
"Mel, kenapa baru di angkat telepon ku, kamu di mana Mel, gak pulang semalam. kamu baik baik aja kan Mel..
"Nia, sangat kawatir.
"ni, nanti di kantor aku cerita ya, udah dulu, aku harus siap siap.. aku tutup telfon nya..
"Mel, tunggu Mel, Tut Tut Tut..
ya, Mel, ada apa sebenarnya, dan dimana sih kamu, huffff..
"amela, sudah selesai mamakai baju nya,
namun, melihat regha kesulitan memasang kancing bajunya, terpaksa Amela membantu nya..
"regha memang kesulitan memasang kancing bajunya, di karenakan sebelah tangan nya menerima telepon dari seseorang. yang selesai bicara.
"baru satu kancing di pegang amela, regha, sudah mengakhiri telepon nya,
amela, pun menghentikan pemasangan kancing baju regha..
"kenapa berhenti, bukankah ini tugas yang harus kamu selesaikan. kamu sendiri yang sudah melakukan nya, jadi tetap lah, lakukan..
"amela, hanya diam, dan tetap melanjutkan, mengancing baju regha.. setelah selesai, amela, berlalu. namun tangan nya, di tarik regha.
dasi ku belum kamu pasang. nyonya regha.. ucap regha, pada amela,,
__ADS_1
"amela, menuju lemari. Untuk mengambil dasi. lalu memasang nya dengan sangat rapi.
amela merasa tak nyaman, berada terlalu dekat dengan regha. hembusan nafas regha, membuat rambut, di kening amela menutupi wajahnya..
"regha, menyapu rambut amela ke samping telinga nya, seketika amela, menghentikan aktivitas nya.. melihat diamnya amela, regha mengambil kesempatan, lalu ******* bib*r amela, yang sejak semalam menggoda nya..
amela, semakin terpaku dan kaget.
"tak Amela, pungkiri, ciuman lembut regha, hampir membuat nya melayan jauh. namun segera di sadari nya..
amela, mendorong tubuh regha.
"apa yang mas lakukan padaku.. amela, menjauh dari regha,
"mendengar ja santai regha, Amela, sangat kesel, bukan nya minta maaf, dia malah mengingat kan ku kewajiban,
"kesel tambah malu, Amela, segera keluar,
"sementara itu, regha merasa ada yang aneh pada jantung nya, kenapa jantung ku dag Dig dug ya, dekat dengan nya, apa kah dia punya penyakit menular, dan saat bersama nya, penyakit nya menular pada ku, atau kah ada kesalahan lain dalam tubuh ku, atau penyakit baru, aku sangat menjaga kesehatan ku, bagaimana bisa, penyakit menular nya itu. menyerang ku secepat itu..
"aku akan mampir ke dokter, setelah pulang dari kantor, ucap regha, sambil berlalu dari kamar nya..
"di meja makan, regha, tak melihat amela, dimana dia kek,
dia siapa yang kamu maksud,
__ADS_1
amela, istri mu iya,
"iya kek, maksudnya amela, istriku..
"bukankah dia bersama mu, sejak semalam, kenapa bertanya pada kakek..
"tadi, dia.. ah sudahlah aku, berangkat dulu..
regha segera pergi..
regha, menghubungi nomor amela, tapi tak ada jawaban, berkali kali. sial, nomor amela, malah sibuk.. wanita, pasti menghubungi mantan kekasih nya lagi, awas saja kamu, kalau sampai ku ketahui,, regha sangat marah, dan memukul stir mobil nya. wanita itu, benar benar menguji amarah ku..
melaju kecepatan di atas rata rata, akhirnya regha tiba di kantor, langsung mencari keberadaan amela..
beberapa karyawan sudah berada di kantor.. apa ibu amela sudah datang, tanya regha pada Kimi.. karena hanya ada Kimi paling dekat dari posisi regha bertanya..
"eh pak, selamat pagi,
jawab saja pertanyaan ku, aku tidak suka basa basi.
"seketika Kimi gemetar, ketakutan..
maaf pak, buk amela belum datang. ingin sekali Kimi menghasut regha, dengan cerita palsu, agar posisi amela, di ganti kan dengan Kimi,
Kimi, sangat irih pada Amela, yang mendapat posisi, sebagai sekertaris..
__ADS_1