
"amela, sempat terdiam beberapa saat..
"hei, apa kau akan tinggal disini menjaga gedung ini, hingga kau, begitu betah diam di dalam,, kalau kau ingin tinggal, kenapa tidak membawa koper mu pagi tadi..
"amela, kaget, apa maksud bos,,
"maaf pak, aku pikir, bapak masih mau tinggal,
"pekerjaan ku sudah selesai dari tadi, untuk apa aku tinggal, aku hanya sedang mengawasi mu, makanya kau kutunggu menyelesaikan nya,
"jadi kita sudah bisa pulang pak,
"apa kau berharap bisa tidur dengan ku disini, jangan mimpi kamu, ku ingat kan lagi, aku dan kamu hanya status menikah, bukan berarti kita suami istri,,
"regha berlalu pergi,,
"amela, melotot tak percaya, dengan ucapan bosnya,, kenapa bos nya itu selalu berpikir, dirinya ingin sekali mendekati nya, dasar bos gila, kamu pikir aku menyukai mu, pria seperti. tidak pantas di cintai gadis mana pun, ucapan mu itu, terlalu banyak mengandung racun, namun semua itu , Amela, hanya bisa mengucapkan nya dalam hati saja,,
"amela, pun meninggalkan gedung itu, dan segera ke parkiran mencari motor nya,, setelah menemukan motor kesayangan nya, dan pamit pada pak satpam,
amela tak menyadari, jika bosnya masih berada di luar,
__ADS_1
"PIP..pipp..
"amela, menoleh suara klakson, hah, kenapa dia masih disini,
"simpan saja motor jelek mu itu, ikutah bersama ku, aku akan mengantarmu pulang,
"aku tidak suka di tolak,
"amela, hanya bisa menghela nafas nya,,
lalu membuka pintu mobil,,
"hei, kau pikir aku ini supir mu, enak banget mau duduk di belakang, duduk di samping ku..
"dalam perjalanan, tak ada yang membuka suara, amela tak mungkin bicara lebih dulu, takut salah lagi..
"hei, apa kau tak ingin bicara sesuatu, sekedar basa-basi, atau kau memang mogok ngomong malam ini,,
"atau kau ingin makan sesuatu, baiklah, kita akan mampir ke restoran,
"Amela tetap tak menjawab, hanya bisa ikut,
__ADS_1
"makanan sudah tersaji di atas meja,
"aku tak tau, makanan ke sukaanmu, jadi aku memesan semau yang ada disini..
"amela, hanya melihat keheranan, dalam hati nya berkata, apa salahnya kalau bertanya dulu, dari pada mubazzir sisahnya nanti, kan sayang,,
"seperti regha mengerti mimik wajah Amela,
tidak apa apa, kalau kau takut akan mubazzir, kita bisa membungkus,. membawanya pulang,,
"amela, mengangguk, dan memulai makannya,,
"regha selalu mencuri pandang ke arah amela, secara diam diam, merasa gemas banget, melihat Amela, makan dengan lahap, ingin rasanya regha, mengusap bibir amela, yang belepotan saos cabe, tapi, sekuat tenaga dia harus menahan nya, sunggu harga kelelakiannya akan jatuh sia sia, selama ini telah di pertahankan nya.. jika saja rasa gemesnya tak bisa di tahan nya,,
"hm.. bisakah kau makan pelan pelan saja, tanpa harus belepotan seperti anak kecil, atau kau sangat, atau mungkin kau baru pertama makan, makanan seenak ini,,
"amela, mendongak, langsung menghentikan makannya, seleera makannya, langsung hilang, sunggu lelaki di hadapannya ini, tak bisa menjaga ucapannya, tak bisakah dia sedikit bersikap manis, di saat sedang makan, bisakah nanti saja ucapan pedasnya itu di ucapkan,
"kenapa kau melihat ku seperti itu, apa ada yang ku ucapkan salah, aku rasa semua ucapan, tak ada yang menyinggung..
lanjutkan saja makanan mu, bukan kah kau, tidak suka, jika makanan terbuang sia sia,,
__ADS_1
"hanya karna tak mau makanan terbuang sia sia, amela dengan terpaksa melanjutkan makannya, walau rasa laparnya sudah hilang, Amela begitu menyayangkan, jika ada makanan masih layak, harus terbuang, padahal, di luar sana, banyak sekali yang menginginkan nya,,,