
"ni, aku lelah, aku ingin tidur,
besok saja cerita nya ya,,
"ih Mel, kamu ah,, ya sudah, kamu berutang cerita padaku Mel,,
"amela, sudah tak menjawab, dia sudah di bawa mimpi entah kemana,,
"Nia , menghela nafas, hufff..
kau sudah tidur Mel, kau benar benar lelah,, baru saja kau bicara padaku, tapi sudah tidak sadar, dasar, kamu Mel, ah ya sudah,, selamat malam untuk mu,,
"di perusahaan,,
"amela, duduk di ruang kerjanya, mengerjakan tugasnya, yang tertundah, sejak seminggu, dia terlalu serius bekerja, hingga tak sadar sang bos lewat di depannya meja nya,,
"regha, melirik amela di balik dinding kaca pemisah,, gadis itu, bekerja dengan serius,, hingga tak menyadari keberadaan ku, atau memeang dia sengaja tidak ingin melihat ku, sunggu tidak sopan..
"hai kak, Rafa masuk, tanpa mengetuk pintu, dan mengagetkan regha,, kakak melamun kan gadis itu, dari tadi aku melihat kakak menatap nya, samperin aja kalo suka,,
"rafa, sendiri tidak sadar, bahwa gadis itu adalah Amela, gadis yang selalu ingin di dekati semasa kuliah dulu, tapi tak pernah berhasil, karna sahabat gadis itu selalu menghalangi nya,
__ADS_1
sementara amela terlihat dari samping, hingga Rafa tak dapat melihat nya dengan jelas,,
"hei siapa yang menatap nya, aku hanya melihat dia sedang melakukan pekerjaan nya, dan kau kenapa masuk ke ruangan ku, tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, kau tidak sopan Raf,,
"ah sudahlah kak, jangan mempersulit hal kecil, kakak, selalu saja begitu, ingat ya kak, kalau kakak tetap kaku begini, yang ada semua wanita takut padamu,,
"kau terlalu banyak bicara Raf, katakan, kenapa kau datang kesini, apa yang kau inginkan kan,,
"santai lah kak, aku hanya ingin, bertemu dengan mu saja, hari ini, aku akan berangkat lagi ke Australia,
"kapan kau, selesai pendidikan mu, cepat lah, selesaikan, dan gantikan aku disini,
"hei kak, nikmati saja dulu kursi ini, kursi ini sangat nyaman untuk mu, aku pastikan, kursi kebesaran mu ini, akan menjadi saksi, menemukan pendamping hidup untuk mu kak,, "Rafa terus menggoda kakak nya,,
"ayolah kak, akan sangat sia sia wajah tampan itu, jika hanya sibuk mencuri pandang padanya, tanpa adanya usaha,
dekati dia, dan katakan padanya, aku mencintaimu, dan menikah lah dengan ku, rafa, semakin menggoda sang kakak' tanpa menghiraukan usiran regha,,
"apa aku perlu memanggil penjaga ke amanan untuk menarik paksa dirimu, keluar dari sini...
"hahaha... kakakku, jangan terlalu keras, aku akan pergi, baiklah, semoga, godaan ku, membuat mu sadar, jika kau menyukai sekertaris mu itu..
__ADS_1
Rafa berdiri, tanpa di duga, Rafa semakin iseng, mencium pipi sang kakak' dan segera berlari keluar,
"Rafa,, kurang ajar kau,
kau sangat sinting...
"mendengar teriakan sang bos, Amela segera berdiri, ada apa dengan bosnya, hingga berteriak di dalam sana, apa yang terjadi, Amela merasa kwatir, dan berlari ke ruangan bosnya, melihat sang bos baik2 saja, Amela merasa tidak enak, karna masuk tanpa adanya keperluan,,
"regha menoleh kepada Amela, ada perlu apa kau datang kemari,,
"eh anu, anu pak, Amela, tampak bodoh dengan sikap nya, tak punya jawaban,,
"katakan yang jelas, anu apa yang membawa kemari, apa ada yang harus kutandatangani,
"tidak ada pak, saya, mendengar bapak berteriak, kupikir sesuatu terjadi kepada bapak,,
"ohh jadi kau kwatir padaku,,
memang kau siapa, merasa punya hak untuk menghawatirkan diriku,
jangan bilang kau, mau mengungkit kejadian di Amerika, aku sudah memperingatkan mu nona, tidak terjadi apa apa antara kita, jadi hentikan sikap sok manis mu itu, keluar dari sini, kau tidak di beri waktu untuk menjawab ku,,
__ADS_1
"