JODOH UNTUK AMELA

JODOH UNTUK AMELA
REFAN DAN NIA


__ADS_3

"amela, yang ingin sekali menemui refan, di gerbang sana, namun tertahan lagi, oleh regha..


" refan menghampiri Nia, Nia masih berada dalam kantor,, hai wanita pemberani, sapa refan pada Nia,


kamu disini lagi, nunggu amela lagi, amela, sudah pulang..


"amela, yang baru saja lewat, hanya mendengar ucapan Nia, bahwa dirinya sudah pulang..


"kenapa Nia Setega itu padaku, kenapa dia harus berbohong, padahal dia tau, aku masih disini, aku gak nyangka ni, kamu yang selalu ada di saat suka duka ku, mampuh berhianat..


"regha, yang mengetahui dua sahabat itu saling salah paham, membiarkan nya saja,,


itu cara yang menguntungkan buat dirinya, regha merasa senang. karena secara tidak langsung, Nia membantu nya, menjauh kan dua sepasang kekasih yang sudah menjadi mantan itu,,


egois, sunggu regha tak memikirkan itu, dan memang tidak mau pusing, yang penting untung bagi nya, jika itu urusan hati..


"ok, kalau amela, sudah pulang, berarti kau harus pulang bersama ku,

__ADS_1


belum sempat Nia, menolak, refan langsung menarik tangan nya,,


"amela, yang sejak tadi menyaksikan dua orang yang di kenal nya itu, semakin yakin, jika, Nia memang ingin mendekati refan..


"air matanya luruh.. hatinya sakit, semua tidak dapat di percaya.. kau jahat ni. kamu tega padaku..


"melihat Amela menangis, regha, menghampiri nya, dan memberikan sapu tangan nya,


ambil ini, hapus air mata mu, kau tidak berhak menghalangi mereka, jika mereka mulai saling menyukai, sadar lah, kau hanya mantan nya.. dia masa lalu mu, dan aku juga belum tentu menjadi masa depan mu, sebaiknya nikmati saja hidup mu.


"regha berlalu pergi, dirinya merasa senang, melihat amela, terpuruk meratapi nasib percintaan nya, namun tak bisa di pungkiri, jika regha merasa, di hina, wanita yang sudah dia nikahi, berani sekali memikirkan mantan kekasih nya,


"kamu tuh ya kalo udah kesel, kesopanan mu hilang, bisa gak sih, lembut dikit. jadi cewek,


aku lebih tua dari mu, dan tetap kan, saat memanggil ku, harus ada mas, mas refan..


"idih ogah ya.. Nia memalingkan wajah nya..

__ADS_1


"refan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Nia,


, katakan saja, aku mau di bawa ke mana. aku lapar, nunggu amela seharian.. kita mampir ke restoran dulu. beli makan, kita makan bareng di rumah kamu..


"rumah ku, tidak di perbolehkan menerima tamu, orang asing..


"refan, tidak mempedulikan kata-kata Nia, dia hanya fokus memesan makanan, saat sampai di restoran tadi..


"ishh ada ya laki gila kek dia, gak dapat ngajak amela, aku yang jadi korban, iss mang laki sinting.. untung saja, amela gak jadi nikah sama dia..


"kamu ngomong apa barusan,, refan yang tak jelas mendengar Omelan Nia, membuat nya bertanya, untuk mengulang ucapan Nia.. namun Nia, memilih diam, ketimbang harus mengulang ucapan nya lagi..


setelah sampai di rumah, Nia segera turun tanpa membantu refan membawa makanan yang di beli nya tadi.. nia, sangat kesel. refan selalu memaksakan kehendak nya, padahal tadi Nia sudah melarang keras, untuk tidak masuk kerumahnya.. namun refan tetap saja masuk, dan menyiapkan makanan sendiri di meja.


"bohong Nia, jika tak salut. melihat refan. begitu telaten menyiapkan makanan di meja makan..


"di balik pintu kamarnya, Nia mengintip,

__ADS_1


"aku tuh gak tau mas refan, apakah aku harus merestui mu balik lagi sama amela atau tidak, jika melihat mu seperti ini, kau bukan pria jahat.


tapi mengingat mu, telah menyakiti amela di hari pernikahan kalian, aku pun ikut merasakan sakit yang di rasakan amela saat itu...


__ADS_2