
"regha, melangkah lebar, menuju ruangan amela, regha tau, bahwa amela berada di ruangan nya.
regha langsung masuk, dan mengunci pintu.
"amela yang kaget melihat regha, langsung panik ketakutan..
"kenapa kamu seperti ketakutan, bukan kamu sengaja, agar aku selalu menghukum. kurasa kamu senang dengan hukuman ku,
baiklah, kita akan mulai lagi nona.
"amela mundur ke belakang, niat menghindar dari regha, tapi tanpa di duga, amela malah terjatuh. high nya nyangkut di kaki kursi.
"dengan sigap regha, menangkap tubuh amela, dan langsung meraih tubuh langsing nya, membawa nya ke sofa..
"apa yang mas lakukan.
"aku hanya menepati kesepakatan kita, setiap kesalahan mu, akan di beri hukuman, dan hari ini kamu melakukan kesalahan lagi..
"mas, aku bertemu dengan nya, tidak sengaja, motor ku tiba tiba bocor di jalan. dan mas refan kebetulan lewat, terpaksa aku ikut dengannya,
"apa hanya dia yang lewat di depan mu,
"sebenarnya mas ini kenapa sih.. seperti sedang cemburu.. apa jangan jangan bener cemburu.
"regha, keluar dan membanting,
"setelah regha meninggalkan ruangan amela, kini Nia, yang masuk,
__ADS_1
"Mel, katakan padaku, dimana kamu semalam, kenapa tadi pagi, refan yang mengantarkan mu sampai disini..
"tenang saja ni, aku dan mas refan, gak akan pernah ada hubungan lagi,
"aku pegang kata kata mu ni,
"iya ni, tenang saja, mas refan gak akan ku rebut dari mu..
amela, kembali fokus pada layar komputer nya.
"maksud kamu Mel, merebut mas refan dari kamu, aku gak ngerti,
"sudah lah, gak penting bahas dia. jawab Amela,
sudah sana, selesaikan pekerjaan mu, jam satu siang nanti kita akan menghadiri meeting di restoran A,
"Nia pun pergi, kepala nya, masih penuh pertanyaan, walau pun Amela, gak penting bahas refan, tapi tetap saja ter pikirkan,
amela sahabat baik nya, yang gak mungkin sejahat itu mencurigai nya.
Nia, selalu berpikir positif, dan tak mau mengotori pikiran yang tidak mungkin kepada Amela,
"di lain tempat,
refan merasa bingung, sepanjang perjalanan bersama amela, hanya diam, tidak biasa nya amela seperti itu, apa kah dia marah padaku, tapi aku tidak membuat kesalahan padanya.
refan bertanya pada diri nya sendiri.
__ADS_1
"dring dring dring.. hp refan bergetar. menandakan ada telepon masuk..
refan meraih telepon nya, Mama,
refan menggeser tombol hijau. Untuk menerima telepon dari mama nya..
"*halo ma,
fan, gimana nak, apa Amela, siap menerima mu lagi.
"sabar ya mah, refan masih berusaha.
semoga refan bisa meyakinkan amela. dan segera membawa nya ke hadapan mamah.
iya sayang, tetap lah, yakin kan perusahaan nya, agar bisa bekerja sama dengan perusahaan kita, supaya amela, tetap dekat dengan mu, semoga cepat ada hasil.
"iya mah, refan akan berusaha sepenuh nya,
mamah udah minum obat kan,
iya sayang, mamah akan terus berdoa untuk mu. semoga cepat kembali membawa calon menantu mamah..
maafin mamah ya, harus nya Amela, ada bersama mu sekarang, tapi karena kesombongan mamah, yang tidak ingin menerima gadis bedah kasta dengan kita, kini mamah sadar, bahwa hanya amela, yang pantas mendampingi mu.. mamah Yuni selalu menangis, jika mengingat masa lalu putra nya, karna dirinya, refan hampir saja menikahi wanita penipu pilihan mamahnya..
"mah, udah lah mah, semua sudah terjadi, jangan mengungkit masa lalu lagi, sekarang kita suda tau kebenaran nya, Anggi bukan gadis baik untuk refan..
ya sudah mah, jaga diri baik-baik di sana, setelah semua membaik, aku akan membawa mamah pulang ke tanah kelahiran mamah*,
__ADS_1
refan menutup panggilan telepon nya dengan sang mamah,,
"