ryan sambil mencium dahi Bella.


Bella tersenyum dan memejamkan mata. Ryan menyalakan lampu tidur dan mengambil selimut dari ruang keluarga. Dia menutupi Bella dengan selimut itu, lalu duduk kembali di sampingnya. Ryan memeluk Bella erat dan memandang wajahnya dengan lembut. Bella merasa aman dan nyaman di dalam pelukan Ryan.


“Terima kasih sudah membuatku bahagia,” ucap Bella sambil menatap mata Ryan.


“Tidak perlu berterima kasih, aku hanya melakukan hal yang membuatku bahagia juga,” jawab Ryan sambil memeluk Bella lebih erat.


Malam semakin larut, tetapi Bella tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan betapa bahagianya dia bersama Ryan. Dia merasa beruntung memiliki seseorang seperti Ryan dalam hidupnya. Akhirnya, Bella tertidur dalam pelukan Ryan dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


Keesokan harinya, mereka berdua bangun dengan segar dan siap memulai hari baru. Bella menatap Ryan dengan rasa syukur dan cinta yang meluap-luap di hatinya. Dia merasa terikat dengan Ryan lebih dari sebelumnya, dan itu membuatnya merasa lebih kuat dan berani menghadapi masa depan.


“Kamu siap untuk memulai hari ini?” Tanya Ryan sambil tersenyum.


“Ya, aku siap,” jawab Bella sambil tersenyum balik.


Mereka saling memandang dengan rasa cinta yang dalam, dan mereka tahu bahwa mereka akan bersama selamanya. Bella merasa betapa beruntungnya dia memiliki seseorang seperti Ryan yang selalu mencintain Nya.


*


*


*


Ryan sedang bekerja di kantornya ketika tiba-tiba ia menyadari bahwa ia lupa membawa handphone-nya. Ia berusaha mencarinya di tas dan saku jaketnya, namun tidak berhasil menemukannya. Akhirnya, ia menyadari bahwa ia telah meninggalkannya di meja makan saat makan siang bersama Bella di rumah.


Ryan merasa khawatir karena tanpa handphone, ia tidak dapat dihubungi oleh klien atau rekan kerjanya yang penting. Oleh karena itu, ia segera meninggalkan kantornya dan pergi ke rumahnya untuk mengambil handphone-nya.


Setelah tiba di rumahnya, Ryan langsung masuk ke dalam dan mencari handphone-nya di meja makan. Bella, yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi, mengangkat kepalanya saat Ryan masuk.


Bella: “Hai sayang, kenapa kembali lagi?”


Ryan: “Aku lupa membawa handphone-ku. Aku tidak bisa hidup tanpa itu di saat-saat seperti ini.”


Ryan mengangguk setuju, kemudian ia mengambil handphone-nya dari meja makan. “Terima kasih sudah mengingatkanku. Aku kembali ke kantor sekarang.”


Bella berdiri dan menghampiri Ryan. “Tunggu dulu, aku akan memasakkanmu sesuatu untuk makan siang. Kamu pasti sibuk seharian di kantor dan butuh istirahat.”


Ryan tersenyum. “Kamu selalu tahu apa yang aku butuhkan. Terima kasih, sayang.”


Bella tersenyum lebar dan menggandeng tangan Ryan. Mereka berjalan ke dapur bersama-sama dan Bella mulai memasak makanan favorit Ryan.


“Sekarang, ceritakan padaku tentang pekerjaanmu hari ini,” ujar Bella sambil memotong sayuran.


Ryan mengambil tempat duduk di meja dapur dan mengambil nafas dalam-dalam. “Hari ini sangat sibuk. Aku bertemu dengan beberapa klien penting dan aku berharap kita dapat memenangkan proyek besar yang akan menguntungkan perusahaan.”


Bella tersenyum. “Aku yakin kamu akan berhasil, sayang. Kamu selalu begitu bersemangat dan tekun dalam pekerjaanmu.”


Ryan tersenyum lebar. “Terima kasih, sayang. Aku sangat beruntung memiliki kamu di sampingku.”


Bella tersenyum kembali dan melanjutkan memasak. Suasana di dapur menjadi hangat dan penuh kebahagiaan. Ryan dan Bella saling berbicara dan tertawa, menikmati momen yang indah bersama-sama.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang, Ryan memberikan ciuman lembut pada pipi Bella. “Aku harus kembali ke kantor sekarang. Terima kasih atas makan siangnya, sayang. Aku sangat beruntung memiliki kamu di hidupku.”


Bella tersenyum lebar dan terispu malu. Bahkan sampai wajah nya memerah.


*


*


*


Bella duduk di sofa, menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 10 malam. Ryan masih belum pulang juga dari pekerjaannya. Dia berjanji untuk pulang lebih awal malam ini, tapi sepertinya ada yang menghalanginya. Bella mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan singkat untuk Ryan.


"Kamu sudah dimana, sayang? Aku sudah menunggumu."


Tidak ada balasan. Bella menatap ponselnya dengan harapan, tapi tak ada pesan balasan yang masuk. Dia merasa khawatir dan cemas, dan mulai membayangkan semua kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada Ryan. Akhirnya, dia memutuskan untuk meneleponnya.


"Ryan, kamu dimana? Aku sangat khawatir."


"Maaf sayang, aku masih di luar. Aku harus mengantar Lisa dahulu."


Bella merasa kecewa dan marah pada Ryan. "Kamu janji pulang lebih awal hari ini. Aku sudah menunggu selama tiga jam!"


"Aku tahu, sayang. Maafkan aku. Aku akan segera pulang."


Bella menghela nafas dan menutup teleponnya. Dia merasa kesepian dan tidak dihargai. Ini bukan pertama kalinya Ryan pulang terlambat, dan dia mulai merasa kesal karna alasan nya yang harus mengantar lisa terlebih dahulu. Dia tahu dia harus mengungkapkan perasaannya pada Ryan, tapi dia tidak ingin membuat masalah.


Beberapa jam kemudian, Bella terbangun oleh suara pintu depan yang dibuka. Dia mendengar langkah kaki Ryan yang memasuki rumah dan menuju ke kamarnya. Dia berdecak kesal dan memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya.


"Bisakah kita berbicara, Ryan?"


"Ya, tentu saja."


Bella duduk di samping Ryan di tempat tidurnya. "Sudah beberapa kali kamu pulang terlambat karna mengantar lisa tanpa memberitahu aku. Aku merasa tidak dihargai dan kesepian. Aku ingin kita bisa lebih terbuka satu sama lain."


Ryan menatap Bella dengan penuh penyesalan. "Maafkan aku, sayang. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Ini pertama kalinya aku mengantar lisa, Karna sudah malam, dan lisa sendirian dikantor menunggu ojek online jadi aku menawarkan untuk mengantarnya, Aku tidak tega melihat nya sendirian apallagi sudah larut malam.”


“Aku tidak ada niat lain sayang, aku akan memberitahumu kalau aku akan pulang terlambat lagi nanti.” Ucap ryan pada bella.


Bella tersenyum lega dan merangkul Ryan. "Aku tahu kamu berusaha keras. Tapi aku ingin kamu tahu, aku selalu ada untukmu."


Ryan mengembalikan pelukan Bella dan memeluknya erat-erat. "Aku berjanji akan lebih baik lagi. Aku sangat mencintaimu."

__ADS_1


Bella merasakan kehangatan dalam pelukan Ryan dan merasa bahagia. Meskipun mereka mengalami konflik dalam hubungan mereka, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan saling memahami dan mencintai satu sama lain.


__ADS_2