
turun dari mobil Han melihat pantulan wajahnya di kaca spion. rambutnya ditarik dan diluruskan menggunakan jari-jari tangan.
Celine yang masih marah keluar dari mobil dengan muka cemberut iya lupa telah meninggalkan ponselnya di dashboard mobil dipakai untuk melihat GPS lokasi rumah Ama hal yang melihat ponsel saling tertinggal kemudian mengambilnya dan membawanya keluar dan ia pun keluar dari mobil.
dengan langkah lebarnya dan bisa segera menyejajari sel yang tadi berjalan dengan tergesa-gesa sedikit berlari. lelaki tampan itu satu tangannya masuk ke dalam satu sedangkan tangan yang lainnya menunjukkan ponsel milik Celine tepat di samping muka cantik si gadis.
Langkahnya sempat terhenti beberapa detik. Jari-jarinya dengan sigap mengambil ponsel miliknya dari tangan besar Han.
Begitu pintu masuk dibuka semua yang ada di ruang tamu langsung berdiri kemudian menundukkan kepala setelah melihat sosok Han.
Celin terpaku diam ditempatnya karena melihat hal itu. Baru pertama kali ini ia melihat keluarga papanya berbuat hal seaneh itu. Seperti tradisi Cina kuno setelah masa kerajaan berakhir.
"Selamat datang di gubuk kami tuan muda Han.....!" Kata para sesepuh serentak kemudian diikuti oleh anggota keluarga yang muda dengan ikut menundukkan kepala.
Han seakan tak percaya hal ini masih terjadi di era ini. Di era modern yang serba canggih seperti ini ternyata selain keluarga besarnya ternyata masih ada keluarga lain yang berpegang teguh pada tradisi nenek moyangnya.
"Terimakasih..... tapi tidak perlu seperti itu....." Han yang berdiri sedikit di belakang Celin menjadi tak enak hati karena penghormatan yang diberikan kepadanya padahal dia bukan siapa-siapa dan tidak pernah melakukan kebaikan untuk keluarga ini.
"Terima kasih tuan muda Han...." Lagi-lagi para sesepuh berucap dengan serentak membuat bulu kuduk Celin jadi merinding.
Kalau Han mungkin sudah sering menghadapi hal yang mirip dengan keadaan seperti ini saat ia berkunjung ke kediaman keluarga besar Han yang berada di tengah hutan. Tapi tidak dengan gadis cnatik yang dijodohkan dengannya. Ini adalah pertama kalinya fia melihat hal semacam ini tang biasanya hanya pernah ia lihat di televisi saja.
"Silahkan duduk tuan muda.....!" Ama mempersilahkan Han untuk duduk di kursi single yang biasa di tempati Ama.
Padahal Ama yang sudah memakai tongkat itu adalah orang yang paling dituakan dan dihormati oleh keluarga tapi ia begitu memuliakan Han. Celin kini menyakini jika keluarga Han adalah keluarga yang amat dihormati oleh keluarga papanya. Dan diantara para cucu yang ada dialah yang terpilih untuk dijodohkan dengan Han.
Han berjalan dengan tegap melewati Celin yang masih berdiri di tempatnya dengan mulut sedikit terbuka. Pria tampan bermata sipit itu menghampiri wanita yang rua renta yang biasa di panggil Ama kemudian membimbingnya untuk duduk di kursi kebesaran yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Silahkan duduk di sini.... Anda yang paling sepuh diantara kami. Tolong jangan menolak....!" Pinta Han dengan hormat kemudian mencium tangan Ama setelah wanita itu duduk di kursi kebesarannya.
"Tolong bersikap biasa saja..... Anggap saja saya ini seorang cucu disini!" Kata Han sambil mengitarkan pandangan menyapu para anggota keluarga yang lain yang masih berdiri.
boleh saya duduk di sini?
"Silahkan tuan muda silahkan!"
"Tolong perlakukan saya biasa saja! Atau mungkin sebaliknya saya pulang saja...!"
"Jangan begitu tuan muda! Ini merupakan suatu kehormatan karena anda berkenan mengunjungi kami di gubuk kecil kami ini..." Kata papa Celin yang juga ikut hadir di sana.
"Kalau begitu panggil Han saja. Kalau tidak saya benar-benar akan pamit dari sini!" Han mencoba bernegosiasi.
"Baiklah.... mohon maaf karena kami tidak sopan....!" Kata seorang wanita yang lebih muda dari papa Celin.
"Tidak sama sekali...." Han tersenyum kemudian dengan tangannya ia mempersilahkan semua orang yang ada untuk duduk juga.
"Celin....!" Ama dan papanya memanggil Celin secara bersamaan.
"I-iya...." Buru-buru Celin berjalan mendekat dan ternyata tempat duduk yang tersedia hanya di dekat Han saja. Sebenarnya ia ingin menolak tapi merasa canggung karena saat ini semua mata sedang mengarah padanya. Gadis blasteran itu kemudian duduk di samping Han meski merasa keberatan.
"Mari silahkan diminum....!" Papa Celin yang merupakan anak lelaki tertua mengambil cangkir kecil mungil dan mengangkatnya dengan menutupinya dengan keempat jari-jarinya seperti gaya orang-orang Cina yang pandai kungfu pada zaman dahulu.
Han takut kalau itu adalah arak dan ia tak ingin meminumnya.
"Terima kasih sebelumnya.... tapi apa boleh saya minta air putih saja?" Meskipun merasa tak enak hati tapi Han harus tetap teguh pada kepercayaan agamanya. Jika sekali saja dia mau menerima ajakan untuk minum minuman haram itu pasti nanti akan diajak minum lagi dan lagi.
__ADS_1
"Oh.... maaf tuan muda...kami mohon maaf atas kecerobohan kami..." Jawab Ama sambil menundukkan kepala.
"Tidak apa-apa Ama.... Hanya saja saya tidak terbiasa minum...."
Maka semua yang hadir pun ikut mengambil air putih seperti yang dilakukan oleh Han. Lelaki itu kemudian mengangkat gelasnya dan berdo'a dengan tulus,
"Semoga hubungan kita semakin baik kedepannya dan kita selalu diberi kebahagiaan. Amiiin"
Han kemudian minum dan semua orang yang ada disinai mengikutinya dengan takzim.
Dengan gaya khas para bangsawan Tiongkok mereka menaruh cangkir ke tempat semula. Para pria yang hadir disana duduk dengan tegap dengan pandangan mata fokus ke arah Han. Sedangkan para wanitanya duduk dengan merapatkan kaki dan kedua tangan saling bertumpu di atas pangkuan.
Celin masih belum sepenuhnya bisa mencerna keadaan. Ini sebuah adegan dalam film atau cuma mimpi di pagi hari? Atau karena semalam ia mabuk sehingga kepalanya penuh dengan halusinasi.
"Mohon maaf semalam Celin tidak saya antar kan pulang karena dia mabuk berat.... Kami hanya berbincang sebentar saja setelah itu dia pergi meninggalkan saya dan bertemu dengan pria lain. Untungnya saat pria itu akan membawanya pergi saya melihatnya. Dan karena dia sudah tidak sadar saya membawanya ke kediaman Yeye. Mohon maaf karena tidak mengabarkan hal itu sejak kemarin"
Raut muka Celin sudah merah padam karena marah pada Han yang telah mengumbar aibnya di depan keluarga papanya. Rasanya ia ingin sekali mencakar wajah tampan Han agar ia tak punya muka.
"Celin....." Bola mata Ama yang sipit seakan mau keluar saat menatap Celin. Gadis itu sampai tak bisa menelan ludah karena saking takutnya.
"Atas nama Celin saya mohon maaf yang sebesar-besarnya tuan.... kami akan mendidiknya agar lebih pandai melayani anda." Sekali lagi Ama menundukkan kepala pada Han.
Bulu kuduk Celin sampai merinding melihat gerak-gerik setiap orang yang hadir disana.
"Tidak perlu repot-repot..... Kami sudah sepakat, kedepannya kami ingin menjalani setiap momen seperti kebanyakan orang. Mohon diperkenankan ..." Jawab Han sambil menundukkan kepala juga.
"Jangan seperti itu tuan muda....!" Kata papa Celin merasa tak enak hati.
__ADS_1
"Baiklah.... Karena semua orang begitu menghormati saya seperti seorang raja maka saya minta pamit undur diri...." Kata Han sambil berdiri.
"Mohon maafkan kami....." Kata Ama sambil berdiri menggunakan tongkatnya.