Jodoh Tuan Muda

Jodoh Tuan Muda
Dari mata turun ke perut


__ADS_3

Malam itu Han yang sudah tampan sedang duduk di kursi sebuah restoran mewah. Sorot matanya menatap pintu masuk dengan seksama.


Ia sedang menunggu Celin dengan tak sabaran. Hatinya berdegup kencang karena ia akan bertemu orang yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Melalui perantara sang nenek Celin meminta bertemu dengan Han karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Sedangkan Han, ia yakin kalau gadis itu sudah berubah pikiran dan mau melanjutkan perjodohan yang diatur oleh kakek-kakek mereka.


Sedari tadi Han tak bisa berhenti tersenyum membayangkan wajah cantik blasteran Eropa Asia itu merona merah saat menyatakan maksud hatinya. Pria berwajah oriental itu berkali-kali mengusap ujung hidungnya karena tak ingin ketahuan sedang tersenyum sendirian.


Akhirnya setelah menunggu beberapa lama yang ditunggu datang juga. Refleks Han berdiri dan dan melambaikan tangan pada Celin membuat para pengunjung lainnya memperhatikan mereka berdua.


Hanya decak kagum yang ada di wajah mereka. Bagaimana cocoknya dua orang yang dikira sejoli itu, terlihat sangat serasi. Sang pria berwajah tampan seperti opa Korea dengan pakaian berkelasnya sedangkan sang wanita terlihat cantik sempurna. Celin yang hari ini mengenakan busana santai tapi lekukan di setiap tubuhnya mampu menyedot perhatian setiap pria yang ada disana , ditambah wajah cantik campuran Belanda Cina Indonesia yang sangat mempesona.


Han menyunggingkan senyum sejak kedatangan Celin. Berbanding terbalik dengan si gadis yang tampak cemberut dan seolah menganggapnya sesuatu yang tak penting.


"Cantik sekali kamu hari ini...." Kata Han sambil menarik kursi dan mempersilahkan Celin duduk.

__ADS_1


Gadis itu merasa jengah mendengar kata-kata Han. Dari raut wajahnya terlihat kalau ia ingin mengatakan sesuatu tapi ia tahan karena pelayan restoran datang dengan membawa buku menu untuk keduanya karena sedari tadi Han belum memesan apa-apa.


Sayangnya Celin hanya memesan orange juice saja padahal Han sudah memesan Steak yang direkomendasikan hari ini beserta hidangan penutupnya.


"Apa fisik itu sangat penting?" Tanya Celin dengan menatap Han yang sedari tadi memandangi dirinya dengan penuh puja.


"Tentu saja. Aku hanya akan menikah dengan wanita yang cantik karena setelah menikah yang kulihat di rumah adalah istriku. Di luar banyak wanita cantik yang menggodaku, kalau istri ku jelek aku akan mudah tergoda di luar dan di rumah aku tidak akan bernafsu pada istriku" Han memberi penjelasan yang logis tapi menurut Celin hal itu malah terdengar narsis.


"Kita benar-benar tidak cocok. Aku harap tuan muda Han bersedia meminta keluarga kita agar membatalkan perjodohan ini." Celin menyebut kata tuan muda untuk mengejeknya. Sayangnya Han tak peka.


"Tidak cocok dari segi mana?" Tanya Han penasaran. Semua orang bilang ia tampan dan kaya tapi kenapa gadis ini tak bisa melihat kelebihan yang ada padanya?


"Menurutmu aku maniak **** atau bagaimana?" Han mulai terpancing emosi. " Aku juga ingin menikah sekali seumur hidupku karena itu aku cari yang cantik yang bisa menundukkan pandanganku. Kalau aku tergoda dengan wanita cantik di luar aku akan segera pulang karena ada wanita cantik yang halal untuk ku yang sedang menungguku di rumah" Kata-kata Han sudah bernada tinggi karena merasa diremehkan oleh seorang wanita.


"Whatever lah... tapi aku merasa kita tidak cocok. Dengan sangat hormat saya minta agar anda mau membatalkan perjodohan kita karena ada lelaki lain di hati saya...." Jawab Celin tetap pada pendiriannya.

__ADS_1


"Siapa?"


"Namanya juga Han. Sayangnya kalian memiliki pribadi yang berbeda dan sangat bertolak belakang. Dia tidak mempermasalahkan fisikku yang saat itu sangat gendut sampai setiap orang membuliku tapi dia berbeda. Dia justru menolongku saat aku sedang di bully teman-teman ku"


Han menelan ludah mendengar cerita Celin. Ia menjadi merasa bersalah karena dalam pertemuan pertamanya justru ia fokus pada wajah cantiknya.


"Saya permisi karena saya sudah ada janji lain..." Kata Celin sambil beranjak berdiri saat pelayan menyajikan pesanan keduanya.


Han tak mencegah Celin lagi karena ia merasa sakit hati. Ia hanya memandangi minuman orange juice pesanan Celin sambil menelan saliva. Kentara sekali kalau ia sedang marah.


Celin melihat tatapan Han pada minuman yang tadi dipesannya. Ia bergegas mengambil uang dari dalam tasnya dan menaruhnya di meja.


Han mendongakkan kepala dan memandang Celin dengan kening berkerut.


"Apa kau kira aku tak mampu membayar minumanmu?"

__ADS_1


"Aku yang pesan aku yang bayar...." Jawab Celin sama ketusnya.


Mereka berdua saling beradu pandang dengan penuh kemarahan. Tak ada lagi kekaguman di mata Han. Ia sungguh marah pada Celin yang sudah menginjak-injak harga dirinya.


__ADS_2