Jodoh Tuan Muda

Jodoh Tuan Muda
keluarga baru


__ADS_3

Keesokan harinya Celin dijemput oleh sopir sang papa menuju ke kediaman utama keluarga papanya yang kaya raya. Papanya adalah keturunan perpaduan dari Belanda, Jawa dan Cina yang menguasai bisnis kain di pulau Jawa dan Sumatera.


Setelah kedua orang tuanya bercerai Celin ikut bersama mamanya yang asli orang Belanda untuk pulang ke sana. Dia besar dan menetap di sana sampai dewasa.


Sedangkan papanya kemudian menikah lagi dan dikaruniai seorang anak perempuan juga.


Kedatangannya disambut papanya di depan pintu dengan raut muka bahagia. Setelah lama tidak bertemu akhirnya ia bisa melihat putrinya kembali.


Celin turun dan yang pertama kali dilihat adalah wajah bahagia sang papa yang kini sudah tak muda lagi. Ada keharuan dalam hatinya. Meski kadang ia menyalahkan keadaan tapi ia bertekad tak akan bersedih lagi. Cukup sudah kesedihannya dan kini saatnya ia bahagia.


Celin berjalan sambil mengembangkan senyum cantiknya. Ia kemudian memeluk papanya yang disambut dengan tangisan kebahagiaan seorang ayah. Celin pun tak dapat menahan air matanya lagi. Bagaimanapun bencinya ia dengan perpisahan kedua orang tuanya nyatanya ia sangat merindukan sosok ayah kandungnya.


Cukup lama ayah dan anak itu berpelukan tanpa mengucap sepatah kata. Air mata mereka menjadi bukti meskipun berpisah jarak dan waktu ikatan darah itu tak akan pernah bisa pudar. Meski ada rasa kesal dan benci tapi rasa sayang masihlah mendominasi.

__ADS_1


"Selamat datang Celin...." Suara seorang wanita disamping ayahnya membuat keduanya melepaskan pelukan. Mereka baru sadar ada orang lain diantara mereka.


Celin pun menghapus air matanya kemudian menjabat tangan wanita yang tak lain adalah istri ayahnya. Itu berarti wanita itu adalah ibu tirinya. Tak lupa ia mencium tangan ibu tirinya sebagai bentuk penghormatan kepada yang lebih tua seperti yang diajarkan oleh mamanya.


"Hallo kak..." Sapa seorang gadis yang usianya beberapa tahun dibawahnya.


"Hai.... Nisa ya...." Celin menjabat tangan sang adik kemudian memeluknya.


"Kamu cantik...." Kata Celin lagi.


Jujur Celin merasa kurang nyaman karena ini pertama kalinya mereka bertemu. Meskipun pernah beberapa kali papanya menelpon dan menunjukkan istri juga putrinya tapi itu tentu berbeda ketika bertemu secara langsung seperti ini. Tapi seperti biasa gadis cantik itu berusaha untuk terlihat bahagia dan menebarkan keceriaan dimana saja.


Keadaan sedikit canggung tapi sang papa yang sangat merindukan putri pertamanya seakan lupa dengan istri dan anaknya yang satunya. Ia hanya sibuk memperhatikan Celin seorang.

__ADS_1


Adik Celin langsung menampakkan raut muka tak suka karena sang papa sama sekali tak menghiraukannya padahal mereka masih bersama dalam satu ruangan yang sama.


"Kamu pasti lapar kan? Ayo makan...." Papanya menyendok kan nasi dua kali di piringnya Celin kemudian menaruh terong balado, rendang, ayam bumbu rujak tempe bacem...


"Enough pa.....!" Kata Celin yang melihat piringnya sudah penuh tapi masih saja ingin diberi lauk lagi oleh papanya.


"Kamu terlihat kurus sekali... Kamu harus makan yang banyak...!" Kata papanya perhatian.


Celin tersenyum kemudian mengambilkan nasi untuk kedua wanita yang duduk di seberangnya yang sedang menatapnya dengan penuh cemburu.


"Terima kasih untuk masakannya hari ini....!" Kata Celin pada ibu tirinya yang menyunggingkan senyum penuh keterpaksaan.


"Bagaimana kemarin? Sudah ketemu dengan tuan muda Han? Dia tampan kan?" Papanya masih saja fokus pada Celin sampai tak menyadari raut muka kesal istri dan putri keduanya.

__ADS_1


"Tuan muda Han?" Celin mengernyit, ia merasa panggilan Tuan muda itu terlalu berlebihan. Itu mengingatkannya pada kisah novel dan cerita-cerita lama di negara Cina.


__ADS_2