
Han kini sedang duduk berhadapan dengan yeye dan papinya di ruang tengah. Sepulang dari pertemuannya dengan Celin kemarin malam ia sempat mengatakan pada maminya kalau ia mau melanjutkan perjodohan ini.
Pagi ini saatnya ia menghadapi Persidangan keluarga dengan segala konsekuensinya.
"Apa pendapatmu tentang Celin?" Tanya Yeye.
"Baik..." Jawab Han singkat.
"Cantik?"
"Good looking, ya so so lah...." Jawab Han berpura-pura bersikap biasa padahal dia betul-betul terpesona pada Celin bahkan sejak pandangan pertama ia sudah terkesima.
"To be continue?" Tanya Yeye.
"Yes I will..."
"Good.... but you have to do something!" Kata Yeye lagi.
"What?"
"Jadi CEO di perusahaan....!" Jawab Yeye dengan bersemangat .
"What?" Kata-kata Han tiba-tiba naik satu oktaf. "Yang benar saja.... Masih banyak hal yang ingin aku lakukan. Nanti kalau sudah waktunya aku pasti kerja ...." Jawab Han yang memang masih belum punya keinginan untuk bekerja dan berkecimpung di perusahaan keluarga.
Sementara itu dua wanita yang menghuni rumah itu sedang berada di tempat yang tak terlalu jauh dari ketiga pria. Sofiyah dan mertuanya ikut menyimak pembicaraan para lelaki karena mereka semua berharap Han yang sudah berumur lebih dari cukup itu mau ikut membantu usaha keluarga.
"Apa lagi yang ingin kamu lakukan? Kamu sudah berkeliling ke seluruh Indonesia dan membantu banyak orang. Dulu kamu bilang kalau umur 21 kamu akan masuk ke perusahaan. Sekarang sudah lewat satu tahun...." Kata yeye mencoba melunak dan membujuk cucunya.
__ADS_1
"Han....!" Basofi yang sedari tadi diam dan hanya menyimak perbincangan papa dan putranya kini mulai angkat bicara.
"Kamu pikir selama ini, uang yang mengalir ke rekening kamu dan kamu pakai untuk menolong banyak orang itu berasal dari mana? Kami harus bekerja dulu untuk mendapatkannya. Sekarang pikirkan baik-baik! Kita harus bekerja dulu agar bisa menolong banyak orang atau kita hanya menolong orang saja tanpa harus bekerja ?"
Deg
Han langsung merasa tertohok mendengar kalimat papinya. Ia baru sadar kalau selama ini ia hanya menikmati fasilitas kekayaan keluarganya tanpa ikut bekerja.
Suasana menjadi hening setelah beberapa saat karena papi dan yeye seakan ingin memberi ruang agar Han mau berpikir sejenak.
"Ada apaan nih?" Tiba-tiba anggota keluarga yang bernama Daniel datang bersama istri dan anak-anaknya.
"Ayo sarapan semua...!" Sofiyah kemudian keluar dari persembunyiannya agar suasana yang sudah agak tegang kembali mencair.
Keluarga besar yang terdiri dari tiga kepala keluarga itu akhirnya sarapan bersama dengan suasana yang sedikit berbeda dari biasanya.
Lana, putra Daniel yang umurnya dua tahun di bawah Han menyelesaikan sarapan terlebih dahulu kemudian ia berpamitan pada semua orang untuk pergi bekerja.
Han memperhatikan sikap Lana yang sopan pada para orang tua. Ia punya semangat yang sungguh luar biasa untuk kuliah dan bekerja. Han kadang iri tapi setelah itu ia akan kembali pada mode malasnya lagi.
'Pantas saja semua orang di rumah ini menyayangi dan membanggakannya.' Batin Han.
Han yang sedari tadi diam saja kemudian bergegas menyusul Lana dan berjalan mengekorinya.
"Aku ikut..." Kata Han pada Lana yang sudah siap naik motor kesayangannya.
"Mau ikut ke toko?" Tanya Lana yang hanya dijawab 'hem' saja oleh si pemilik wajah tampan yang kini duduk di belakangnya.
__ADS_1
Lana kemudian mengangsurkan helm yang ada di stang kemudi motornya pada Han.
"Hati-hati ko.....!" Tiba-tiba sang mami sudah berada di dekat kedua pemuda tadi.
Han kemudian turun dan mencium tangan maminya. "Maafin Han ya mi...." Katanya sambil memeluk ibu yang selalu menyayanginya.
"I love you ..." Jawab sang ibu.
Han segera berbalik karena tak ingin membuat suasana jadi haru. Ia segera kembali duduk di belakang Lana tanpa berani melihat wajah maminya.
"Ay .... berikan ini pada putramu !!" Teriak Babas dari ambang pintu.
Sofiyah berlari kecil menuju suaminya kemudian ia segera kembali pada putranya dan memakaikan jas suaminya pada putra sulungnya.
"Hati-hati ya nyo.....!" Pesan Sofiyah pada putra Daniel.
"Berangkat dulu I'..... Assalamualaikum...." Kata Lana pada Sofiyah.
"Waalaikumsalam warahmatullah...." Jawab Sofiyah. Wanita itu kemudian menengadahkan tangan dan mendoakan buah hatinya.
Semoga Han juga bersemangat seperti halnya Lana. Bersemangat untuk kuliah, bekerja dan beribadah.
Tak jauh dari Sofiyah, Babas juga melakukan hal yang sama tapi ia segera berbalik masuk ke dalam rumah agar tidak ketahuan kalau sebenarnya hatinya juga sedang melow sekarang.
.
*******
__ADS_1
I' ie : panggilan yang biasanya di pakai oleh orang Chindo kepada bude atau tante.