
...πΈπΈπΈ...
...~Happy Reading~...
*
"Loh Bu, kenapa berkemas?" tanya Melani saat bangun dari tidurnya sudah melihat Bi Ida tengah mengemasi barang barang miliknya.
"Sudah jangan banyak bertanya. Kemasi saja semua pakaianmu," jawab Bi Ida dengan nada yang cukup dingin dan datar.
Bahkan wanita paruh baya itu tidak menoleh sedikit pun ke arah putrinya yang masih berdiri di samping nya dengan tatapan penuh dengan tanya.
Bi Ida juga lah yang akhirnya mengemasi semua barang barang milik putrinya itu karena Melani hanya diam saja tanpa melakukan apapun.
"Sudah Bu? Ayo, mobil nyasudah datang." seru Pak Anto yang datang dari arah luar.
"Sudah Pak, ayo. Ayo Melani, bawa tas mu." titah Bi Ida lagi pada Melani yang kali ini di turuti oleh Melani.
Gadis itu tampak mengikuti langkah kedua orang tuanya dengan seribu tanya yang ada di dalam benaknya.
Saat tiba di depan rumah Ilham, Melani melihat seorang wanita yang seumuran dengan sang Ibu yang tengah berjalan masuk dengan membawa tas cukup besar di tangan nya.
"Mbok Jum sudah datang? Maaf ya jadi merepotkan, saya titip tuan dan nyonya," sapa Bi Ida yang membuat dahi Melani kian mengkerut.
"Nggak apa apa, di sini atau di sana sama saja. Yang penting kerja, saya juga titip orang orang di pondok ya," jawab Mbok Jum tersenyum ramah.
"Ya sudah, kalau begitu kami pamit ya. Kebetulan tadi pagi sudah pamit sama tuan Ilham dan nyonya Myesha," lanjut Bi Ida, membuat Melani tersentak kaget.
Akhirnya semua tanda tanya yang ada di benaknya terjawab sudah. Ternyata mereka akan pergi dari rumah itu yang entah akan kemana lagi, Melani masih belum tahu.
"Baiklah, hati hati dijalan ya," jawab Mbol Jum.
Akhirnya keluarga Bi Ida pun pergi dengan memakai mobil yang tadi di pakai Mbok Jum untuk tiba di rumah majikan barunya, yaitu Ilham.
Setelah berdiskusi dengan abi Ilyas, Ilham pun memutuskan untuk bertukar art dengan kedua orang tuanya. Dan hal itu disambut baik oleh Abi Ilyas dan juga Umma Mayra.
__ADS_1
Setidaknya, jika di pondok Melani akan tinggal di asrama putri dan membiarkan gadis itu belajar agama dan belajar memperbaiki diri di sana selama kedua orang tuanya bekerja.
Ilham pun tak lupa memberikan kabar itu pada sang istri yang begitu kaget mendengar perihal Melani dari sang suami. Dan akhirnya Myesha pun menyetujui pergantian art antara rumah nya dan rumah mertuanya.
*
*
"Kenapa kita kemari Bu?" tanya Melani lagi yang akhirnya kembali membuka suaranta setelah terdiam disepanjang perjalanan mereka.
"Mulai saat ini kita akan bekerja dan tinggal di sini," jawab Bi ida datar.
"Loh, kenapa Bu? Kok pindah lagi?" tanya kaget.
"Itu karena Gus Ilham yang merasa terganggu dengan sikapmu. Makanya Guw Ilham memindahkan kita kemari. Sudah tahukan dampak atas perbuatanamu kemari, tidak semua pria akan tertarik pada wanita lain selain istrinya. Dan kamu lihat, inilah yang terjadi karena kamu yang nekad mencari perhatian suami orang," jelas Bi Ida lagi yang membuat Melani diam seribu bahasa.
Tanpa menghiraukan putrinya lagi, Bi Ida pun mulai beranjak memasuki rumah yang akan menjadi tempatnya bekerja mulai saat ini. Bahkan wanita paruh baya itu terluhat pasrabmh saat putrinya di bawa ke pondok untuk di titipkan di asrama putri.
Mungkin dengan begini, Melani bisa belajar memperbaiki diri dan mulai belajar untuk menjaga marwahnya. Itulah harapan Bi Ida setelah Melani di titipkan di pondok milik Abah Yusril itu.
Sementara Ilham sendiri kini tampak mendatangi rumah sang mertua untuk menghadiri acara 4 bulanan kehamilan Asifa, istri dari Mahesa.
"Wa'alaikum salam, tidak apa apa. Tapi kalau bisa kurangi sibuk mu Ham, biar bisa segera punya momongan. Kalian sudah keduluan sama adekmu tuh," jawab Ayah Ardi yang langsung mendapatkan cubitan dari sang istri.
"Aww, sayang. Sakit," seru ayah Ardi saat mendapatkan cubitan dari sang istri.
"Jangan bilang seperti itu, anak itu rezeki yang Allah titipkan di saat orang yang Allah tunjuk itu sudah siap di titipkan. Jangan sangkut pautkan masalah anak dengan pekerjaan, pamali," jawab Bunda Realyn yang tidak suka dengan pendapat dari suaminya.
"Iya kan, siapa tahu itu jadi salah kendala kenapa Myesha belum hamil sedangkan adeknya sudah," jawab Ayah Ardi.
"Ayah tenang saja, lusa. Rencana nya Ilham akan mengajak Myesha bulan madu, semoga pulang dari sana kami membawa kabar bahagia untuk Ayah dan Bunda," jawab Ilham yang di sambut antusias oleh calon kakek dan nenek itu.
Menjelang siang, pasangan Umma Mayra dan Abi Ilyas pun tampak hadir di sana. Keduanya mendapat undangan khusus dari sang besan sekaligus sang mantan di masa lalu.
Pasangan paruh baya itu di sambut hangat oleh Ayah dan Bunda Realyn. Keempatnya tampak semakin akrab, terlihat dengan Bunda Realyn yang terus menggandeng mantan Kakak iparnya itu.
__ADS_1
Sementara Ayah Ardi terlihat mengobrol asik dengan Abi Ilyas, mulai dari masalah perusahaan hingga masalah hobi keduanya bahas dengan begitu asik dan santai.
Ilham sendiri menatap penuh rasa haru kepada kedua orang tuanya. Meski Umma Mayra bukanlah ibu kandungnya namun dari Umma Mayralah Ilham dapat merasakan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah Ilham rasakan sampai Ilham berusia 7 tahun.
Ilham juga sangat bersyukur karena sudah dipertemukan dengan Myesha. Wanita bar bar yang begitu Ilham tidak suka namun malah Myesha jugalah yang membuatnya jatuh cinta sampai Buncin akut pada wanita itu.
"Mas, ini makanan nya." ucap Myesha membangunkan Ilham dari lamunan nya.
"Terima kasih sayang, oh iya. Lusa luangkan waktu ya," ucap Ilham yang berhasil membuat dahi Myesha mengkerut.
"Memangnya kenapa?" tanya Myesha bingung.
"Ini," jawab ilham, lalu mengambil satu amplop putih dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari dalam saku celananya lalu menyerahkannya pada Myesha.
Tanpa bertanya, Myesha pun langsung membuka isi amplop itu dan betapa terkejutnya Myesha saat melihat dua buah tiket umroh di dalam amplop itu.
"Mas, i_ini?" tanya Myesha tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Iya, lusa kita akan berangkat umroh. Kita akan melakukan perjalanan ibadah sekaligus berbulan madu. Bagaimana? Kamu suka?" tanya Ilham yang tentu saja di angguki oleh sang istri.
Bahkan tanpa rasa malu lagi, Myesha pun langsung memeluk tubuh kekar Ilham yang sudah memberikan nya hadish yang memang selama ini dia impikan. Yaitu, berangkat Umroh bersama pasangan halalnya.
"Terima kasih Mas, hadiahnya."
"Iya, sama sama sayang. I love you Myesha Safeera,"
"I love you too, Gus Ilham,"
Cup.
.
...πΈ TAMAT πΈ...
..."Alhamdulillah, akhirnya kisah Gus Ilham selesai ya. Mohon jangan bersedih karena masih ada kamar Kinan-Nalen dan juga Aulia-Fatih yang akan menghibur para reader semua. Terima kasih yang sudah setia menemani perjalanan kisah Gus Ilham dalam meraih cinta sejatinya. Dan maaf jika, kisah ini masih banyak kekukarangan baik dalam alur cerita atau pun dalam penulisan nya. sekalia lagi terima kasih semua nya. Love sekebon untuk kalian semua."...
__ADS_1
Insya Allah besok ada extra part nya ya...
Bye bye π€π€π₯°π₯°π₯°