Jodoh Untuk Gus Ilham

Jodoh Untuk Gus Ilham
Bab.09


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


*


"Itu siapa?" tanya Amina yang baru kali ini melihat wanita muda itu.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Ini pertama kalinya aku melihatnya," jawab Nurma, orang yang sudah lebih dulu masuk ke pondok itu.


Myesha sendiri masih memperhatikan dari jaraknya berada. Ada perasaan aneh yang Myesha rasakan saat menyadari jika beberapa kali, gadis itu melirik dan memperhatikan Ilham secara diam diam.


Acara demi acara pun telah satu persatu di rampungkan. Mulai dari pembukaan, sambutan, baca doa, dan kini tibalah pengumuman bagi para siswa dan siswi nya yang cukup memiliki prestasi yang baik.


Dan salah satu nya adalah Myesha yang terpilih mejadi anak didik yang baik dengan nilai tertinggi di dalam segala bidak.


Myesha pun menerima penghargaan itu dengan rasa suka cita dan bahagia tiada terkira manakala. Bertepatan dengan ini juga dia akan mendapatkan jawaban dari Ilham prihal pernyataan nya beberapa bulan yang lalu.


Namun, senyum bahagia Myesha langsung saja sirna seiring dengan pengumuman yang di sampaikan oleh Ustadz Ilyas prihal pernikahan Ilham dengan seorang gadis bernama Fathia Humaira.


Braaakkkk


Bahkan, piagam yang dipegang oleh Myesha pun sampai jatuh saat mendengar kabar bahagia namun itu merupakan kabar buruk untuknya.


*


*


Beberapa saat yang lalu.


.


"Selamat ya buat para santriwan dan santriwati yang sudah mendapatkan nilai tertinggi tahun ini. Semoga tahun depan akan ada lagi yang berprestasi dan membanggakan pondok pesantren tercinta kita ini," ucap salah satu MC yang saat ini di percaya untuk membawakan acara.

__ADS_1


"Dan sekarang sudah waktu nya kita mendengarkan sedikit pengumuman yang akan di sampaikan oleh Pak Ustadz Ilyas selaku pimpinan ponpes ini. Mohon tenang dan duduk di kursi masing masing hingga acara selesai di selenggarakan. Kepada Pak Ustadz mari tempat dan waktu di persilahkan."


Ustadz Ilyas pun langsung bangkit dari duduknya dan segera beranjak menuju ke depan menempati tempat yang tadi dikuasai oleh MC tadi.


"Bismillahirrahmanirrahim, terima kasih atas kesempatannya. Sebelum saya menyampaikan berita bahagia ini, mari kita berucap syukur terlebih dahulu atas segala berkah dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT sehingga kita masih di beri umur yang panjang dan waktu untuk memperbaiki diri sebelum kembali kepadanya.


Pertama tama, saya ucapkan selamat bagi para santriwan dan santriwati yang hari ini telah mendapat penghargaan atas pencapaian yang diraih. Semoga ke depan nya semakin lebih baik lagi dalam segala hal, baik itu ilmu pengetahuan maupun ilmu agama nya masing masing.


Namun, jangan juga membuat diri menjadi sombong. Jadikan penghargaan ini sebagai pemacu agar lebih baik lagi ke depan nya. Kedua, di dalam kesempatan ini saya juga ingin berbagi kabar bahagia yang sudah kami nanti nanti sejak beberapa tahun lalu.


Tapi ternyata baru bisa terlaksana di tahun ini, atas ijin dan restu dari Allah, maka insya Allah bulan depan kami keluarga besar Abdulrahman akan mengadakan syukuran untuk pernikahan putra sulung kami, Ilham Abdulrahman bersama dengan Fathia Humaira.


Yang merupakan putri dari kerabat jauh Abah Yusril yang saat ini insya Allah tengah ber ta'aruf dengan putra tercinta kamu Gus Ilham.


Mohon sedianya untuk para santriwan dan santriwati berkenan mendoakan agar diberi kemudahan, kelancaran dan juga diberi keberkahan untuk pernikahan putra dan putri kami ini. Aamiin,"


Bagai disambar petir di siang hari, Myesha begitu shock dengan kabar pernikahan nya Ilham dan gadis cantik yang duduk tepat di samping Nyai Mayra. Bahkan tubuh Myesha sampai membeku di tempatnya duduk.


Tidak ingin mempermalukan dirinya dengan menangis di sana. Myesha pun langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Sungguh, sesak sekali dadanya saat ini.


Ruangan yang luas itu pun kini serasa tak memiliki oksigen untuknya. Myesha berlari sejauh mungkin, menjauhi tempat itu untuk meluapkan perasaan nya yang hancur dalam sekejap mata.


Sementara Ilham sendiri hanya bisa menatap nanar kepergian Myesha. Ada rasa yang tidak nyaman di hati Ilham saat melihat raut wajah Myesha yang terlihat begitu sedih dan kecewa.


Namun, ini semua juga sudah menjadi keputusan nya. Menerima untuk ber ta'aruf dengan seorang gadis yang di saran kan oleh Abi dan Umma nya.


Seorang anak gadis dari kerabat Abah Yusril yang ada di bagian jawa timur. Seorang gadis lulusan terbaik dari universitas islam yang ada di negara Mesir.


*


*

__ADS_1


Sementara Myesha sendiri kini tengah merenung seorang diri di pinggir sebuah danau yang ada di belakang pondok.


Lelah menangis menumpahkan semua rasa kecewa nya akhirnya Myesha pun terdiam merenungi semua nya. Menjelas sore, gadis itu baru beranjak dari tempat itu untuk pergi ke kamarnya.


Sementara Ilham sendiri, saat ini tengah celingukan ke sana ke mari untuk mencari seseorang namun tidak kunjung dia temui di antara banyak nya santriwati yang ada di sana.


"Kok kamu tampak gelisah begitu Ham, ada yang kamu cari?" tanya Umma Mayra yang begitu peka akan putranya itu.


Meski Ilham tidak terlahir dari rahimnya, namun Ilham tumbuh besar bersama dengan nya. Jadi Umma Mayra tahu betul, bagaimana putranya itu.


"Hah, ah maaf Umma. Tidak ada kok," jawab Ilham yang kaget saat apa yang dia lakukan di ketahui oleh Umma nya.


"Makan dulu, dari tadi Umma belum lihat kamu makan." lanjut Umma Mayra.


"Iya Umma, ini juga mau." jawab Ilham yang langsung bangkit dari duduknya.


"Ajak Fathia sekalian Ham. Kasihan dia juga belum makan sejak pagi,"


"Iya Umma,"


Ilham pun langsung menghampiri gadis yang tengah berbincang dengan Yan'ti Aida dan juga Abah Yusril.


"Dek, ayo kita makan dulu," ajak Ilham pada Fathia.


"Iya Bang, boleh." jawab Fathia yang langsung bangkit dan mengikuti langkah Ilham menuju meja prasmanan.


Ilham dan Fathia pun tampak makan dalam satu meja yang sama bersama dengan Umma Mayra dan juga Abi Ilyas. Ini adalah untuk pertama kalinya keduanya di pertemukan setelah Ilham menerima pengajuan ta'aruf dari seorang Kyai yang merupakan salah satu sahabat dekat nya Abah Yusril.


Dan tepat di acara yang spesial ini Fathia sengaja di hadirkan untuk mengenal Ilham sekaligus mengenal pondok yang akan Fathia tempati setelah menikah dengan Ilham nanti.


Namun, di sepanjang pertemuan itu Ilham tampak kurang fokus hingga beberapa kali mendapat teguran dari sang ibu karena sering terlihat melamun dan tampak gelisah seperti tengah mencari seseorang.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Bang? Dari tadi celingak sana celinguk sini terus, ada yang kamu cari?" tanya Umma Mayra lagi.


__ADS_2