Jodoh Untuk Gus Ilham

Jodoh Untuk Gus Ilham
Bab.10


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


*


"Kamu kenapa sih Bang? Dari tadi celingak sana celinguk sini terus, ada yang kamu cari?" tanya Umma Mayra lagi.


"Nggak kok Umma, memang nya siapa yang Ilham cari?"


"Kamu sendiri bingung apa lagi Umma. Kenapa sih? Ada masalah? Kok tampak gelisah terus dari tadi,"


"Nggak kok Umma. Mungkin karena lelah aja," jawab Ilham sekena nya.


Entahlah, dia sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Kesal dan selalu di buat marah saat ada sosoknya, namun begitu merasa hampa dan seperti ada yang kosong saat sosok itu menghilang dari pandangan nya.


Sampai acara selesai dan semua santri kembali ke asrama masing masing. Ilham masih belum menemukan orang yang dia cari, hingga membuat hati pria itu dilanda rasa kesal dan dongkol yang luar biasa.


Saking kesalnya, Ilham bahkan sampai nekad menyambangi asrama putri untuk memastikan apakah gadis itu ada di sana atau tidak.


"Ham, mau kemana?"


Namun, saat akan melangkah melewati gerbang asrama putri. Suara seseorang menghentikan langkah kakinya.


"Umma, ada apa ya?" tanya Ilham balik saat melihat sang ibu ada di sana dan tengah memanggil nya.


"Sini Nak, di cari cari dari tadi."


"Memang ada apa ya Umma?"


"Tolong temani Umma dan Abi mengantarkan Fathia kerumah orang tua nya Nak. Dia tidak bisa menginap jadi harus pulang sekarang,"


Akhirnya, dengan langkah berat Ilham pun pergi meninggalkan asrama putri untuk mengikuti Umma Mayra yang meminta nya untuk mengantarkan Fathia ke rumah kedua orang tuanya.


Mobil yang di bawa oleh Ilham pun mulai melaju meninggalkan pondok. Satu keluarga itu pergi dengan menggunakan satu mobil dengan Ilham yang menjadi driver nya.

__ADS_1


Kepergian mobil yang di bawa oleh Ilham tidak luput dari pandangan seorang gadis yang berdiri tidak jauh dari rumah utama.


Mata nya yang masih tampak sembab menatap nanar kepergian mobil tersebut. Myesha tampak menghela nafas panjang saat mobil yang di bawa oleh Ilham mulai menghilang dari pandangan.


Myesha pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke rumah utama Kyai Yusril. Dengan Mencoba menampilkan senyum di wajah nya. Myesha mulai mengetuk pintu rumah itu seraya mengucap salam.


Tok!


Tok!


“Assalamu’alaikum,” ucap gadis itu mengucap kan salam.


“Waalaikumsalam warahmatullaah, eh Nak Myesha. Ayo mari masuk,” sambut Nyai Aida yang kebetulan saat itu orang yang membukakan pintu rumah itu.


“Iya Nyai, terima kasih,” jawab Myesha yang berjalan mengikuti Nyai Aida masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


“Selamat ya atas prestasi yang sudah kamu raih. Nyai sangat bangga, dalam waktu satu tahun Nak Myesha sudah bisa meraih nya.” ucap Nyai AIda setelah kedua nya duduk di sofa.


“Iya, terima kasih Nyai. Semua berkat dukungan dari semua yang ada di sini juga,”


“Eemm, begini Nyai. kedatangan Myesha kemari untuk berpamitan dengan Nyai dan juga Pak Kyai,”


“Pamit? Loh, loh kenapa? Pamit kemana Nak?” tanya Ummi Aida kaget saat Myesha berpamitan dengan nya.


“Sore ini Ayah dan Bunda akan datang untuk menjemput Myesha pulang.” jawab Myesha yang sudah membulatkan niat nya untuk kembali pulang setelah menelan rasa kecewa nya terhadap Ilham.


Myesha bukan marah pada apa yang telah diputuskan oleh pria itu. toh itu adalah hak nya ILham sebagai seorang pria single yang tidak terikat hubungan dengan siapapun termasuk Myesha sendiri.


Hanya saja, Myesha butuh ruang yang jauh dari Ilham agar gadis itu bisa kembali menata hatinya agar bisa segera melupakan pria yang sebentar lagi akan menjadi suami dari wanita lain.


"Kenapa pulang? Apa tidak betah tinggal di sini?"


"Tidak Nyai, bukan begitu. Sungguh saya sangat senang dan sangat betah tinggal di sini. Hanya saja, saya ingin belajar lebih dalam lagi tentang agama dan rencana nya saya akan lanjut belajar di Kairo, untuk melanjutkan apa yang sudah saya pelajari di sini."

__ADS_1


"Wah, senang sekali mendengarnya. Memang benar, belajar di tempatnya memang akan jauh lebih baik dan bisa lebih fokus. Baiklah kalau begitu, Nyai tidak akan menghalangi langkah baikmu Nak. Nyai akan selalu mendoakan, semoga Nak Myesha selalu dalam lindungan Allah Subhana wa taala dan kelak, kita akan dipertemukan kembali dengan diri terbaik dari Nak Myesha."


"Aamiin Nyai, maaf jika selama tinggal di sini Myesha banyak merepotkan dan selalu membuat masalah,"


"Tidak apa apa, setidaknya Nak Myesha bisa jadi banyak belajar hal baik dari kesalahan kesalahan yang Nak Myesha buat. Dan ingat, jangan melakukan kesalahan yang sama di luar sana. Jadi lah diri pribadi yang jauh lebih baik dari saat ini,"


"Iya Nyai, doakan saja. Semoga Myesha selalu istiqomah ya Nyai."


"Aamiin Nak, aamiin."


*


*


Sore itu juga, Myesha benar benar meninggalkan pondok dengan di jemput oleh kedua orang tuanya. Meski merasa heran kenapa putrinya minta dijemput secepat itu.


Namun, baik Bunda Realyn maupun Ayah Ardi belum ada yang berani bertanya apa alasan di balik kepulangan nya. Apalagi saat melihat raut wajah putri sulung nya itu yang tampak tidak baik baik saja.


Tentu saja hal itu mengurungkan niat kedua orang paruh baya itu untuk bertanya. Entah apa yang terjadi selama tinggal di pondok itu, yang pasti saat ini Myesha sangat berubah.


Myesha yang biasanya berceloteh di sepanjang perjalanan kini telah menghilang entah kemana. Berganti dengan Myehsa yang mendadak menjadi pendiam.


Gadis itu bahkan memilih untuk tidur selama di perjalanan mereka menuju pulang ke ibu kota dan hal itu, membuat kedua orang tua nya tampak kebingungan melihat sikap aneh Myesha yang tidak seperti biasanya.


Setiba nya di kediaman mereka pun, Myesha masih enggan bersuara. Bahkan Myesha pun mengabaikan sapaan dari sang adik yang malam itu sengaja menunggu kepulangannya dari pondok setelah satu tahun lamanya Myesha pergi meninggalkan rumah dan memilih tinggal di pondok pesantren.


"Kakak kenapa Bun?" tanya Mahesa yang merupakan adik kandung dari Myesha.


Mahesa Aditya Kusuma Wijaya, putra kedua Bunda Realyn dan juga Ayah Ardi itu memang memiliki selisih usia yang tidak jauh dengan sang Kakak.


Bahkan hanya karena memiliki tinggi badan jauh lebih tinggi dan memiliki tubuh yang Kekar. Tidak sedikit orang yang menyangka jika Mahesa lah Kakak dari Myesha. Padahal yang sebenarnya, Mahesa adalah dari Myesha.


"Nggak tahu, sedari tadi juga gitu. Diam terus, bahkan untuk pertama kalinya Kakakmu itu tidur selama di perjalanan. Aneh, kan? Kaya orang lagi patah hati saja," jawab Bunda Realyn sama bingung nya dengan perubahan sikap Myesha saat ini.

__ADS_1


"Biarkan saja, mungkin dia lagi cape." sahut Ayah Ardi saat masuk kedalam rumah dan mendengar perbincangan antara istri dan putranya.


__ADS_2