Jodoh Untuk Gus Ilham

Jodoh Untuk Gus Ilham
Bab.39


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...~Happy Reading~...


*


6 Bulan Kemudian.


"Selamat malam tuan, apa anda akan makan malam sekarang?" tanya Bi Ida yang baru saja menyiapkan makan malam di meja makan.


Wanita paruh baya itu menghampiri tuan nya yang saat ini tengah duduk di ruang tengah dengan laptop di pangkuan nya.


Seperti biasa, ilham akan selalu sibuk bekerja meski tengah berada di dalam rumah. Seperti saat ini, dimana Ilham masih sibuk menatap layar laptop yang tersimpan di atas pahanya.


"Boleh, apa makanan nya sudah siap?" tanya balik Ilham seraya menutup laptopnya.


"Sudah tuan, mari ke ruang makan," jawab Bi Ida mempersilahkan tuannya untuk berjalan lebih dulu menuju ke ruang makan.


Ilham pun berjalan tepat di depan Bi Ida saat pergi ke ruang makan. Malam ini Ilham terpaksa makan seorang diri karena sang istri Tengah menginap di rumah orang tuanya, karena esok hari akan ada acara pengajian 4 bulanan kehamilan Asifa yang tidak lain adalah adik ipar Myesha.


Istri dari Mahesa itu saat ini tengah hamil 4 bulan dan Akan di adakan acara pengajian 4 bulanan di rumah keluarga Kusum Wijaya. Sementara Ilham sendiri belum bisa ikut menginap di sana karena ada meeting pagi dan akan memakan waktu cukup lama selama di perjalanan untuk menuju ke kantornya.


Karena jarak rumah keluarga Kusuma Wijaya memiliki jarak yang cukup jauh dengan kantornya. Sehingga Ilham pun memutuskan untuk ke rumah mertuanya esok hari setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor.


Setidaknya sampai meetingnya selesai karena meeting kali ini cukuplah penting bagi perusahaannya. Setibanya di ruang makan Ilham dibuat heran dengan kehadiran Melani yang berdiri tidak jauh dari meja makan.

__ADS_1


Namun Ilham mengabaikan hal itu, Ilham tetap melanjutkan langkah kakinya lalu langsung saja ke meja makan dan hendak mengambil makanan yang akan dia santap malam ini, untuk mengisi perutnya yang memang sudah cukup lapar.


Namun Ilham dibuat kaget oleh tindakan Melani yang langsung merebut piring yang ada di tangannya.


"Biar saya yang ambilkan tuan, tuan mau makan dengan apa?" tanya Gadis itu yang terlihat begitu antusias saat akan mengambilkan makanan untuk tuannya yang tampan dan juga mapan itu.


"Tidak usah, biar saya yang ambil makanan itu sendiri. Sekarang lebih baik kamu kembali saja ke belakang," jawab Ilham dengan nada dinginnya.


Bahkan Ilham terlihat beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil piring barunya akan dia gunakan untuk makan. Bi Ida yang melihat hal itu langsung menghampiri putrinya.


"Kamu ngapain sih? Bikin malu saja ayo pulang," bisik Bi Ida Seraya menarik tangan putrinya untuk keluar dari rumah mewah milik majikannya itu.


Bi Ida yang kebetulan belum kembali ke belakang dibuat kaget oleh tingkah laku Melani yang begitu lancang pada majikan mereka. Sungguh rasanya mau sekali saat melihat putrinya begitu terang-terangan mencari perhatian pada pria yang sudah mempekerjakan mereka di rumah itu.


Sementara Ilham sendiri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Bi Ida menarik tangan Melani agar menjauh dari dirinya.


"kamu ngapain tari? Mau bikin Ibu dan Bapak malu lagi?" bentak Bi Ida begitu keduanya tiba di Paviliun.


"Apa memangnya? Melani cuma mau bantu Tuan Ilham mengambil makanannya. Apa ada yang salah?" Tanya balik Melani yang merasa itu adalah hal yang wajar dia lakukan.


"Jangan pernah lakukan hal itu lagi, ingat kamu harus tau diri Melani, kamu harus tahu siapa kamu dan siapa Tuan Ilham. Ingat, jangan membuat bapak dan ibu malu hanya karena obsesimu itu, mengerti," Lanjut Bi Ida yang begitu geram dengan tingkah laku putrinya itu.


"Aku kan tidak melakukan apapun Bu, Kenapa Ibu jadi marah?" tanya Melani lagi.


"Ingat Melani, Aku ini Ibumu. Aku tahu seperti kamu, jadi jangan kamu pikirk hanya karena Ibu diam saja. Maka Ibu tidak tahu apa yang kamu lakukan selama tinggal di sini. Ingat, jangan sampai kesalahan kamu satu tahun yang lalu kamu ulangi pada Tuan Ilham karena itu hanya akan membuat kamu kehilangan harga dirimu, karena tidak semua laki-laki itu akan tertarik dengan tubuh wanita lain selain istrinya Melani. Awas saja, jika kamu sampai melakukan hal itu lagi maka Bapak dan Ibu tidak akan segan segan untuk tidak menganggap kamu putri kami lagi," jelas Bi Ida yang membuat Melani tertegun.

__ADS_1


"Melani hanya berusaha untuk memperbaiki status kita Bu. Melani lelah menjadi orang susah terus, dengan menikahi pria kaya bukankah hidup kita akan berubah. Ibu dan Bapak tidak perlu lagi repit repot bekerja di rumah orang," jawab Melani yang merasa tindakan nya tidak ada yang salah.


"Kamu benar, tidak ada salahnya mencoba memperbaiki status dan hidup kita dengan menikahi pria kaya. Tapi bukan suami orang juga Melani, terlebih lagi beliau orang yang sudah menolong kita. Kamu tidak boleh melakukan itu," seru Bi Ida lagi.


"Tapi aku su___,"


"Cukup, hentikan omong kosong mu itu. Ibu tidak mau dengar, masuk kamarmu atau ibu akan suruh Bapak membawamu pergi ke kampun untuk tinggal disana," potong Bi Ida yang sudah merasa jengah dengan kelakuan Melani yang begitu terobsesi menikahi pria kaya raya.


Bi Ida pun segera menyeret putrinya itu untuk masuk kedalam kamarnya. Rasanya kesal sekali saat Melani tidak pernah belajar dari kesalahan yang pernah dia lalukan dulu.


Dimana mereka yang pernah di usir dan di permalukan hanya karena Melani melayani majikan nya yang genit dan hobi main perempuan. Sang istri yang tidak terima saat suaminya menggoda seorang pembantu pun akhirnya mengusri Bi Ida dan mempermalukan mereka didepan warga sekitar.


Hingga membuat Bi ida harus pindah dari kota itu agar tidak lagi menjadi bahan gunjingan warga di sana.


*


*


Sementara itu, Ilham yang tidak sengaja mendengar percakapan ibu dan anak itu pun hanya bisa menghela nafas panjang, lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali masuk kedalam rumah nya.


Ilham tahu, selama ini dia selalu di perhatikan oleh Melani. Bahkan gadis itu kerap mencari kesempatan untuk mendekatinya. Namun, Ilham membiarkan saja karena Ilham pikir mungkin saja dia salah menduga.


Tapi setelah mendengar percakapan antara Bi Ida dan Melani, tampaknya Ilham tidak bisa diam saja. Ilham harus melakukan sesuatu sebelum terjadi hal hal yang tidak di inginkan terjadi di dalam rumah nya.


Ilham juga tidak ingin hal itu akan menimbulkan kesalahpahaman di antara dirinya dan juga sang istri. Hingga akhirnya Ilham pun langsung menghubungi seseorang untuk membantu menyelesaikan masalah keluarga Bi Ida.

__ADS_1


__ADS_2