
...🌸🌸🌸...
...*Happy Reading*...
*
3 hari kemudian.
"Bagaimana Sha? Apa kamu sudah siap?" tanya Bunda Realyn pada putrinya yang kini telah di sulap bak seorang putri muslimah yang cantik dan anggun.
Dengan polesan make up flawles, serta Gaun syar'i berwarna nude, lengkap dengan hijab yang menutupi bagian dadanya. Menjadi penyempurna tampilan Myesha sore ini.
Tepat pukul 16.00 wib status Myesha pun akan berubah. Dan kini prosesi perubahan statusnya itu akan segera di mulai.
Dengan jantung yang berdebar kencang, Myesha melangkah kan kakinya menuju ke sebuah ruangan di mana Ilham beserta keluarga nya tengah menunggu di sana.
Disaat Myesha memasuki ruangan, semua tampak menatap kagum pada wanita cantik itu. Tak terkecuali Ilham, yang bahkan sampai tidak berkedip hingga harus di senggol oleh sang ayah karena menatap yang belum mahram untuknya.
"Astaghfirullahaladzim, maaf Abi," gumam Ilham saat di tegur oleh Abi Ilyas.
"Berhubung Nak Myesha nya sudah di sini. Mari kita mulai acara bertukar cincinnya," ucap sang pembawa acara.
"Tunggu, apa bisa pertunangan nya di ganti dengan ijab kabul saja?" seru Ilham menyela pembawa acara hingga membuat semua orang membulatkan matanya secara berjamaah.
Seketika ruangan itu menjadi riuh karena ulah Ilham dan semua bermula hanya karena Ilham melihat sosok pria yang pernah membawa Myesha pergi dari cafe tempo hari.
Rasa takut akan kehilangan pun kembali muncul manakala Ilham melihat pria itu masuk ke dalam ruangan di mana dia dan Myesha akan melakukan pertunangan.
"Apa maksudmu Ham? Kenapa tiba tiba minta ijab kabul?" tanya Abi Ilyas yang begitu kaget dengan keputusan dari putra sulungnya itu.
__ADS_1
"Tidak ada salahnya kan Abi jika kita nikah agama dulu. Nanti, kita tinggal resepsi dan nikah negara saja. Setelah ini akan ada banyak interaksi yang melibatkan Ilham dan Myesha. Bukankah akan jauh lebih baik dan jauh lebih tenang jika kita sudah berstatus sah walau secara agama. Ilham hanya manusia biasa Abi, Ilham hanya takut jika selama masa persiapan pernikahan itu, Ilham akan melakukan kekhilafan. Maka dari itu, apa sebaiknya jika kita sah kan saja dulu hubungan ini secara agama. Jadi, kebersamaan kami selama mempersiapkan pernikahan tidak akan menimbulkan dosa,” jelas Ilham yang di benar kan oleh Abi Ilyas.
Meski begitu, mereka tidak bisa mengambil keputusan begitu saja. Semua harus dimusyawarahkan kembali dengan pihak keluarga perempuan.
“Untuk itu, tentu saja Abi setuju. Namun, kita tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, kita harus meminta pendapat dari pihak keluarga calon mu Nak,” jawab Abi ILyas.
“Kami setuju Pak Ustadz, benar yang di katakan oleh Nak ILham. akan banyak interaksi antara Myesha dan Ilham setelah ini. Dan akan jauh lebih baik jika status mereka di sah lebih dahulu secara agama. Agar apapun yang mereka lakukan tidak akan menimbulkan dosa.” jawab Ayah Ardi dengan cepat menyetujui apa yang di usulkan oleh Ilham.
“Tapi, bagaimana dengan pendapat Nak Myesha sendiri? Apa Nak Myesha tidak keberatan kalau menikah secara agama lebih dahulu bersama dengan ILham?” tanya Abi ILyas yang tentu saja akan mengutamakan pendapat dari si calon pengantin wanita.
Myesha sendiri tampak masih bingung karena begitu shock dengan permintaan dari ILham yang bagikan tahu bulat digoreng dadakan ini. Sungguh, Myesha tidak tahu harus menjawab apa.
“Bagaimana Nak? Apa pendapatmu?” tanya Ayah Ardi menatap penuh harap pada putrinya sulung nya itu.
“Ji_jika itu yang terbaik, Myesha ngikut saja Ayah,” jawab myesha pada akhirnya.
"Tentu saja, dengan senang hati Abah akan melakukan nya," jawab Abah Yusril.
Keputusan yang di ambil pun akhirnya mampu membuat binar bahagia muncul di wajah tampan Ilham. Hingga akhirnya keduanya pun kini duduk berdampingan siap melakukan ijab kabul.
"Bagaimana Ham? Apa kamu sudah siap?" tanya Abah Yusril yang sudah siap menikahkan Ilham dan juga Myesha secara agama.
"Bismillah, Ilham siap Abah." jawab Ilham penuh ketegasan.
Tidak ada lagi keraguan pada pria itu untuk menghalalkan calon makmum yang saat ini duduk di samping nya.
"Baiklah, mari kita mulai. Bismillahirrahmanirrahim. Wahai anakku, Ilham Abdulrahman bin Ilyas Abdulrahman, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Myesha Safeera Kisuma Wijaya binti Ardiansyah Kusuma Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 125 juta rupiah di bayar, tunai."
"Saya terima nikah dan kawin nya Myesha Safeera Kusuma Wijaya binti Ardiansya Kusuma Wijaya, dengan mas kawin tersebut, tunai."
__ADS_1
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah,"
"Sah,"
"Alhamdulillah, barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khairin, aamiin.”
"Aamiin."
Tes
Seiring menggema nya kata 'sah' setetes air bening juga jatuh dari mata indah Myesha. Sungguh, ini adalah hal yang tidak pernah Myesha bayangkan sebelum nya.
Rasanya masih terasa mimpi, se bercanda inikah takdirnya? Kenapa di saat dia berusaha takdir malah memisahkan nya dengan pria yang begitu dia cintai dan dia inginkan.
Namun, kenapa Setelah mengikhlaskan takdir malah menyatukan mereka. Bukan hanya sekedar mempertemukan, namun kini mereka telah resmi menjadi suami istri yang sah di mata agama.
Sungguh, rasanya tak sanggup lagi menahan air maya bahagia nya saat untuk pertama kalinya. Tangan nya menyentuh tangan pria itu dengan status yang sudah halal.
"Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum.”
Hati Myesha kian berdesir manakala Ilham melantunkan doa kebaikan tepat di ubun ubun kepalanya. Lalu mencium kening nya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Tangis haru pun kian pecah saat kedua mempelai itu bersujud di hadapan kedua orang tua mereka masing masing. Bersujud memohon maaf, doa serta restu untuk memulai kehidupan baru bersama pasangan halal nya.
"Ayah, Bunda, mohon terima permintaan maaf dari anakmu ini. Dan ijinkan serta restui Myesha untuk memulai kehidupan baru bersama suami Myesha. Terima kasih, karena selama ini Ayah dan Bunda begitu mencurahkan kasih dan sayang Ayah dan Bunda pada Myesha. Sampai kapan pun Myesha tidak akan pernah bisa membalas semua yang Ayah dan Bunda berikan," ucap Myesha membuat Bunda Realyn menangis sesenggukan dan Ayah Ardi pun sampai ikut menitikkan air mata.
"Abi, Umma. Terima kasih karena telah menjadi orang tua yang sempurna di mata Ilham. Sungguh, jasa Abi dan Umma tidak akan pernah bisa Ilham balas dengan apapun selain doa yang selalu Ilham sematkan di setiap sujud Ilham. Semoga, Abi dan Umma merestui pernikahan Ilham dan Myesha." ucap Ilham yang tak kuasa menahan air matanya lagi.
__ADS_1