
"refan, menelfon Nia,
"nomor baru siapa ya Mel,,
"mana aku tau ni, itu kan hp kamu,
"tar ya Mel, aku angkat dulu.
"iya ni, silahkan..
"halo, siapa ini,
ini aku refan.
kamu di mana ni, aku mau ketemu kamu..
"hah mas refan,
Nia kaget, dan merasa tidak enak sama Amela,
"ohh mas refan nelfon kamu ni, maaf, aku keluar dulu..
"oohh iya, silahkan Mel,,
"hufff syukurlah kalau amela, memang sudah tak cinta lagi sama mas refan, mendengar suara nya saja Amela beneran mau move on..
"ni, kamu masih di sana kan, ni halo ni,
"iya, aku masih disini,
__ADS_1
ehh mas refan ngapain nelfon aku, dan di mana mas dapetin nomor hp ku..
"ni, bisa gak sih, jadi cewek gak terlalu bar bar gitu, ngomong yang lembut dikit mang gak bisa ya.
susah amat jadi cewek anggun dikit Napa,, kesel refan di seberang sana,,
"isss suka suka aku dong, di luar urusan pekerjaan, mas gak ada urusan dengan ya, dan mas gak penting aku terima telfon nya, kalau cuma bahas masa lalu mas, maaf ya aku banyak kerjaan..
Tut Tut Tut..
Nia, memutuskan telfon sepihak..
"ya ampun, nih cewek gak bisa di ajak diskusi baik baik ya.. refan pusing memikirkan masalah percintaan nya..
gimana caranya, mendekati Amela lagi, aku sangat butuh Nia, untuk melancarkan ku mendapatkan amela lagi.. huffff.
"Mel, ihh kamu di sini, aku nyari nyari kamu dari tadi lo, ternyata ada di kantin toh..
"Mel, kamu kenapa, kok wajahmu murung gitu, kamu sakit Mel,
Nia, mengangkat tangan nya, untuk memeriksa kening amela, namun segera amela, menghindari nya..
"Mel, kamu baik-baik aja kan, apa ada masalah Mel,
"gak ada ni, aku baik baik saja kok..
"Mel, tadi mas refan..
"udah ni, jangan bahas dia lagi, aku gak mau dengar tentang dia..
__ADS_1
"syukurlah Mel, kalau kamu udah bener bener move on.. aku sangat bahagia..
Nia, berdiri, menghampiri amela, dan memeluknya..
"Nia, aku gerah,
isss jangan di peluk..
"iya iya, maaf, aku hanya sedang mengepresiasikan rasa bahagia ku, kamu benar benar bisa lupain refan..
"ya udah ni, aku harus segera melanjutkan pekerjaan ku,
"Lom waktu nya masuk kerja, masih ada setengah jam lagi, waktu istirahat habis..
"gak ni, aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan ku, biar cepat clear..
"ya sudah Mel, hati hati..
"amela melenggang pergi, dengan rasa, semakin kecewa pada sahabat nya, dia merasa, jika kebaikan Nia, telah mengkhianati nya,
"ni, kenapa kamu sangat terang terangan, memperlihatkan rasa suka pada mas refan, ketidak setujuanmu, ternyata, penghianatan mu pada ku ni,
hati amela, merasa hancur, sahabat baiknya, menyukai pria yang pernah selangkah lagi menjadi suaminya..
"sore ini, refan menunggu amela lagi, refan sangat ingin berbicara pada amela, ingin menelfon nya, tapi tak dapat nomor amela, hanya dapat menghubungi sahabat nya, Nia, namun wanita satu itu, sangat membencinya.. ahhh sial banget, kenapa harus nomor Nia sih, yang di berikan asisten nya, kenapa bukan nomor nya Amela saja, biar aku lebih gampang menyelesaikan masalahku dengan nya.. ahh bodoh sekali.. refan benar benar kesel..
"sebentar lagi, waktu jam kantor habis, regha, menelfon amela,
jangan pulang, sebelum aku menyuruh mu..
__ADS_1
"