
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
*
"Oh iya, aku lupa. Sepertinya bahan makanan di dapur belum lengkap. Aku belanja dulu deh, sekalian perkenalan juga dengan lingkungan baru," ucap Myesha mencoba mengalihkan pembicaraan.
Myesha pun bergegas bangkit, namun sayang baru saja dua langkah kakinya dilangkahkan. Tiba tiba saja tubuh nya sudah melayang di udara karena Ilham sudah membawanya masuk dalam gendongan nya.
"Mas," pekik Myesha yang kaget karena tubuh nya tiba tiba melayang.
"Iya sayang? Aku disini, kenapa hhmm?" Jawab Ilham sembari membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang.
"Mas mau apa?" Tanya Myesha gugup saat melihat tatapan yang berbeda dari suaminya.
"Memangnya mau apa lagi? Adakah yang lebih menarik dari ini?" Tanya balik Ilham seraya membuka hijab istrinya.
"Bu_bukankah tadi sudah," lirih Myesha dengan jantung yang berdebar.
"Tidak apa apa, semakin sering. Maka semakin banyak pahala yang kita raih," jawab Ilham dengan tangan yang terus bergerak membuka satu persatu kancing gamis yang Myesha kenakan.
"Tapi, ini masih siang Mas,"
"Tidak apa apa, selagi ada waktu dan kesempatan. Kita tidak boleh melewatkan nya, agar kita segera di berikan kepercayaan untuk memiliki momongan," bisik Ilham swngan suara yang kian berat dan juga serak.
Kalau sudah begini, yang bisa Myesha lakukan hanyalah pasrah pada keadaan. Toh tidak mungkin juga dia menolak karena hal itu akan membuatnya menjadikannya seorang istri yang berdosa karena menolak keinginan sang suami.
Hingga akhirnya, keduanya pun kembali bergumul dalam mahligai manisnya madu pernikahaan. Oh, senikmat ini ternyata pacaran dalam versi halal? Gumam Ilham di sela aktivitas di atas ranjang bersama sang istri.
__ADS_1
Tidak ada lagi batasan yang harus di jaga, dia bebas menyentuh wanitanya dimanapun dan kapanpun yang dia mau dan hal itu tidak akan menimbulkan dosa dan malah memperbanyak pahala kita.
Dan bonusnya, wanitanya tidak akan pernah bisa menolak keinginan nya karena akan berdosa jika istri menolak keinginan suami. Termasuk urusan ranjang dan ternyata, hal itu bisa membuatnya secandu itu pada tubuh istrinya.
*
*
Menjelang sore, Myesha dan Ilham pun baru terlihat keluar dari dalam kamar lalu keduanya beranjak menuju ke lantai bawah.
Ilham yang melipir ke ruang keluarga dengan memboyong laptopnya. Sementara Myesha langsung menuju ke adah dapur untuk menyiapkan menu makan malam untuk semua penghuni rumah.
"Bi, nanti tolong bantu bersihin sayuran nya ya. Sama ayam nya juga tolong di ungkep, saya mau buatkan dulu kopi buat Mas Ilham," titah Myesha sembari mengeluarkan bahan makanan yang sudah tersedia di dalam lemari pendingin.
"Baik nyonya, mari saya bersihkan dulu semua bahan nya," jawab Bi Ida sembari mengambil bahan bahan yang akan dimasak hari ini dari tangan Myesha.
"Boleh, silahkan. Tapi kalau tidak terbiasa dengan pekerjaan ini ditinggalkan saja. Biar Bi Ida yang melakukan nya," jawab Myesha dengan senyum ramah nya.
Ketiga wanita itu pun akhirnya sibuk menyiapkan menu makan malam dengan Myesha yang menjadi pemeran utamanya. Wanita yang saat ini tengah memakai hijab instan itu tampak sibuk mengolah beberapa bahan makanan yang akan di santap malam ini bersama dengan suami nya.
Ilham sendiri masih tampak sibuk di ruangan televisi bersama dengan laptop di pangkuan nya. Pria bertubuh kekar itu, tampak begitu mempesona dengan rambut yang masih setengah basah.
Dan hal itu semakin menarik perhatian seorang gadis yang sejak tadi terus saja memperhatikan nya. Bahkan gadis itu nekad mendekati dan melakukan aktifitas di sekitar Ilham agar bisa menatapnya dari jarak dekat.
"Tuan, apa mau saya buatkan kopi?" Tanya nya beranjak mendekati Ilham yang masih duduk di sofa ruang televisi dengan laptop di pangkuan nya.
Ilham menghentikan sejenak kegiatan tangan nya di atas keyboard, lalu melirik sekilas sebelum kembali menunduk dan memfokuskan pandangannya pada layar laptop kembali.
"Tidak usah, kamu lanjutkan saja kegiatan kamu. Saya tidak minum kopi saat akan makan," jawab Ilham dengan nada dingin dan datarnya.
__ADS_1
"Kenapa Mas? Kamu membutuhkan sesuatu, sampai memanggil Melani?" Tanya Myesha melihat gadis itu ada di dekat Ilham.
Myesha yang berniat memanggil suaminya untuk makan pun sejenak menatap penuh tanya pada keduanya.
"Tidak ada sayang, tadi Melani menawarkan Mas kopi. Tapi kan, Mas tidak minum kopi saat akan makan. Selain itu, saat berada di rumah Mas juga tidak bisa minum atau makan jika itu bukan buatan istri sendiri," jawab Ilham, yang langsung bangkit dari duduknya untuk menghampiri istrinya.
“Oh, ya sudah lebih baik kita makan sekarang. Makanan nya sudah siap,” lanjut Myesha yang tampaknya tidak menaruh curiga apapun terhadap tingkah gadis itu.
“Ya sudah, ayo.” jawab Ilham membawa sang istri menuju ke ruang makan dan mengabaikan begitu saja keberadaan Melani di sana.
Gadis itu tampak memasang wajah masam saat Ilham pergi begitu saja bahkan tidak mengajaknya untuk makan bersama meskipun hanya sekedar basa basi semata.
“Bi, ini lauk untuk dibawa ke belakang. sekarang Bibi dan juga Melani boleh ke belakang untuk beristirahat,” ucap Myesha menyerahkan beberapa mangkuk sayur yang berisi masakan yang tadi dia masak untuk di nikmati keluarga Bi Ida saat makan malam bersama keluarga nya di paviliun belakang.
“Baik nyonya, terima kasih. Tapi bagaimana dengan piring piring kotor bekas nyonya makan nanti,” jawab Bi Ida yang merasa tidak enak meninggalkan majikan nya dalam keadaan tugas rumah belum selesai semua.
“Biarkan saja, ditinggal saja. Nanti biar saya yang mencucinya,” jawab Myesha lagi.
“Tapi nyonya,”
“Sudah tidak apa apa, Bibi dan Melani istirahatlah. Besok setelah sholat subuh baru kemari lagi untuk membersihkan rumah,” titah sang nyonya rumah.
“Baik nyonya, kalau begitu saya permisi. Ayo Mel, malah bengong disitu,” ajak BI Ida pada putrinya yang masih tampak asik menatap sosok pria tampan yang kini sudah duduk di meja makan bersama istrinya
Mendengar ucapan sang ibu, akhirnya Melani pun mau tidak mau meninggalkan rumah majikan ibunya untuk kembali ke tempat yang akan menjadi tempat tinggal nya selama kedua orang tuanya bekerja di sana.
Sementara pasangan pasutri itu kini mulai makan malam mereka dengan di isi oleh obrolan hangat. Bahkan kedua nya sudah tidak kaku lagi untuk saling mengungkapkan perasaan mereka masing masing.
Terbukti kini, keduanya tampak tengah saling menyuapi satu sama lain. Bahkan sesekali Ilham terlihat mencuri curi ciuman di bibir sang istri hingga membuat wajah Myesha selalu tampak merona karena merasa malu dengan apa yang Ilham lakukan.
__ADS_1