Jodoh Tuan Muda

Jodoh Tuan Muda
Perjodohan


__ADS_3

"Yank.... bilang sama putramu itu agar tidak melakukan kesalahan saat bertemu dengan gadis yang dijodohkan dengannya"


Basofi yang sudah berhasil meluluhkan hati istrinya kini sedang berbaring diatas kasur bersama. Kepalanya sedikit pening karena baru saja bepergian jauh dan waktu istirahatnya terganggu. Waktu dan musim yang berbeda di tempat liburan mereka. Suami istri itu beristirahat untuk menghilangkan penat setelah lima hari berada di Belanda.


"Hem...? nanti ya ko.... I masih pusing..." Jawab Sofiyah yang sudah tidak bisa lagi menahan kelopak matanya.


Basofi kemudian memeluk istrinya sambil menciumi puncak kepalanya. Ia ingat bagaimana saat pertama kali dia bertemu dengan Sofiyah. Ia mengucapkan kata-kata buruk yang ia sesali sampai hari ini.


Basofi berharap putranya tak melakukan kesalahan yang sama dengannya.


"Maaf...!" Kata Basofi pada sang istri yang dijawab dengan anggukan kepala wanita yang didekapnya padahal matanya sudah terpejam dan mungkin juga ruh nya sudah melanglang buana ke alam mimpi.


.


.


.


Sehabis sholat Maghrib Basofi dan Sofiyah mengisi perut yang sedari tadi keroncongan minta di isi. Penerbangan yang melelahkan tapi juga menyenangkan.


Kebetulan Han baru pulang dari masjid dan ikut bergabung bersama kedua orang tuanya.


"Nyo.... nanti jadi ketemu sama itu kan ..... siapa namanya?" Tanya Sofiyah to the point.


"Cecel...." Jawab Han malas-malasan.


"Namanya Celina Zoe.... cakep bener namanya...... secantik orangnya. Fotonya aja cantik apalagi kenyataannya...." Tiba-tiba nenek Rosi yang sedang menggendong Sukma ikut duduk di meja makan bersama anak cucunya.

__ADS_1


"Foto bisa di edit nek.... Orang biasa aja bisa jadi cantik kayak top model. Jaman sekarang mah semua mudah diatur...." Jawab Han lagi.


"Ketemu saja dulu...! Papimu juga dulu awalnya nggak mau dijodohin sama mamimu tapi sekarang lihat kan...! "


Basofi dan Han mendesah sambil memalingkan muka mendengar perkataan wanita yang menjadi nyonya di rumah besar itu.


"Kadang apa yang dikatakan orang tua itu yang terbaik untuk kita. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Ketemu saja dulu.... !! Kalau sudah nanti bisa dibicarakan lagi sama Yeye. You mau lanjutin atau tidak..." mami Sofiyah memberi petuah putra sulungnya.


Di bawah meja, Basofi menggenggam jemari Sofiyah penuh cinta.


"Jaga kata-kata dan perilakumu....! Jangan sampai kamu menyesal nantinya. Bersikap biasa saja!" Basofi yang biasanya pendiam tiba-tiba banyak bicara pada putranya.


"Memangnya papi dulu kayak gimana mi? Waktu pertama kali bertemu? Papi nyakitin mami ya?" Tanya Han penasaran.


"Ayo ke atas...!" Basofi mengajak istrinya ke kamar mereka untuk menghentikan pembicaraan ibu dan anaknya.


"Papi dulu ya, waktu pertama kali bertemu mami mukanya sok cool. Sok keren. Kalau ingat pingin tak bejek-bejek aja sekarang..." Kata Sofiyah sambil mencubiti lengan suaminya.


"Seiring berjalannya waktu justru cintaku padamu semakin tumbuh dan berkembang ....." Kata Babas sambil mencium punggung tangan Sofiyah.


" Your flirting is very bad...." Kata Sofiyah sambil memonyongkan bibirnya.


"Makin cantik deh istriku ini...." Kata Babas sambil menangkup pipi Sofiyah dengan kedua tangannya.


"Heleh sudah tua juga.... kabur nek... ada ada anak kecil juga.....!" Kata Han mengajak sang nenek dan si kecil Sukma untuk menjauh dari kedua orang tuanya.


"Ko.oo....!" Sofiyah berteriak manja pada suaminya yang terkadang bertingkah seperti anak muda.

__ADS_1


Basofi malah mencondongkan tubuhnya dan memeluk Sofiyah.


"Aku takut.... semoga anak-anak kita tidak ada yang seperti ku... Aku takut Ay...." Suara Babas menjadi serak karena ingat masa lalunya.


Sofiyah ganti menangkupkan kedua tangannya pada wajah sang suami karena melihat ada mendung di mata pria pujaan hatinya.


"Aya juga takut ko.... tapi kita kan sudah bertaubat..... Semoga anak-anak kita dijaga dari perbuatan zina. Semoga kita dijauhkan dari dosa besar itu.... Hiks...."


Sofiyah memeluk suaminya dengan air mata yang berderai.


Keduanya kini berpelukan penuh haru dan sesal sambil merapalkan doa dalam hati untuk anak-anaknya.


"Ya Alloh..... belum selesai juga.... Malah asyik berpelukan disini. Bikin keki aja...." Han yang sudah berpakaian rapi kemudian mencium pipi maminya. Ia pun berpamitan dan minta pelukan dari sang ibu untuk membuat papinya cemburu.


"Sudah jangan lama-lama! Ini istriku!" Babas memisahkan istrinya dari pelukan putra sulungnya.


"Ya Alloh ya Karim..... Han ini anak siapa? Keluar dari perut siapa? Kemana ibu yang melahirkanku? Dimana ayahku...?" Kata Han sambil cengengesan dan berlari meninggalkan papi maminya.


"Han...!! Anak itu.....!! Papi sih....!" Sofiyah geram dengan ulah suami dan putranya yang selalu saja bertengkar saat bertemu.


"Ingat kata-kata papi tadi....!" Teriak Basofi pada putranya yang melambaikan tangan tanpa menoleh ke arah mereka.


"Iya papi sayang.... Assalamualaikum...." Kata Han sambil berbalik kemudian berjalan mundur ke belakang.


Ia memainkan kunci kontak motornya sambil bersiulan.


"Celina Zoe....." Ucapnya

__ADS_1


__ADS_2