
"regha sangat tidak sabar, menunggu ke datangan amela,
regha terus memantau cctv, di ruangan nya, memperlihatkan siapa yang masuk dari arah gerbang kantor..
"dan benar saja, mobil refan, muncul di gerbang pintu masuk..
regha, menyeringai. marah.. setelah beberapa saat, mobil refan, terparkir tepat, sekertaris refan keluar, membawa map di tangan nya,
tak sabar menunggu refan dan Amela, tak kunjung keluar,
"pikiran regha, mulai berantakan, memikirkan hal yang membuat hati nya, marah.. pandangan matanya tak lepas dari layar laptop nya, dia tidak mau kecolongan. lepas dari penglihatan nya,
"sementara di luar, pintu ruangan regha di ketuk seseorang,
"masuk, regha langsung menyuruh orang yang mengetuk pintu itu masuk, tunggu dan diam disitu. dan jangan bicara, sebelum aku meminta mu bicara..
"akhirnya Amela, diam, tanpa bicara, padahal ini sangat penting, untuk segera di selesaikan, namun terpaksa dia mengikuti perintah sang bos, apa lah daya, diri nya hanya seorang karyawan..
"amela, melihat keseriusan regha, mentap layar yang ad di hadapan nya, dan menampilkan wajah sangarnya, akhirnya amela, hanya bisa dia, menunggu regha, menyelesaikan kesibukan nya.. sebenarnya amela, sangat butuh tanda tangan regha secepatnya. namun terlihat ada kemarahan di wajah regha, akhirnya amela, hanya bisa menunggu, bos nya itu, apa yang bisa kulakukan, aku hanya seorang pekerja, hufff helaan nafas Amela..
tapi kenapa dia terlihat sangat marah, apakah ada penyusup ke perusahaan lagi, semoga saja semua baik baik saja tuhan.. doa Amela dalam hati
__ADS_1
"beberapa saat kemudian, di balik layar itu, tak memunculkan amela, atau pun refan, emosi nya semakin bertambah, saat mobil refan meninggal kan kantor regha..
wanita sialan, lalu melemparkan bolpoin, tepat mengenai kepala amela, yang berada di sofa depan kursi kebesaran regha..
"aduh pak, sakit..
"mendengar suara Amela, regha langsung melihat ke arah sumber suara itu..
"kamu, sejak kapan kamu masuk ke ruangan ku. dan apa yang kamu lakukan disini..regha langsung seakan salah tingkah..
melihat Amela, wanita yang sejak tadi dia tunggu, wanita yang membuat emosi nya sampai ke ubun-ubun nya..
"kalau dari tadi disini, kenapa diam saja, kenapa tidak bicara, regha kembali menampilkan wajah keselnya.
"tadi bapak yang melarang saya bicara sebelum bapak meminta saya bicara loh pak.
"jadi maksudmu, aku sudah pikun begitu..
jawab regha, sambil memicingkan mata nya, merasa tak terima, perkataan amela,
bukan loh pak, bukan begitu maksud saya,
__ADS_1
saya hanya menjelaskan saja..
"jadi kau tetap membela dirimu, yang nyata sudah salah itu, dan berani nya kamu menganggap ingatan ku tidak normal..
dan apa bedanya, sama saja kau tetap menghinah ingatanku..
"regha semakin kesel menghadapi amela, menganggap ingatan nya di nodai ke tidak percayaan amela,
regha, menganggap amela, berani melawan nya..
"Amela, yang merasa, tidak akan menang, yang pasti akan tetap kalah, akhirnya minta maaf, karna sangat malas menjelaskan, walaupun kebenaran yang di jelas kan, akan tetap salah di mata regha..
"maaf pak, saya telah melakukan kesalahan..
ucap amela, mengalah..
seharusnya sejak tadi kau minta maaf, tak perlu berdebat dengan ku, jika hanya untuk menggunakan kesempatan berdua dengan ku..
"amela membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan regha, bisa bisanya regha menuduh nya, ingin berdua dengan nya, pria gila..
"regha, merasa lucu dengan penuturan amela,
__ADS_1