
...🌸🌸🌸...
...*Happy Reading*...
*
Myesha semakin di buat tak percaya dengan kehadiran pria yang selama satu tahun ini berusaha dia lupakan namun kini, malam ini. Pria itu malah datang untuk meminang nya.
"Ustadz Ilyas? Nyai Mayra?" tanya Myesha lirih karena begitu shock hingga Myesha pun sedikit kesulitan mengeluarkan suaranya.
"Assalamu'alaikum, Nak. Apa kabar?" tanya Umma Mayra dengan senyuman di balik cadarnya.
"Wa'alaikum salam Nyai, alhamdulillah baik." jawab Myesha masih dalam ke adaan yang begitu shock.
"Bisa di lanjutkan lagi dengan kembali ke pertanyaan tadi?" sela Ilham yang menyadarkan Myesha dari lamunan nya.
"Bagaimana Dek? Apa khitbahan dari saya ini di terima?" lanjut lagi.
Namun Myesha nergeming, entah lah. Tiba tiba saja dia tidak bisa berpikir dengan jernih manakala Ilham datang bersama kedua orang tuanya untuk mengkhitbahnya.
*
*
"Bisa tolong jelaskan, ada apa ini?" tanya Myesha pada Ilham.
Saat ini keduanya tengah duduk berdua di teras belakang rumah keluarga Myesha. Setelah berhasil mengendalikan diri dari rasa terkejutnya, Myesha pun akhirnya meminta waktu untuk bicara berdua dengan Ilham lebih dulu sebelum memberikan jawaban atas pinangan Ilham terhadapnya.
__ADS_1
..."Sebelum menjawab pertanyaan tadi, tolong beri saya waktu sebentar. Saya ingin berbicara berdua saja dengan Gus Ilham,"...
Itulah yang di ucapkan oleh Myesha saat Ilham melamarnya. Jujur, ada rasa bahagia yang teramat sangat membuncah di hati Myesha saat ini.
Namun, Myesha tidak bisa menerima lamaran itu begitu saja. Myesha butuh penjelasan atas apa yang selama ini terjadi.
Myesha juga butuh kejelasan akan status Ilham dan juga perasaan pria itu terhadapnya. Kecewa Dan sakit hati karena cinta bertepuk sebelah tangan nya dulu membuat Myesha tidak bisa langsung menerima lamaran itu, apalagi Ilham belum menjelaskan apapun kepadanya.
Pria itu bahkan datang melamar tanpa ada nya aba aba terlebih dahulu hingga membuat Myesha sedikit jantungan dan shock berat.
"Maaf, sudah membuat mu kaget," jawab Ilham terlihat tenang dan santai.
"Yang saya mau dengar penjelasan. Bukan permintaan maaf," ucap Myesha lagi tanpa mengalihkan pandangan nya dari kolam renang yang terbentang di depan mereka.
"Baiklah, penjelasan yang mana yang ingin kamu dengar Dek? Mas akan menjelaskan semua nya,"
Deg
"Eheemmm, ya_ya semuanya. Kenapa tiba tiba datang melamar? Terus bagaimana dengan istri Gus? Terus terang saja, saya adalah salah satu wanita yang menolak keras poligami. Jadi, jika Gus masih berstatus suami orang, maka saya akan____," jawab Myesha terbata saking gugup nya saat Ilham manggil dirinya sendiri dengan sebutan 'Mas'.
Namun sayang, Myesha tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena Ilham langsung menjawab sebelum Myesha menyelesaikan ucapan nya.
"Mas belum pernah menikah Dek. Mungkin dulu hampir, namun gagal karena terjadi suatu hal yang membuat pernikahan Mas tidak bisa di lanjutkan." jawab Ilham secepat kilat.
"Kenapa? Kok bisa?" tanya Myesha mulai kepo.
Bahkan gadis itu sampai merubah posisi duduknya menjadi menghadap Ilham demi mendengarkan penjelasan kenapa Ilham dan Fathia tidak jadi menikah.
__ADS_1
"Mungkin bukan jodoh, atau mungkin juga karena doa seseorang yang tidak mengharapkan pernikahan itu terjadi terlalu kuat hingga, Allah pun akhirnya mengalah dan mengabulkan doa nya." jawab Ilham yang tidak memuaskan jiwa ke kepo an Myesha yang menggebu saat ini.
"Iya, saya tahu itu. Kalian tidak jadi menikah karena tidak berjodoh, tapi di balik ke tidak jodohan nya itu pasti ada alasan kan? Itu yang saya tanyakan," lanjut Myesha kembali di buat kesal oleh Ilham.
"Ya memang itu kenyataan nya Dek. Dan untuk alasan nya sendiri, maaf Mas tidak bisa mengatakan nya."
"Kenapa? Apa karena masih cinta?"
"Bukan begitu sayang, mana ada cinta di antara kami. Bertemu saja baru dua kali, mana mungkin langsung cinta,"
Deg
Ya Allah, haruskah malam ini Myesha pergi kerumah sakit. Sepertinya jantung nya sedang tidak baik baik saja, kenapa setiap Ilham bicara jantung nya terus berdebar kencang.
Dan apa katanya tadi 'sayang' ? Oh ya ampun, rasa shock dengan panggilan 'Mas' belum sepenuhnya hilang. Dan sekarang di tambah kagi dengan sebutan 'sayang' . Yakin malam ini jantung baik baik saja? Dan yakin jika malam ini bisa tidur nyenyak? Hihihi....
"Mas tidak bisa mengatakan nya itu karena itu adalah aib seseorang yang tidak pantas Mas buka pada orang lain. Mas tahu, jika kita harus jujur dengan pasangan kita dalam bentuk apapun dan sekecil apapun masalah nya Mas harus terbuka dengan kamu sebagai calon pasangan Mas. Namun, untuk hal ini Mas benar benar minta maaf karena tidak bisa mengatakannya karena ini adalah aib dari seseorang. Dan kelak, kamu juga pasti akan tahu sendiri alasan nya kenapa waktu itu Mas gagal menikah," jelas Ilham lagi panjang kali lebar karena tidak ingin ada kesalahpahaman lagi di antara mereka.
"Lalu, kenapa tiba tiba datang pada saya? Apa hanya sebagai pelarian saja?" tanya Myesha lagi.
"Astaghfirullah Dek, kok bisa kepikiran kesana? Mana mungkin pelarian, Mas cinta sama Fathia saja nggak. Pelarian dari mana ceritanya?"
"Lalu, kenapa? Bukan nya dulu Gus Sendiri ya yang bilang kalau Gus tidak suka dengan saya. Bahkan menolak mentah mentah kehadiran saya tanpa mau melihat bagaimana usaha saya untuk memantaskan diri,"
"Iya, Mas akui itu. Dan itu, adalah penyesalan terbesar Mas selama hidup di dunia ini. Mas terlalu angkuh dan juga congkak, hingga Mas lupa jika kita dimata Tuhan itu sama. Dan yang dinilai oleh Tuhan itu bukan lah ilmu dan ke ahlian kita. Melainkan akhlak dan perbuatan kita. Dan untuk itu, Mas benar benar minta maaf. Maafkan Mas karena telah memandang mu sebelah mata dan sudah melukai hati kamu dengan tidak sengaja," jelas Ilham yang begitu terlihat jelas jika pria itu sangat menyesali perbuatan nya di masa lalu.
Myesha bergeming, hati nya berdesir hebat manakala netranya bertemu dengan netra Ilham yang meneduhkan. Namun beberapa saat kemudian Myesha pun kembali memalingkan pandangan nya dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat Myesha yang hanya diam, Ilham pun akhirnya bangkit dari duduknya. Lalu Ilham membuka blazer yang tengah dia kenakan saat ini. Ilham berpindah tempat ke depan Myesha lalu duduk berjongkong di depan Myesha.
Dan itu mampu membuat Myesha kembali dibuat terkejut. Ilham pun lalu menutupi kedua tangan Myesha dengan blazer nya sebelum menggenggam kedua tangan gadis itu dengan sangat erat.