
"dari arah gerbang, Amela melihat regha, dengan wajah emosional nya, amela merasa sangat takut, setelah ini, regha pasti menghukum nya lagi,
"sementara itu, wajah Nia pun sama keselnya, namun kekesalan Nia, jatuh pada refan, masih saja mendekati amela, walaupun pun semalam sempat Lulu sedikit hati nya terhadap refan, namun tetap belum setuju jika amela dan refan bersama lagi..
"melihat dua wajah penuh kekesalan itu, amela, takut pada regha, dan kepada Nia, amela, merasa, bahwa Nia cemburu padanya, karna melihat dirinya bersama refan, sementara itu, refan harus pergi ke kantor nya, dan tanpa melihat dua wajah sangar itu..
"Nia yang ingin menghampiri amela, di tahan oleh regha, biarkan saja, dia kesini,
"tapi pak, aku ingin segera tau, kemana amela semalam, dan kenapa bisa bersama pak refan, semalam pak refan di rumah menunggu amela, dan pagi ini dia datang bersama pak refan. bagaimana ini bisa terjadi, sementara pengakuan nya padaku dia bersama bapak di luar kota, dan baru akan datang pagi ini, seharusnya kan dia datang bersama bapak, bukan pak refan,,
"hati regha sebenarnya panas mengetahui, bahwa amela tidak pulang semalam,
wanita itu, berani sekali meng kambing hitam kan diriku..
ini hanya akal akalan nya, sebenarnya ini, semua persekongkolan nya dengan mantan nya. agar Nia yakin, bahwa sebenarnya dia dan refan tidak menjalin hubungan lagi.
__ADS_1
ucap regha pada Nia, pun,
"Nia pun semakin kesel mendengar penuturan regha, masuk akal juga kalau di pikir pak, bapak memang sangat jenius, bisa jadi memang begitu yang terjadi,
"dua manusia, beda tanggapan itu, saling menyalahkan api emosi nya, pada Amela.
"Nia dan regha, yang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.. tanpa mereka sadari, amela telah melewati mereka berdua. menuju ruangan nya, untuk melanjutkan pekerjaan nya..
"di saat ke dua nya sadar dari pikiran nya. dan menoleh ke arah di mana Amela berada, dan ke duanya tidak mendapati amela di sana,
"hah, ke duanya celingukan mencari keberadaan amela, namun tak ada tanda-tanda keberadaan amela,
ini semua gara gara kamu, ucap regha pada Nia.
"loh loh, kok bapak nyalain saya, kan bapak yang memulai nya tadi, ngajak saya ngobrol.. saya pun memperhatikan bapak menduga duga kecurigaan bapak pada amela,
__ADS_1
"baru kali ini, seorang karyawan melawan atasan nya, ya itu kamu, kesel regha pada Nia,
dan langsung melangkah pergi..
'lah, dia yang ngajak bersangkah gak baik, dia pulah yang ngomel, dasar orang kaya selalu saja begitu.
Nia pun berlalu pergi,
saat memasuki lift, Kimi sudah berada di dalam, Nia sangat malas bertemu dengan Kimi, namun mau tidak mau, terpaksa harus masuk ke lift yang sama, kalau gak bisa tambah telat jadi nya..
"hai ni, enak ya jadi kamu, dan Amela, bisa dekat dengan pak bos. ya sih aku maklum, kalian berdua kan cewek murahan, jadi gampang banget deketin cowok, apa lagi pak bos kaya, tapi boleh juga selerah kalian berdua, cowok sekeren pak bos bisa kalian deketin..
Nia yang malas meladeni Kimi, harus menahan telinga, agar tidak panas mendengar semua ucapan Kimi, meski mendengar penghinaan, otak nya begitu lelah rasa nya, belum lagi memikirkan amela,
"Kimi yang terus saja mengoceh,
__ADS_1
Nia mengambil headset bluetooth di kantor bajunya dan memasang di telinga.
Kimi yang melihat Nia mengabaikan nya, semakin kesel, niat nya yang ingin membuat Nia, marah, telah gagal,